SURAT THAAHAA
Surat Ke : 20 ; 135 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
AL QUR’AN DITURUNKAN SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA
01. Thaahaa.
02. Kami tidak meurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
03. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
04. yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
05. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di ‘Arasy.
06. Milik-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
07. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
08. (Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).
KISAH NABI MUSA
Nabi Musa A.S. Menerima Permulaan Wahyu
09. DanApakah telah sampai kepadamu kisah Musa ?
10. Ketika dia (musa) melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya : “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudah-an aku dapat emmbawa sedikt dari padamnya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk ditempat api itu”.
11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia di panggil : “Hai Musa!
12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tlepaskanlah kedua terompahmu. Karena sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, (bernama) Thuwa.
13. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)
14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
15. Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang diusahakan.
16. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa”.
Dua Macam Mu’jizat Musa A.S.
17. Dan apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa ?
18. Dia (Musa) berkata : “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada keperluan yang lain padanya”.
19. Dia (Allah) berfirman : “Lemparkanlah ia, hai Musa !”
20. Lalu (Musa) melemparkanlah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
21. Dia (Allah) berfirman : “Pegangglah ia dan janganlah takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
22. dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, nicaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mu’jizat yang lain (pula),
23. untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,
Perintah Allah Kepada Nabi Musa A.S. Dan Permohnan Nabi Musa A.S.
24. Pergilah kepada Fir’aun; dia benar-benar telah melampaui batas”.
25. Dia (Musa) berkata : “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.
26. dan mudahkanlah untukku urusanku,
27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
28. supaya mereka mengerti perkataanku,
29. dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
30. (yaitu) Harun, saudaraku,
31. teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,
32. dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
33. agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
34. dan banyak mengingat-Mu,
35. sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaaan) kami”.
36. Dia (Allah) berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”.
Ni’mat-Ni’mat Allah Kepada Nabi Musa A.S. Sejak Kecil
37. Dan sesungguhnya Kami telah emmberi ni’mat kepadamu pada kali yang lain (sebelum ini)
38. (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
39. (yaitu) “letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya”. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku ; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,
40. (yaitu) ketika saudara-perempuan kamu berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun) : “Bolehkah aku menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya ?”. Maka Kami mengembalikan kamu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan ; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Mad’yan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapan, hai Musa,
41. dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.
Musa A.S. Dan Harun A.S. diperintah Menghadap Fir’aun
42. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku
43. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas;
44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
45. Mereka berdua berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas”.
46. Dia (Allah) berfirman : “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”.
47. Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah ; “Sesungguhnya Kami berdua adalah utusan Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
48. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling (tidak memperdulikan)”.
49. Dia (fir’aun) berkata : “Siapakah Tuhan kamu berdua, hai Musa ?”.
50. Dia (Musa) berkata : “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadiannya kepada setiap sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.
51. Dia (Fir’aun) berkata : “Jadi bagaimana keadaaan umat-umat yang terdahulu ?”
52. Dia (Musa) menjawab : “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
53. Yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit”. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
54. Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
55. Darinya (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali (waktu) yang lain.
56. Dan sesungghnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir’aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
Nabi Musa A.S. Menundukkan Tukang-Tukang Sihir Fir’aun
57. Dia (Fir’aun) berkata : “Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kamii (ini) dengan sihirmu, hai Musa ?
58. Maka kamipun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu (perjanjian) untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak aka menyalahinya dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang yang terbuka (letaknya)”.
59. Dia (Musa) berkata : “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu dhuha (matahari sepenggalan naik)
60. Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengartur tipu dayanya, kemudian dia datang.
61. Berkata Musa kepada mereka : “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan kepada Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
62. Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
63. Mereka (para penyihir) berkata : “Sesungguhnya dua orang ini adalah penyihir yang hendak mengusirmu (Fir’aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak meleyapkan kedudukan kamu yang utama.
64. Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini”.
65. (Setelah mereka bekumpul) mereka berkata : “Hai Musa ! (Pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah yang melemparkan terlebih dahulu ?
66. Dia (Musa) berkata : “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.
67. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
68. Kami berfirman : “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
69. Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang penyihir itu, dari mana saja ia datang.
Para Penyihir Fir’aun Menjadi Orang-Orang Yang Beriman
70. Lalu para penyihir itu tersugkur dengan bersujud, seraya berkata : “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa.
71. Dia (Fir’aun) berkata : “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberikan izin kepada kamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepada kamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian secara bersilang, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesunguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya”.
72. Mereka (para penyihir) berkata : “Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mu’jizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
73. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahn kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)”.
74. Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, dan telah beramal shaleh, maka mereka itulah orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
76. (yaitu) syurga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang mensucikan diri (bersih dari kekafiran dan kemaksiatan).
Pembelahan Laut Dan Pembebasan Bani Israil
77. Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa : “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, maka buatlah (pukullah dengan tongkatmu) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak perlu takut (akan tenggelam)”.
78. Kemudian Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh air laut yang menenggelamkan mereka.
79. Dan Firaun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
80. Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.
81. Makanlah dari rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sesunguhnya binasalah ia.
82. Dan sesunggguhnya Aku Maha Pemngampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Teguran Allah Kepada Nabi Musa A.S.
83. Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa ?
84. Dia (Musa) berkata : “Itu mereka sedang menyudsul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhan-ku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”.
Pengkhianatan Samiri
85. Dia (Allah) berfirman: “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata (Musa) : “Hai kaumku bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik ? Maka apakah terasa lama masa perjanjian bagimu atau menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjian dengan aku ?”.
87. Mereka berkata : “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir’aun) itu, maka kami telah melemparkannya (ke dalam api), dan demikian juga Samiri pun melemparkannya.
88. kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubag api itu patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata : “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”,
89. Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa patung anak sapi itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan ?
90. Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya : “Hai kaum-ku, sesungghnya kamu hanya diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta’atilah perintahku”.
91. Mereka menjawab : “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) ini, hingga Musa kembali kepada kami”.
Teguran Musa A.S. Kepada Harun A.S. Dan Balasan Harun A.S.
92. Berkatalah dia (Musa) : “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
93. (sehingga) kamu tidak mengikuti aku ? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku ?”.
94. Dia (Harun) menjawab : “Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku) :”Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanahku”.
Hardikan Musa Terhadap Samiri
95. Dia (Musa) berkata : “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri ?”.
96. Dia (Samiri) menjawab : “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku”.
Azab Yang Ditimpakan Kepada Samiri
97. Dia (Musa) berkata : “Pergilah kamu maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan : “Janganlah menyentuh(aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkan (abunya) ke dalam laut (berserakan)
98. Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. PengetahuanNya meliputi segala sesuatu”.
Kisah Umat-Umat Yang Terdahulu Merupakan Peringatan Bagi Manusia
99. Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebahagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al Qur’an) dari sisi Kami.
100. Barangsiapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya mereka akan memikul dosa yang besar pada hari Kiamat,
101. mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban itu bagi mereka pada hari Kiamat,
102. (yaitu) hari (yang diwaktu itu) ditiup sangkakala dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) yang biru muram,
103. mereka berbisik-bisik diantara mereka : “Kamu tinggal di dunia hanyalah sepuluh (hari)”.
104. Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika orang yang lurus jalannya diantara mereka berkata : “Kamu tinggal (di dunia) hanyalah sehari saja”.
Keadaan Pada Hari Kiamat
105. Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah : “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari Kiamat) dengan sehancur-hancurnya,
106. maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
107. tidak ada sedikitpun kamu lihat tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.
108. Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah) dan merendahlah suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.
109. Pada hari tu tidak berguna syafa’at, kecuali syafa’at dari orang yang telah diberi izin Allah Yang Maha Pemurah, dan Dia meridhoi perkataannya.
110. Dia (Allah) mengetahui yang ada di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang ada di belakang mereka (yang telah terjadi) sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
111. Dan semua wajah tertunduk dihadapan (Allah) Yang Hidup lagi Yang Berdiri sendiri. Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.
112. Dan barangsiapa yang megerjakan amal-amal yang shaleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak akan khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu memberikan pengajaran bagi mereka.
114. Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu (Muhammad) tergesa-tergesa (membaca) Al Qur’an sebelum seleai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah : “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.
KISAH NABI ADAM A.S. DAN PEMBANGKANGAN IBLIS
115. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
116. Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat : “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.
117. Maka Kami berkata : “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh kamu dan isterimu, maka sekali-kali jangan sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,
119. dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya”.
120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata : “Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa ?”..
