Surat Al Hijr (Nama Daerah di antara Madinah dan Syiria)
Surat ke : 15 ; 99 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
JAMINAN ALLAH TERHADAP KEMURNIAN AL QUR’AN DAN KEJAYAAN ISLAM
01. Alif laam raa. (Surat) ini adalah (sebahagian dari) ayat-ayat Al Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan.
JUZ 14
02. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
03. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan di lalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)
04. Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya.
05. Tidak ada suatu umat-pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).
06. Mereka berkata : “Hai orang yang diturunkannya Al Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar orang gila”.
07. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar ?”
08. Kami (Allah) tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberikan penangguhan.
09. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
10. Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu (Muhammad) kepada umat-umat yang terdahulu.
11. Dan setiap kali datang kepada mereka seorang rasul, mereka selalu mengolok-olokannya.
12. Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olokan itu) ke dalam hati orang yang berdosa,
13. mereka tidak beriman kepadanya (Al Qur’an) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang terdahulu.
14. Dan kalau Kami bukakan salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,
15. tentulah mereka berkata; “Sesungguhnya pandangan kamilah yang di kaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir”.
KEKUASAAN ALLAH MELIPUTI ALAM SEMESTA
16. Dan sesungguhnya Kami menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),
17. dan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) syaitan yang terkutuk,
18. kecuali (syaitan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.
19. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
20. Dan Kami telah menjadikan untukmupadanya (di bumi) keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk, yang kamu bukan pemberi rezkinya.
21. Dan tidak ada sesuatu–pun, melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.
22. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