121. Lalu keduanya memakan dari buah pohon itu, maka nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
122. Kemudian Tuhanya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
123. Dia (Allah) berfirman : “Turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebahagian (anak-cucu) kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya ia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta:
125. Dia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat.
126. Dia (Allah) berfirman : “Demikianah, dahulu telah dating kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu melupakannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamupun diabaikan”.
127. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itulebih berat dan lebih kekal.
128. BEBERAPA PERINGATAN DAN AJARAN TENTANG MORAL Maka tidaklah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikn) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di beklas-bekas) teinggal umat-umat itu ? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
129. Dan sekiranya tidak ada sesuatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka
130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakana, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum tergbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-wakytu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
131. Dan janganlahkamu tujkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongab dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobia mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
132. Dan tperintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mnengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
133. Dan mereka berkata : “Mengapa ia tidak membawqa bukti kepada kami dari Tuhannya ?”. Dan apakah belum dating kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu ?
134. Dan sekiranya KAmi binasakan mereka dengan sesuatu azab sebelum Al Qur’an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata : “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah ?”
135. Katakanlah (Muhammad) : “Masing-masing (kita) menanti, maka natikanlah oleh kamu sekalan ! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk”.
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 27 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
SURAT KE ; 19 MARYAM ( IBUNDA NABI ISA A.S. )
019. Surat Maryam (Ibunda Nabi Isa A,S.)
Surat Ke : 19 : 98 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH NABI ZAKARIYA A.S. DAN NABI YAHYA A.S.
Sebab Zakariya Berdo’a Memohon Keturunan
01. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.
02. (yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakariya,
03. yaitu ketika ia berdo’a kepada Tuhan-nya dengan suara yang lembut.
04. Dia (Zakariya) berkata : “Ya Than-ku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, ya Tuhan-ku.
05. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawali (kerabatku) sepeninggalku, sedangkan isteriku seorang yang mandul, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak,
06. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
Terkabulnya Do’a Zakariya Sebagai Bukti Kekuasaan Allah.
07. Hai Zajkariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
08. Dia (Zajkariya) berkata : “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
09. (Allah) berfirman : “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman : “Hal itu mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelumm itu, padahal kamu (diwaktu itu) belum ada sama sekali”.
10. Dia (Zakariya) berkata : “Ya Tuhan-ku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman : “Tanda untuk-mu ialah kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.
11. Maka dia ke luar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
Pengangkatan Yahya Sebagai Nabi Dan Sifat-Sifat Keutamaannya.
12. Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh sungguh. Dan Kami berikan kepada-nya hikmah selagi dia masih kanak-kanak
13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
14. dan sangat berbakti kepada kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
15. Dan kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
KISAH MARYAM DAN NABI ISA A.S.
Kehamilan Maryam Tanpa Sentuhan Seorang Laki-Laki.
16. Dan ceriterakanlah (kisah) Maryam di dalam Ktab (Al Qur’an), yaitu ketika ia menjauhkan diri dari kerabatnya ke suatu tempat di sebelah timur,
17. maka ia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh-Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
18. Dia (Maryam) berkata : “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.
19. Dia (Jibril) berkata : “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
20. Dia (Maryam) berkata : “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia-pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina !”.
21. Dia (Jibril) berkata : “Demikianlah, Tuhanmu berfirman : “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikan sesuatu tanda (kekuasaan-Ku) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.
22. Maka dia (Maryam) mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandugannya itu ke tempat yang jauh.
Kelahira Nabi Isa A.S.
23. Kemudian rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
24. Maka dia (jibril) menyerunya dari tempat yang rendah : “Janganlah kamu bersedih hati, sesunguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
25. Dan goyanglah pangkal pohon itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak ke kepadamu,
26. maka makan, dan minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah : “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.
Tuduhan Terhadap Maryam Dan Pebelaan Nabi Isa A.S. Kepada Ibunya.
27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah orang yang jahat dan ibumu bukan seorang pezina”,
29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata : “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan ?”.
30. Dia (Isa) berkata : “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yag diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya : “Jadilah”, maka jadilah ia.
36. sesungguhnya Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
Pertentangan Pendapat Tentang Isa A.S.
37. Maka berselisih pendapat golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaan bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
38. Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.
40. Sesungguhnya Kami-lah yang mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.
KISAH NABI IBRAHIN A.S. DENGAN BAPAKNYA
41. Ceriterakan (wahai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat menyukai kebenaran lagi seorang Nabi.
42. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yag tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun ?
43. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
45. Wahai bapakku, sesugguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”.
46. Dia (bapaknya) berkata : “”Bencikah kamu kepada tuhan-tuhan-ku, hai Ibrahim ? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama”.
47. Dia (Ibrahim) berkata : “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesugguhnya Dia sangat baik kepada-ku.
48. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, dan aku akan berdo’a kepadaTuhan-ku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo’a kepada Tuhan-ku”.
49. Maka ketika dia (Ibrahim) sesudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Ya’qub. Dan masing-masing Kami angkat sebagai nabi.
50. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebahagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.
KISAH BEBERAPA NABI YANG LAIN
51. Dan ceriterakanlah (Muhammad), kisah Musa dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini. Sesungguhnya dia benar-benar yang terpilih, dan seorang rasul dan nabi.
52. Dan Kami telah memanggilnya dari sebalah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).
53. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebahagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.
54. Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail di dalam Al Kitab (Al Qur’an). Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
55. Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhan-nya.
56. Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka tentang) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membernarkan dan seorang nabi,
57. dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
58. Mererka itulah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan ) sedikitpun,
61. yaitu syurga ‘And yang telah dijanjikan oleh Tuhan yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (syurga itu) tidak tampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati.
62. Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap pagi dan petang.
63. Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhan-mu. Milik-Nya segala apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada dibelakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidaklah lupa.
65. Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantra ke duanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya ?
AZAB BAGI ORANG ORANG YANG MENENTANG PARA NABI DAN PAHALA BAGI ORANG-ORANG YANG MENTAATINYA.
66. Dan berkata manusia (yang kafir) : “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali ?’.
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali ?
68. Demi Tuhan-mu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
69. Kemudian pasti akan kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurtah.
70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
71. Dan tidak ada seorangpun daripada kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan-mu adalah seuatu kemestian yang sudah ditetapkan.
72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
73. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman ; “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mu’min) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya) ?”.
74. Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.
75. Katakanlah (Muhammad) : “Barangsiapa yang berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya ; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya”.
76. Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal shaleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu dan lebih baik kesudahannya.
77. Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan : “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.
78. Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah ?,
79. sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
80. dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakana itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri
81. Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka,
82. sekali-kali tidak. Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan mereka (sesembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat ma’siat) dengan sungguh-sungguh ?,
84. maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan mereka siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.
85. (Ingatlah) hari (ketika) Kami megumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan (khalifah) yang terhormat,
86. dan Kami akan menggiring orang-orang yang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.
87. Mereka tidak berhak mengdapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
KEPALSUAN AJARAN BAHWA TUHAN MEMPUNYAI ANAK
88. Dan mereka berkata : “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.
89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar,
90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu),
91. karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.Dan tidak layak bagi Allah Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
92. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah seebagai seorang hamba.
93. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti
94. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
95. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
96. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatn degannya kepada kaum yang membangkang.
97. Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau kamu dengar suara bisikan mereka ?
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
(mic.ok1214@gmail.com)
Surat Ke : 19 : 98 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH NABI ZAKARIYA A.S. DAN NABI YAHYA A.S.
Sebab Zakariya Berdo’a Memohon Keturunan
01. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.
02. (yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakariya,
03. yaitu ketika ia berdo’a kepada Tuhan-nya dengan suara yang lembut.
04. Dia (Zakariya) berkata : “Ya Than-ku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, ya Tuhan-ku.
05. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawali (kerabatku) sepeninggalku, sedangkan isteriku seorang yang mandul, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak,
06. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
Terkabulnya Do’a Zakariya Sebagai Bukti Kekuasaan Allah.
07. Hai Zajkariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
08. Dia (Zajkariya) berkata : “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
09. (Allah) berfirman : “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman : “Hal itu mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelumm itu, padahal kamu (diwaktu itu) belum ada sama sekali”.
10. Dia (Zakariya) berkata : “Ya Tuhan-ku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman : “Tanda untuk-mu ialah kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.
11. Maka dia ke luar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
Pengangkatan Yahya Sebagai Nabi Dan Sifat-Sifat Keutamaannya.
12. Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh sungguh. Dan Kami berikan kepada-nya hikmah selagi dia masih kanak-kanak
13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
14. dan sangat berbakti kepada kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
15. Dan kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
KISAH MARYAM DAN NABI ISA A.S.
Kehamilan Maryam Tanpa Sentuhan Seorang Laki-Laki.
16. Dan ceriterakanlah (kisah) Maryam di dalam Ktab (Al Qur’an), yaitu ketika ia menjauhkan diri dari kerabatnya ke suatu tempat di sebelah timur,
17. maka ia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh-Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
18. Dia (Maryam) berkata : “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.
19. Dia (Jibril) berkata : “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
20. Dia (Maryam) berkata : “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia-pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina !”.
21. Dia (Jibril) berkata : “Demikianlah, Tuhanmu berfirman : “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikan sesuatu tanda (kekuasaan-Ku) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.
22. Maka dia (Maryam) mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandugannya itu ke tempat yang jauh.
Kelahira Nabi Isa A.S.
23. Kemudian rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
24. Maka dia (jibril) menyerunya dari tempat yang rendah : “Janganlah kamu bersedih hati, sesunguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
25. Dan goyanglah pangkal pohon itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak ke kepadamu,
26. maka makan, dan minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah : “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.
Tuduhan Terhadap Maryam Dan Pebelaan Nabi Isa A.S. Kepada Ibunya.
27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah orang yang jahat dan ibumu bukan seorang pezina”,
29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata : “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan ?”.
30. Dia (Isa) berkata : “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yag diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya : “Jadilah”, maka jadilah ia.
36. sesungguhnya Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
Pertentangan Pendapat Tentang Isa A.S.
37. Maka berselisih pendapat golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaan bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
38. Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.
40. Sesungguhnya Kami-lah yang mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.
KISAH NABI IBRAHIN A.S. DENGAN BAPAKNYA
41. Ceriterakan (wahai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat menyukai kebenaran lagi seorang Nabi.
42. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yag tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun ?
43. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
45. Wahai bapakku, sesugguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”.
46. Dia (bapaknya) berkata : “”Bencikah kamu kepada tuhan-tuhan-ku, hai Ibrahim ? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama”.
47. Dia (Ibrahim) berkata : “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesugguhnya Dia sangat baik kepada-ku.
48. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, dan aku akan berdo’a kepadaTuhan-ku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo’a kepada Tuhan-ku”.
49. Maka ketika dia (Ibrahim) sesudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Ya’qub. Dan masing-masing Kami angkat sebagai nabi.
50. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebahagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.
KISAH BEBERAPA NABI YANG LAIN
51. Dan ceriterakanlah (Muhammad), kisah Musa dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini. Sesungguhnya dia benar-benar yang terpilih, dan seorang rasul dan nabi.
52. Dan Kami telah memanggilnya dari sebalah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).
53. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebahagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.
54. Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail di dalam Al Kitab (Al Qur’an). Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
55. Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhan-nya.
56. Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka tentang) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membernarkan dan seorang nabi,
57. dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
58. Mererka itulah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan ) sedikitpun,
61. yaitu syurga ‘And yang telah dijanjikan oleh Tuhan yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (syurga itu) tidak tampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati.
62. Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap pagi dan petang.
63. Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhan-mu. Milik-Nya segala apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada dibelakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidaklah lupa.
65. Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantra ke duanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya ?
AZAB BAGI ORANG ORANG YANG MENENTANG PARA NABI DAN PAHALA BAGI ORANG-ORANG YANG MENTAATINYA.
66. Dan berkata manusia (yang kafir) : “Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali ?’.
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali ?
68. Demi Tuhan-mu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
69. Kemudian pasti akan kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurtah.
70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
71. Dan tidak ada seorangpun daripada kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan-mu adalah seuatu kemestian yang sudah ditetapkan.
72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
73. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman ; “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mu’min) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya) ?”.
74. Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.
75. Katakanlah (Muhammad) : “Barangsiapa yang berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya ; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya”.
76. Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal shaleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu dan lebih baik kesudahannya.
77. Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan : “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.
78. Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah ?,
79. sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
80. dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakana itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri
81. Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka,
82. sekali-kali tidak. Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan mereka (sesembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat ma’siat) dengan sungguh-sungguh ?,
84. maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan mereka siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.
85. (Ingatlah) hari (ketika) Kami megumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan (khalifah) yang terhormat,
86. dan Kami akan menggiring orang-orang yang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.
87. Mereka tidak berhak mengdapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
KEPALSUAN AJARAN BAHWA TUHAN MEMPUNYAI ANAK
88. Dan mereka berkata : “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.
89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar,
90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu),
91. karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.Dan tidak layak bagi Allah Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
92. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah seebagai seorang hamba.
93. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti
94. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
95. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
96. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatn degannya kepada kaum yang membangkang.
97. Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau kamu dengar suara bisikan mereka ?
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
(mic.ok1214@gmail.com)
Jumat, 21 Agustus 2009
SURAT KE : 18 AL KAHFI (NAMA SEBUAH GUA)
018. Al Kahfi (Nama Sebuah Gua)
Surat Ke 18 : 110 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
ANCAMAN TERHADAP KEPERCAYAAN TUHAN PUNYA ANAK
01. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;
02. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shaleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
03. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
04. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : “Allah mengambil seorang anak”.
05. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tenatang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
06. Maka (apakah) barangkali kamu (Muhammad) akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).
07. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yag ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
08. Dan sesungguhnya Kamii benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang kering lagi tandus.
KISAH ASH HABUL KAHFI
09. Apakah kamu megira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempuyai) ar-Raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan ?
10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a : “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,
12. kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).
13. Kami ceriterakan kisah mereka kepada-mu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk,
14. dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata : ”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.
15. Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim dari pada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ?.
16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhan-mu akan melimpahkan sebahagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.
17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjahui mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka..
19. Dan demikianlah Kami banguhnkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka : “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini ?)”. Mereka menjawab : “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi) : “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendallah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceriterakan halmu kepada siapa-pun.
20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.
21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang itu berselisih urusan mereka, orang-orang itu berkata : “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahu tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata : “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya”.
22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang ke empat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan (jumlah mereka) adalah lima orang yang ke enam anjingnya”, sebagai terkaan terhadap yang ghaib; dan (yang lain lagi) mengatakan : “(Jumlah mereka) tujuh orang yang ke delapan anjingnya”. Katakanlah : “Tuhanku lebih mengetahui (bilangan) mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang-pun di antara mereka.
23. Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu : “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi.
24. Kecuali (dengan menyebut) : “Insya-Allah:”. Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhan-ku akan memberi-ku petunjuk kepada yag lebih dekat kebenarannya dari pada itu”.
25. Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
26. Katakanlah : “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang-pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
PETUNJUK-PETUNJUK TENTANG DA’WAH
Teguran Kepada Nabi Agar Jangan Mementingkan Orang-Orang Yang Terkemuka Saja Dalam Berda’wah.
27. Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Qur’an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.
28. Dan bersabarlah kamu (Muhammad) bersam-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah ke dua mata-mu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.
29. Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhan-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta (minum), niscaya mereka akan diberi (minum) dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
30. Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik.
31. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka syurga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dalam syurga mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.
Tamsil Kehidupan Dunia Dan Orang-Orang Yang Tertipu Padanya
32. Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu denga pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.
33. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,
34. dan dia memiliki kekayaan yang yang besar, maka dia berkata kepada kawan-nya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia; “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat”.
35. Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata : “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,
36. dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu”.
37. Kawan-nya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang ia bercakap-cakap dengannya : “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna ?
38. Tetapi aku (percaya bahwa) : “ Dialah Allah, Tuhan-ku, dan aku tidak mempersekurtukan seorangpun dengan Tuhan-ku.
39. Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebun-mu “MAA SYA ALLAH, LAA QUWWATA ILLA BILLAH’ (Sungguh atas kehendak Allah semua itu terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
40. maka mudah-mudahan Tuhan-ku, akan memberi kepada-ku (kebun) yang lebih baik daripada kebun-mu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebun-mu, sehinga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;
41. atau airnya menjadi surut (meresap) ke dalam tanah, maka kamu tidak akan dapat menemukannya lagi”.
42. Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama penyangganya dan dia berkata : “Betapa seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan-ku”.
43. Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.
44. Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.
45. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat Dan Kedurhakaan Iblis
47. Dan (ingatlah pada hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka
48. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhan-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanian.
49. Dan diletakkan kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang berdosa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : “Betapa celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka mendapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menzalimi seorang jua-pun.
50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari pada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu ? Sangat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.
51. Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak-cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
52. Dan (igatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman : “Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakana itu”. Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
53. Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.
Akibat Tidak Mengindahkan Peringatan-Peringatan Allah S.W.T.
54. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang bagi manusia dalam Al Qiur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak berbantah.
55. dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
57. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhan-nya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya ? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka, dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
58. Dan Tuhan-mu Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat) azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
59. Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
NABI MUSA A.S. MENCARI ILMU
Nabi Musa A.S. Bertemu Dengan Hidhir A.S.
60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya : “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan bertahun-tahun”.
61. Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
62. Maka ketika mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya : “Bawa ke sini makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
63. Muridnya menjawab : “Tahukah kamu ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceriterakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang melupakan aku untuk menceriterakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
64. Musa berkata : “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, , yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya disisi Kami.
66. Musa berkata kepadanya (Khidhir) : “Bolehkan aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?”.
67. Dia menjawab : “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.
68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang culkup tentang hal itu”.
69. Musa berkata : “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam segala urusan apa-pun”.
70. Dia berkata : “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.Khidir Membocorkan Perhu
71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melobanginya. Musa berkata : “Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya ?”. Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
72. Dia (Khidhir) berkata : “Bukankah aku telah berkata : “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama aku”.
73. Dia (Musa) berkata : “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”.
Khidhir Membunuh Seorang Anak
74. Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir membunuhnya. Musa berkata ; “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena ia membunuh orang lain ? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar”
JUZ 16
75. Dia (Khidhir) berkata : “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku ?”
76. Dia (Musa) berkata : “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup (sabar) memberikan uzur kepadaku”.Khidhir Membetulkan dinding Rumah
77. Maka keduanya berjalan ; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhir menegakkan diding itu. Musa berkata: “Jika kamu mau, niscaya kamu dapat meminta upah untuk itu”.
Hikmah-Hikmah Dari Perbuatan Khidhir
78. Khidhir (Dia) berkata : “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak sabar terhadapnya.
79. Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap perahu.
80. Dan adapun anak itu, kedua orang tuanya adalah orang-orang mu’min, dan kami khawatir dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. Dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu-bapaknya)
82. Dan adapun diding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanan itu sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak sabar terhadapnya”.
DZULQARNAIN DENGAN YA’JUJ DAN MA’JUJ
83. Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah : “Aku akan bacakan kepadamu ceritera tentang (kisahn)nya”.
84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
85. maka diapun menempuh suatu jalan.
86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di sini segolongan umat. Kami berkata : “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.
87. Dia (Dzulqarnain) berkata : “Adapun orang yang aniaya, maka kelak Kami akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.
89. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain)
90. Hingga ketika dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
91. demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya (Dzulqarnain).
92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93. Hingga ketika ia sampai di antara dua gunung, didapatinya dibelakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak dapat memahami pembicaraan.
94. Mereka berkata : “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”.
95. Dia (Qzulqarnain) berkata : “Apa yang telah dikuasakan Tuhan-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik (daripada upahmu) maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96. berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain : “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”.
97. Maka mereka (Ya’juj dam Ma’juj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.
98. Dia (Dzulqarnain ) berkata : “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhan-ku, maka apabila telah datang janji Tuhan. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhan-ku itu adalah benar”.
99. Dan Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) di hari itu berbaur antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangka-kala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.
100. dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas,
101. yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.
AZAB BAGI ORANG-ORANG MUSYRIK DAN PAHALA BAGI ORANG-ORANG MU’MIN Celakalah Orang-Orang Musyrik
102. Maka apakah orang-orang menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku-Kumrnjadi penolong selain Aku ? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
Amat Rugilah Orang-Orang Yang Terpedaya Oleh Dirinya Sendiri.
103. Katakanlah : “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?”.
104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
105. Mereka itu orang-orang yang kafur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.
106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
Syurga Firdaus Bagi Orang-Orang Yang Beramal Shaleh
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah syurga Firdaus menjadi tempat tingal,
108. mereka kekal di dalammnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.
LUASNYA ILMU ALLAH TIDAK TERHINGGA
109. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, maka habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.
110. Katakanlah (Muhammad) : “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa”. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
(mic.ok1214@gmail.com)
Surat Ke 18 : 110 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
ANCAMAN TERHADAP KEPERCAYAAN TUHAN PUNYA ANAK
01. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;
02. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shaleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
03. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
04. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : “Allah mengambil seorang anak”.
05. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tenatang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
06. Maka (apakah) barangkali kamu (Muhammad) akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).
07. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yag ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
08. Dan sesungguhnya Kamii benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang kering lagi tandus.
KISAH ASH HABUL KAHFI
09. Apakah kamu megira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempuyai) ar-Raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan ?
10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a : “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,
12. kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).
13. Kami ceriterakan kisah mereka kepada-mu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk,
14. dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata : ”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.
15. Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim dari pada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ?.
16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhan-mu akan melimpahkan sebahagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.
17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjahui mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka..
19. Dan demikianlah Kami banguhnkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka : “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini ?)”. Mereka menjawab : “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi) : “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendallah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceriterakan halmu kepada siapa-pun.
20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.
21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang itu berselisih urusan mereka, orang-orang itu berkata : “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahu tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata : “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya”.
22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang ke empat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan (jumlah mereka) adalah lima orang yang ke enam anjingnya”, sebagai terkaan terhadap yang ghaib; dan (yang lain lagi) mengatakan : “(Jumlah mereka) tujuh orang yang ke delapan anjingnya”. Katakanlah : “Tuhanku lebih mengetahui (bilangan) mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang-pun di antara mereka.
23. Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu : “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi.
24. Kecuali (dengan menyebut) : “Insya-Allah:”. Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhan-ku akan memberi-ku petunjuk kepada yag lebih dekat kebenarannya dari pada itu”.
25. Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
26. Katakanlah : “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang-pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
PETUNJUK-PETUNJUK TENTANG DA’WAH
Teguran Kepada Nabi Agar Jangan Mementingkan Orang-Orang Yang Terkemuka Saja Dalam Berda’wah.
27. Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Qur’an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.
28. Dan bersabarlah kamu (Muhammad) bersam-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah ke dua mata-mu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.
29. Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhan-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta (minum), niscaya mereka akan diberi (minum) dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
30. Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik.
31. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka syurga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dalam syurga mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.
Tamsil Kehidupan Dunia Dan Orang-Orang Yang Tertipu Padanya
32. Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu denga pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.
33. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,
34. dan dia memiliki kekayaan yang yang besar, maka dia berkata kepada kawan-nya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia; “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat”.
35. Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata : “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,
36. dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu”.
37. Kawan-nya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang ia bercakap-cakap dengannya : “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna ?
38. Tetapi aku (percaya bahwa) : “ Dialah Allah, Tuhan-ku, dan aku tidak mempersekurtukan seorangpun dengan Tuhan-ku.
39. Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebun-mu “MAA SYA ALLAH, LAA QUWWATA ILLA BILLAH’ (Sungguh atas kehendak Allah semua itu terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
40. maka mudah-mudahan Tuhan-ku, akan memberi kepada-ku (kebun) yang lebih baik daripada kebun-mu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebun-mu, sehinga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;
41. atau airnya menjadi surut (meresap) ke dalam tanah, maka kamu tidak akan dapat menemukannya lagi”.
42. Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama penyangganya dan dia berkata : “Betapa seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan-ku”.
43. Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.
44. Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.
45. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat Dan Kedurhakaan Iblis
47. Dan (ingatlah pada hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka
48. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhan-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanian.
49. Dan diletakkan kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang berdosa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : “Betapa celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka mendapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menzalimi seorang jua-pun.
50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari pada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu ? Sangat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.
51. Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak-cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
52. Dan (igatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman : “Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakana itu”. Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
53. Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.
Akibat Tidak Mengindahkan Peringatan-Peringatan Allah S.W.T.
54. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang bagi manusia dalam Al Qiur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak berbantah.
55. dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
57. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhan-nya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya ? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka, dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
58. Dan Tuhan-mu Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat) azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
59. Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
NABI MUSA A.S. MENCARI ILMU
Nabi Musa A.S. Bertemu Dengan Hidhir A.S.
60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya : “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan bertahun-tahun”.
61. Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
62. Maka ketika mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya : “Bawa ke sini makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
63. Muridnya menjawab : “Tahukah kamu ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceriterakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang melupakan aku untuk menceriterakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
64. Musa berkata : “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, , yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya disisi Kami.
66. Musa berkata kepadanya (Khidhir) : “Bolehkan aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?”.
67. Dia menjawab : “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.
68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang culkup tentang hal itu”.
69. Musa berkata : “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam segala urusan apa-pun”.
70. Dia berkata : “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.Khidir Membocorkan Perhu
71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melobanginya. Musa berkata : “Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya ?”. Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
72. Dia (Khidhir) berkata : “Bukankah aku telah berkata : “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama aku”.
73. Dia (Musa) berkata : “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”.
Khidhir Membunuh Seorang Anak
74. Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir membunuhnya. Musa berkata ; “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena ia membunuh orang lain ? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar”
JUZ 16
75. Dia (Khidhir) berkata : “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku ?”
76. Dia (Musa) berkata : “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup (sabar) memberikan uzur kepadaku”.Khidhir Membetulkan dinding Rumah
77. Maka keduanya berjalan ; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhir menegakkan diding itu. Musa berkata: “Jika kamu mau, niscaya kamu dapat meminta upah untuk itu”.
Hikmah-Hikmah Dari Perbuatan Khidhir
78. Khidhir (Dia) berkata : “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak sabar terhadapnya.
79. Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap perahu.
80. Dan adapun anak itu, kedua orang tuanya adalah orang-orang mu’min, dan kami khawatir dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. Dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu-bapaknya)
82. Dan adapun diding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanan itu sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak sabar terhadapnya”.
DZULQARNAIN DENGAN YA’JUJ DAN MA’JUJ
83. Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah : “Aku akan bacakan kepadamu ceritera tentang (kisahn)nya”.
84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
85. maka diapun menempuh suatu jalan.
86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di sini segolongan umat. Kami berkata : “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.
87. Dia (Dzulqarnain) berkata : “Adapun orang yang aniaya, maka kelak Kami akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.
89. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain)
90. Hingga ketika dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
91. demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya (Dzulqarnain).
92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93. Hingga ketika ia sampai di antara dua gunung, didapatinya dibelakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak dapat memahami pembicaraan.
94. Mereka berkata : “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”.
95. Dia (Qzulqarnain) berkata : “Apa yang telah dikuasakan Tuhan-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik (daripada upahmu) maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96. berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain : “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”.
97. Maka mereka (Ya’juj dam Ma’juj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.
98. Dia (Dzulqarnain ) berkata : “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhan-ku, maka apabila telah datang janji Tuhan. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhan-ku itu adalah benar”.
99. Dan Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) di hari itu berbaur antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangka-kala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.
100. dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas,
101. yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.
AZAB BAGI ORANG-ORANG MUSYRIK DAN PAHALA BAGI ORANG-ORANG MU’MIN Celakalah Orang-Orang Musyrik
102. Maka apakah orang-orang menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku-Kumrnjadi penolong selain Aku ? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
Amat Rugilah Orang-Orang Yang Terpedaya Oleh Dirinya Sendiri.
103. Katakanlah : “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?”.
104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
105. Mereka itu orang-orang yang kafur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.
106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
Syurga Firdaus Bagi Orang-Orang Yang Beramal Shaleh
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah syurga Firdaus menjadi tempat tingal,
108. mereka kekal di dalammnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.
LUASNYA ILMU ALLAH TIDAK TERHINGGA
109. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, maka habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.
110. Katakanlah (Muhammad) : “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa”. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
(mic.ok1214@gmail.com)
Senin, 17 Agustus 2009
SURAT KE ; 17 AL ISRAA' (MEMPERJALANKAN DI MALAM HARI)
Surat Al Israa’ (Memperjalankan Di Malam Hari)
Surat Ke 17 : 111 ayat
JUZ 15
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
ISYARAT KEPADA UMAT ISLAM SEBAGAI SUATU UMAT YANG AKAN MENJADI BESAR
Israa’ Dari Mekah Ke Baitul Maqdis Sebagai Penghormatan Terhadap Nabi Muhammad S.A.W.
01. Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Majdil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan ) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Penghormatan Terhadap Nabi Musa A.S. Dengan Menurunkan Taurat Kepadanya.
02. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) : “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.
03. (yaitu) anak-cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
Kehancuran Bani Israil Karena Tidak Mengikuti Ajaran Taurat.
04. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu ; “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
05. Maka apabila dating saat hukuman bagi (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar (perkasa), lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
06. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
07. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila saat datang hukuman (kejahatan) yang ke dua, (Kami bangkitkan orang-orang lain) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsha) sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
08. Mudah-mudahan Tuhan akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
Al Qur’an Petunjuk Ke Jalan Yang Benar.
09. Sesungguhnya, Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,
10. dan sesungguhnya bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
11. Dan Manusia mendo’a untuk kehjahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.
12. Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami) lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu megetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Tiap-Tiap Orang Memikul Dosanya Sendiri-Sendiri.
13. Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaiamana tetapnya kalung) di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.
14. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung(amal) terhadapmu”.
15. Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang bedosa tidak dapat memikiul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati Allah), tetapi bila ia melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui lagi Maha Maha Melhat dosa hamba-hamba-Nya.
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya (di dunia) itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupoan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
20. Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
21. Perhatikanlah bagaimana Kami telah lebihkan sebahagaian dari mereka atas sebahagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.
22. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan terhina.
Beberapa Tatakrama Pergaulan
23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebai-baiknya. Jika salah seorang diantara ke duanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada ke duanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan uacapkanlah; “Wahai Tuhanku ! Sayangilah ke duanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sesungguhnya, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
26. Dan berikanlah kepada keluarga-kerabat yang dekat akan haknya, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
27. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara syaitan, dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhan-nya.
28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka dengan ucapan yang pantas.
29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang-orang yang mendapat pertolongan.
34. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa’at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.
35. Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbangklah dengan neraca yang yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
36. Dan janganlah kamu mengingkari apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
37. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menebus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
38. Semuanya itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.
39. Itulah sebahagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan di jauhkan (dari rahmat Allah)
40. Maka apakah patut Tuhan memilihkan untukmu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan dari malaikat ?. Sesungguhnya kamu mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)
41. Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Dang pengulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)
Sanggahan-Sanggahan Terhadap Orang-Orang Yang Mempersekutukan Allah S.W.T.
42. Katakanlah : “Jikalau ada tuhan-tuhan disamping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempuyai ‘Arasy”.
43. Maha Sici dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memujin-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Orang-Orang Kafir Tidak Dapat Memahami Al Qur’an
45. Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
46. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.
47. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir”.
48. Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)
Bagaimana Cara Membantah Keinginan Kaum Musyrikin
49. Dan mereka berkata : “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibanghkitkan kembali sebagai makhluk yang baru ?”.
50. Katakanlah : “Jadilah kamu sekalian batu atau besi.,
51. atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”. Maka mereka akan bertanya : “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali ?” Katakanlah ; “Yang telah menciptakan kamu pada kali pertama”. Lalu mereka akan mengeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata : “Kapan itu (akan terjadi) ?”. Katakanlah : “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,
52. yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku : “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya sayitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
54. Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan meng’azabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah megurtusmu untuk menjagi penjaga bagi mereka.
55. Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebahagian nabi-nabi itu atas sebahagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur (kepada) Daud.
56. Katakanlah : “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”.
57. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalankepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
Kaum Yang Ingkar Pasti Mendapat Hukuman
58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)
59. Dan sekali-kali tidak ada yang menghalang-halangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu’jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
60. Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu : “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagi ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanya menambah besar kedurhakaan mereka.
Permusuhan Dan Godaan Syaitan Terhadap Manusia Yang Menyebabkan Kekufurannya.
61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat : “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecual iblis. Dia (iblis) berkata : “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah ?”.
62. Dia (iblis) berkata : “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku ? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya kecuali sebahagian kecil”.
63. Dia (Allah) berfirman : “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang megikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang ciukup.
64. Dan perdayakanlah siapa saja yang kamu sanggup diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berseikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.
65. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga”.
Peringatan-Peringatan Tentang Ni’mat Allah Dan Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat
66. Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
67. Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Allah. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu ingkar (tidak bersyukur).
68. Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebahagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil ?, dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
69. atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu (ke laut) sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (sikasaan) Kami.
70. Dan sesungguhnya telah Kami mulyakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
71. (Ingatlah) suatu hari (yang dihari tu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab (catatan amalannya) di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitab itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nati) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)
Perlawanan Terhadap Nabi Muhammad S.A.W. Akan Gagal, Seperti Nabi-Nabi Dahulu
73. Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
74. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
75. kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.
76. Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu daripada-nya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal (disana), melainkan sebentar saja.
77. (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan atas ketetapan Kami itu.
Petunjuk-Petunjuk Allah Dalam Menghadapi Tantangan
78. Dirikanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikan pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)
79. Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang perpuji.
80. Dan katakanlah : “Ya Tuhan-ku , masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menmolong-(ku)”.
81. Dan katakanlah : “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
82. Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan (Al Qur’an) itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
83. Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia : dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila ia ditimpa keksusahan niscaya dia berputus asa.
84. Katakanlah : “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
85. Dan mereka bertanya kepada-mu tentang roh. Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
Tantangan Dari Nabi Muhammad S.A.W. Terhadap Manusia Untuk Menandingi Al Qur’an.
86. Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepada-mu, dan dengan peleyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami,
87. kecuali rahmat dari Tuhan-mu. Sesungguhnya, karunia atasmu (Muhammad) adalah besar.
88. Katakanlah : “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qu’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan-nya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain”.
89. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini dengan berbagai macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).
90. Dan mereka berkata : “Kami sekali-kali tidak percaya kepada-mu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami.
91. atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras airnya,
92. atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
93. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhan-ku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?”.
Keingkaran Orang_Orang Kafir Dan Bantahan Terhadapnya
94. Dan tidak ada sesuatu yang meghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka : “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul ?”
95. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, nicscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul”.
96. Katakanlah (Muhammad) : “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.
97. Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api neraka Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
98. Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir terhadap ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata : “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru ?’.
99. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya ? Maka orang-orang yang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.
100. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhan-ku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.
Beberapa Kisah Pengalaman Nabi Musa A.S. Sebagai Pelipur Kesusahan Hati Nabi Muhammad S.A.W.
101. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir’aun berkata kepada-nya :”Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”.
102. Musa menjawab : “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa”.
103. Kemudian dia (Fir’aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir’aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,
104. dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil : “Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur-baur (dengan musuh-musuhmu)’.
105. Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya dan (Al Qur’an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus kamu (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
106. Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya secara bertahap.
107. Katakanlah (Muhammad) : “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila (Al Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah sambil bersujud,
108. dan mereka berkata : “Maha Suci Tuhan kami; “sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terpenuhi”.
109. Dan mereka meyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.
110. Katakanlah (Muhammad) : “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma’ul Husna) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu”.
111. Dan katakanlah : “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula yang memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan seagung-agungnya.
Masud CHATIM bin Muh. CHATIM bin YAHYA bin
MUHTAROM (Bani MUHTAROM )
mic.ok1214@gmail.com
Surat Ke 17 : 111 ayat
JUZ 15
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
ISYARAT KEPADA UMAT ISLAM SEBAGAI SUATU UMAT YANG AKAN MENJADI BESAR
Israa’ Dari Mekah Ke Baitul Maqdis Sebagai Penghormatan Terhadap Nabi Muhammad S.A.W.
01. Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Majdil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan ) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Penghormatan Terhadap Nabi Musa A.S. Dengan Menurunkan Taurat Kepadanya.
02. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) : “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.
03. (yaitu) anak-cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
Kehancuran Bani Israil Karena Tidak Mengikuti Ajaran Taurat.
04. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu ; “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
05. Maka apabila dating saat hukuman bagi (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar (perkasa), lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
06. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
07. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila saat datang hukuman (kejahatan) yang ke dua, (Kami bangkitkan orang-orang lain) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsha) sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
08. Mudah-mudahan Tuhan akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
Al Qur’an Petunjuk Ke Jalan Yang Benar.
09. Sesungguhnya, Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,
10. dan sesungguhnya bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
11. Dan Manusia mendo’a untuk kehjahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.
12. Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami) lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu megetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Tiap-Tiap Orang Memikul Dosanya Sendiri-Sendiri.
13. Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaiamana tetapnya kalung) di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.
14. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung(amal) terhadapmu”.
15. Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang bedosa tidak dapat memikiul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati Allah), tetapi bila ia melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui lagi Maha Maha Melhat dosa hamba-hamba-Nya.
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya (di dunia) itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupoan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
20. Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
21. Perhatikanlah bagaimana Kami telah lebihkan sebahagaian dari mereka atas sebahagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.
22. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan terhina.
Beberapa Tatakrama Pergaulan
23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebai-baiknya. Jika salah seorang diantara ke duanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada ke duanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan uacapkanlah; “Wahai Tuhanku ! Sayangilah ke duanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sesungguhnya, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
26. Dan berikanlah kepada keluarga-kerabat yang dekat akan haknya, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
27. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara syaitan, dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhan-nya.
28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka dengan ucapan yang pantas.
29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang-orang yang mendapat pertolongan.
34. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa’at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.
35. Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbangklah dengan neraca yang yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
36. Dan janganlah kamu mengingkari apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
37. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menebus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
38. Semuanya itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.
39. Itulah sebahagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan di jauhkan (dari rahmat Allah)
40. Maka apakah patut Tuhan memilihkan untukmu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan dari malaikat ?. Sesungguhnya kamu mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)
41. Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Dang pengulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)
Sanggahan-Sanggahan Terhadap Orang-Orang Yang Mempersekutukan Allah S.W.T.
42. Katakanlah : “Jikalau ada tuhan-tuhan disamping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempuyai ‘Arasy”.
43. Maha Sici dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memujin-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Orang-Orang Kafir Tidak Dapat Memahami Al Qur’an
45. Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
46. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.
47. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir”.
48. Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)
Bagaimana Cara Membantah Keinginan Kaum Musyrikin
49. Dan mereka berkata : “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibanghkitkan kembali sebagai makhluk yang baru ?”.
50. Katakanlah : “Jadilah kamu sekalian batu atau besi.,
51. atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”. Maka mereka akan bertanya : “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali ?” Katakanlah ; “Yang telah menciptakan kamu pada kali pertama”. Lalu mereka akan mengeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata : “Kapan itu (akan terjadi) ?”. Katakanlah : “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,
52. yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku : “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya sayitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
54. Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan meng’azabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah megurtusmu untuk menjagi penjaga bagi mereka.
55. Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebahagian nabi-nabi itu atas sebahagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur (kepada) Daud.
56. Katakanlah : “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”.
57. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalankepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
Kaum Yang Ingkar Pasti Mendapat Hukuman
58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)
59. Dan sekali-kali tidak ada yang menghalang-halangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu’jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
60. Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu : “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagi ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanya menambah besar kedurhakaan mereka.
Permusuhan Dan Godaan Syaitan Terhadap Manusia Yang Menyebabkan Kekufurannya.
61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat : “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecual iblis. Dia (iblis) berkata : “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah ?”.
62. Dia (iblis) berkata : “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku ? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya kecuali sebahagian kecil”.
63. Dia (Allah) berfirman : “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang megikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang ciukup.
64. Dan perdayakanlah siapa saja yang kamu sanggup diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berseikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.
65. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga”.
Peringatan-Peringatan Tentang Ni’mat Allah Dan Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat
66. Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
67. Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Allah. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu ingkar (tidak bersyukur).
68. Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebahagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil ?, dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
69. atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu (ke laut) sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (sikasaan) Kami.
70. Dan sesungguhnya telah Kami mulyakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
71. (Ingatlah) suatu hari (yang dihari tu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab (catatan amalannya) di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitab itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nati) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)
Perlawanan Terhadap Nabi Muhammad S.A.W. Akan Gagal, Seperti Nabi-Nabi Dahulu
73. Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
74. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
75. kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.
76. Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu daripada-nya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal (disana), melainkan sebentar saja.
77. (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan atas ketetapan Kami itu.
Petunjuk-Petunjuk Allah Dalam Menghadapi Tantangan
78. Dirikanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikan pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)
79. Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang perpuji.
80. Dan katakanlah : “Ya Tuhan-ku , masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menmolong-(ku)”.
81. Dan katakanlah : “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
82. Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan (Al Qur’an) itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
83. Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia : dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila ia ditimpa keksusahan niscaya dia berputus asa.
84. Katakanlah : “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
85. Dan mereka bertanya kepada-mu tentang roh. Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
Tantangan Dari Nabi Muhammad S.A.W. Terhadap Manusia Untuk Menandingi Al Qur’an.
86. Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepada-mu, dan dengan peleyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami,
87. kecuali rahmat dari Tuhan-mu. Sesungguhnya, karunia atasmu (Muhammad) adalah besar.
88. Katakanlah : “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qu’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan-nya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain”.
89. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini dengan berbagai macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).
90. Dan mereka berkata : “Kami sekali-kali tidak percaya kepada-mu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami.
91. atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras airnya,
92. atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
93. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhan-ku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?”.
Keingkaran Orang_Orang Kafir Dan Bantahan Terhadapnya
94. Dan tidak ada sesuatu yang meghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka : “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul ?”
95. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, nicscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul”.
96. Katakanlah (Muhammad) : “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.
97. Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api neraka Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
98. Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir terhadap ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata : “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru ?’.
99. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya ? Maka orang-orang yang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.
100. Katakanlah (Muhammad) : “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhan-ku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.
Beberapa Kisah Pengalaman Nabi Musa A.S. Sebagai Pelipur Kesusahan Hati Nabi Muhammad S.A.W.
101. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir’aun berkata kepada-nya :”Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”.
102. Musa menjawab : “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa”.
103. Kemudian dia (Fir’aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir’aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,
104. dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil : “Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur-baur (dengan musuh-musuhmu)’.
105. Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya dan (Al Qur’an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus kamu (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
106. Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya secara bertahap.
107. Katakanlah (Muhammad) : “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila (Al Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah sambil bersujud,
108. dan mereka berkata : “Maha Suci Tuhan kami; “sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terpenuhi”.
109. Dan mereka meyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.
110. Katakanlah (Muhammad) : “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma’ul Husna) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu”.
111. Dan katakanlah : “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula yang memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan seagung-agungnya.
Masud CHATIM bin Muh. CHATIM bin YAHYA bin
MUHTAROM (Bani MUHTAROM )
mic.ok1214@gmail.com
Rabu, 05 Agustus 2009
SURAT KE : 16 AN NAHAL ( LEBAH )
Surat An Nahal ( Lebah )
Surat ke 16 : 128 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BUKTI BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN ALAM SEMESTA
Kepastian Hari Kiamat Dan Kebenaran Wahyu
01. Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
02. Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya (dengan berfirman) yaitu : “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak disembah) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.
Alam Itu Merupakan Suatu Kesatuan Yang Membuktikan Kekuasaan Maha Pencipta
03. Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.
04. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
05. Dan Dia telah menciptakan hewan ternak untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
06. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat pengembalaan)
07. Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
08. dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.
09. Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan diantaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua ( ke jalan yang benar)
10. Dia-lah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebahagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu mengembalakan ternakmu.
11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasan Allah) bagi kaum yang yang berfikir.
12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang mengerti,
13. dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang megambil pelajaran.
14. Dan Dia-lah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebahagian karunia-Nya, dan agar kamu sekalian bersyukur.
15. Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar supaya bumi itu tidak bergoncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.
17. Maka apakah (allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat mencuiptakan (apa-apa) ? Mengapa kamu tidak menghambil pelajaran ?
18. Dan jika kamu menghitung-hitung ni’amat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
19. Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan.
20. Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.
21. (Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.
Ketakaburan Menjadikan Seseorang Ingkar Kepada Kebenaran
22. Tuhan kamu Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
23. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesunggunhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
24. Dan apabila dikatakan kepada mereka : “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu ?” Mereka menjawab ; “Dongeng–dongengan orang-orang dahulu,
25. (ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.
Orang Yang Berbuat Mungkar Pasti Mengalami Kehancuran
26. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.
27. Kemudian Allah menghianakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman : “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang yang beriman) ?” Berkatalah orang-orang yang diberi ilmu ; “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan kepada orang-orang yang kafir”,
28. (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata) ; “Kami tidak ada (pernah) mengerjakan sesuatu kejahatanpun” (Malaikat menjawab) ; “Ada (pernah) ! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”.
29. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.
Balasan Bagi Orang-Orang Yang Bertakwa
30. Dan (kemudian) dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa ; “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu ?”. Mereka menjawab: “ Kebaikan”. Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
31. (yaitu) syurga-syurga “Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengaklir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (syurga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,
32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka) ; “Salamun ‘alaikum, masukklah ke dalam syurga karena apa yang telah kamu kerjakan”.
Orang Yang Binasa Karena Perbuatannya Sendiri
33. Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.
34. Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi (oleh azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
35. Dan berkatalah orang-orang musyrik ; “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)Nya”. Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanah Allah) dengan jelas.
Tiap-Tiap Umat Mempunyai Rasul Yang Diutus Untuk Menerangkan Kebenaran
36. Dan sesungguhnya Kami telah megutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “Sembahlah Allah dan jahuilah Thaghut”, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
37. Jika kamu (Muhammad) mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesugguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang disesatkan(Nya), dan mereka tidak mempunyai penolong.
38. Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh ; “Allah tidak akan membangkitkan orang-orang yang mati”. Tidak demikian. (pasti Allah akan membangkitkan) sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti,
39. agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berdusta.
40. Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya ; “Jadilah”. Maka jadilah sesuatu itu.
41. Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah stetelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui,
42. (yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu (Muhammad), melainkan orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
44. (mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Adz-Dzuikr (Al Qur’an) kepadamu, agar kamu menerangkan kepada manusia apa yag telah diturunkan kepada mereka, dan agar mereka memikirkan,
45. maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,
46. atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),
47. atau Allah mengazab mereka dengan berangyur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
48. Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.
49. Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
50. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
Manusia Yang Dalam Keadaan Terjepit Ingat Kembali Kepada Allah
51. Dan Allah berfirman : “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu sekalian takut.
52. Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah ?
53. Dan segala ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepadaNya-lah kamu meminta pertologan.
54. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebahagaian daripada kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain),
55. biarlah mereka mengingkari ni’mat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
56. Dan mereka menyediakan sebahagaian dari rezki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
57. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki)
58. Dan apabila salah seorang mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah,
59. dia menyembunyikan diri dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan menguburkan ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alagkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
60. Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak Wajarnya Sikap Orang-Orang Musyrik Menisbahkan Sesuatu Kepada Allah
61. Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkanNya (di muka bumi) sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.
62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa neraka-lah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).
63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah megutus (rasul-rasul) kepada umat sebelum kamu (Muhammad), tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka dia (syaitan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
64. Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al Qur’an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Segi-Segi Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Kehidupan Alam Semesta.
65. Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
66. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
67. Dan dari buah korma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezki yang yang baik. Sesungguhnya pada yang demkian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.
68. Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah ; “Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, dipohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
69. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bernacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesarabn Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
70. Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu atas sebahagian yang yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama-sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni’mat Allah.
72. Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan dari pasanganmu anak dan cucu bagimu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah ?
73. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (berbuat apa-pun)
74. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
75. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu apapun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menginfakkan sebahagian rezki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu ? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.
76. Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban atas penanggungnya, kemana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus ?
77. Dan milik Allah-lah (segala) yang tersembunyi dilangit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejab mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
79. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
80. Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawanya) pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan kesemuanya sampai waktu (tertentu).
81. Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)
82. Maka jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan cara terang.
83. Mereka mengetahui ni’mat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah.
Tiap-Tiap Rasul Menjadi Saksi Atas Umatnya Di Hari Akhirat
84. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.
85. Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.
86. Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata : “Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari pada Engkau”. Lalu sekutu-sekutu mereka menyatakan kepada mereka, “Kamu benar-benar orang yang dusta”.
87. Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
88. Orang-orang yang kafir menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
89. Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).
Pokok-Pokok Akhlak Yang Baik
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan, Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
91. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antara kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
93. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Tatapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
94. Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antara kamu, yang menyebabkan kaki(mu) sesudah( kokoh) tegaknya, dan kamu akan merasakan keburukan ( di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar.
95. Dan janganlah kamu tukar perjanjian dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
96. Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
97. Barangsiapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
98. Maka apabila kamu (Muhammad) membaca Al Qur’an, hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan-syaitan yang terkutuk.
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertakwalah kepada Tuhan.
100. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
Allah Lebih Mengetahui Apa Yang Bermanfaat Dan Yang Sesuai Dengan Suatu Masa.
101. Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkankan-Nya, mereka berkata : “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja”. Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui.
102. Katakanlah : “Ruhiul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
103. Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata : “Sesungguhnya Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, sedangkan Al Qur’an adalah bahasa Arab yang jelas.
Orang Yang Jauh Dari Hidayah Allah
104. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pembohong.
106. Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan medapat azab yang besar.
107. Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang yang kafir.
108. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
109. Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.
110. Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
111. (Ingatlah pada hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap diri disempurnakan (balasan) sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak di zalimi (dirugikan)
112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman tenteram, rezkinya datang kepadanya berlimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang yang mereka perbuat.
113. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim.
Makanan Yang Halal Dan Yang Haram
114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
116. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ; “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesugguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.
117. (itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
118. Dan terhadap orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceriterakan dahulu kepadamu (Muhammad). Kami tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
119. Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang telah mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya) ; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nabi Ibrahim A.S. Adalah Teladan Yang Baik
120. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali dia bukanlah termasuk orang yang musyrik (yang mempersekutukan Allah),
121. dia mensyukuri ni’mat-ni’maty-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjuknya ke jalan yang lurus.
122. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang shaleh.
123. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammmad) : “Ikutlah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang yang musyrik”.
124. Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang-orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
Dasar-Dasar Da’wah Dan Sikap Islam Terhadap Lawan
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
126. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
127. Dan bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Masud CHATIM
mic.ok1214@gmail.com
Surat ke 16 : 128 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BUKTI BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN ALAM SEMESTA
Kepastian Hari Kiamat Dan Kebenaran Wahyu
01. Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
02. Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya (dengan berfirman) yaitu : “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak disembah) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.
Alam Itu Merupakan Suatu Kesatuan Yang Membuktikan Kekuasaan Maha Pencipta
03. Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.
04. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
05. Dan Dia telah menciptakan hewan ternak untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
06. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat pengembalaan)
07. Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
08. dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.
09. Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan diantaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua ( ke jalan yang benar)
10. Dia-lah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebahagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu mengembalakan ternakmu.
11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasan Allah) bagi kaum yang yang berfikir.
12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang mengerti,
13. dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang megambil pelajaran.
14. Dan Dia-lah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebahagian karunia-Nya, dan agar kamu sekalian bersyukur.
15. Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar supaya bumi itu tidak bergoncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.
17. Maka apakah (allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat mencuiptakan (apa-apa) ? Mengapa kamu tidak menghambil pelajaran ?
18. Dan jika kamu menghitung-hitung ni’amat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
19. Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan.
20. Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.
21. (Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.
Ketakaburan Menjadikan Seseorang Ingkar Kepada Kebenaran
22. Tuhan kamu Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
23. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesunggunhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
24. Dan apabila dikatakan kepada mereka : “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu ?” Mereka menjawab ; “Dongeng–dongengan orang-orang dahulu,
25. (ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.
Orang Yang Berbuat Mungkar Pasti Mengalami Kehancuran
26. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.
27. Kemudian Allah menghianakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman : “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang yang beriman) ?” Berkatalah orang-orang yang diberi ilmu ; “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan kepada orang-orang yang kafir”,
28. (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata) ; “Kami tidak ada (pernah) mengerjakan sesuatu kejahatanpun” (Malaikat menjawab) ; “Ada (pernah) ! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”.
29. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.
Balasan Bagi Orang-Orang Yang Bertakwa
30. Dan (kemudian) dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa ; “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu ?”. Mereka menjawab: “ Kebaikan”. Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
31. (yaitu) syurga-syurga “Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengaklir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (syurga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,
32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka) ; “Salamun ‘alaikum, masukklah ke dalam syurga karena apa yang telah kamu kerjakan”.
Orang Yang Binasa Karena Perbuatannya Sendiri
33. Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.
34. Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi (oleh azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
35. Dan berkatalah orang-orang musyrik ; “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)Nya”. Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanah Allah) dengan jelas.
Tiap-Tiap Umat Mempunyai Rasul Yang Diutus Untuk Menerangkan Kebenaran
36. Dan sesungguhnya Kami telah megutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “Sembahlah Allah dan jahuilah Thaghut”, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
37. Jika kamu (Muhammad) mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesugguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang disesatkan(Nya), dan mereka tidak mempunyai penolong.
38. Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh ; “Allah tidak akan membangkitkan orang-orang yang mati”. Tidak demikian. (pasti Allah akan membangkitkan) sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti,
39. agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berdusta.
40. Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya ; “Jadilah”. Maka jadilah sesuatu itu.
41. Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah stetelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui,
42. (yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu (Muhammad), melainkan orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
44. (mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Adz-Dzuikr (Al Qur’an) kepadamu, agar kamu menerangkan kepada manusia apa yag telah diturunkan kepada mereka, dan agar mereka memikirkan,
45. maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,
46. atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),
47. atau Allah mengazab mereka dengan berangyur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
48. Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.
49. Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
50. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
Manusia Yang Dalam Keadaan Terjepit Ingat Kembali Kepada Allah
51. Dan Allah berfirman : “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu sekalian takut.
52. Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah ?
53. Dan segala ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepadaNya-lah kamu meminta pertologan.
54. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebahagaian daripada kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain),
55. biarlah mereka mengingkari ni’mat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
56. Dan mereka menyediakan sebahagaian dari rezki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
57. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki)
58. Dan apabila salah seorang mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah,
59. dia menyembunyikan diri dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan menguburkan ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alagkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
60. Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak Wajarnya Sikap Orang-Orang Musyrik Menisbahkan Sesuatu Kepada Allah
61. Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkanNya (di muka bumi) sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.
62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa neraka-lah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).
63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah megutus (rasul-rasul) kepada umat sebelum kamu (Muhammad), tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka dia (syaitan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
64. Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al Qur’an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Segi-Segi Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Kehidupan Alam Semesta.
65. Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
66. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
67. Dan dari buah korma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezki yang yang baik. Sesungguhnya pada yang demkian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.
68. Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah ; “Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, dipohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
69. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bernacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesarabn Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
70. Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu atas sebahagian yang yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama-sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni’mat Allah.
72. Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan dari pasanganmu anak dan cucu bagimu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah ?
73. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (berbuat apa-pun)
74. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
75. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu apapun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menginfakkan sebahagian rezki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu ? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.
76. Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban atas penanggungnya, kemana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus ?
77. Dan milik Allah-lah (segala) yang tersembunyi dilangit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejab mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
79. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
80. Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawanya) pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan kesemuanya sampai waktu (tertentu).
81. Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)
82. Maka jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan cara terang.
83. Mereka mengetahui ni’mat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah.
Tiap-Tiap Rasul Menjadi Saksi Atas Umatnya Di Hari Akhirat
84. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.
85. Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.
86. Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata : “Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari pada Engkau”. Lalu sekutu-sekutu mereka menyatakan kepada mereka, “Kamu benar-benar orang yang dusta”.
87. Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
88. Orang-orang yang kafir menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
89. Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).
Pokok-Pokok Akhlak Yang Baik
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan, Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
91. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antara kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
93. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Tatapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
94. Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antara kamu, yang menyebabkan kaki(mu) sesudah( kokoh) tegaknya, dan kamu akan merasakan keburukan ( di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar.
95. Dan janganlah kamu tukar perjanjian dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
96. Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
97. Barangsiapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
98. Maka apabila kamu (Muhammad) membaca Al Qur’an, hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan-syaitan yang terkutuk.
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertakwalah kepada Tuhan.
100. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
Allah Lebih Mengetahui Apa Yang Bermanfaat Dan Yang Sesuai Dengan Suatu Masa.
101. Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkankan-Nya, mereka berkata : “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja”. Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui.
102. Katakanlah : “Ruhiul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
103. Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata : “Sesungguhnya Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, sedangkan Al Qur’an adalah bahasa Arab yang jelas.
Orang Yang Jauh Dari Hidayah Allah
104. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pembohong.
106. Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan medapat azab yang besar.
107. Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang yang kafir.
108. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
109. Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.
110. Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
111. (Ingatlah pada hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap diri disempurnakan (balasan) sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak di zalimi (dirugikan)
112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman tenteram, rezkinya datang kepadanya berlimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang yang mereka perbuat.
113. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim.
Makanan Yang Halal Dan Yang Haram
114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
116. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ; “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesugguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.
117. (itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
118. Dan terhadap orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceriterakan dahulu kepadamu (Muhammad). Kami tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
119. Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang telah mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya) ; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nabi Ibrahim A.S. Adalah Teladan Yang Baik
120. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali dia bukanlah termasuk orang yang musyrik (yang mempersekutukan Allah),
121. dia mensyukuri ni’mat-ni’maty-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjuknya ke jalan yang lurus.
122. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang shaleh.
123. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammmad) : “Ikutlah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang yang musyrik”.
124. Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang-orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
Dasar-Dasar Da’wah Dan Sikap Islam Terhadap Lawan
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
126. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
127. Dan bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Masud CHATIM
mic.ok1214@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)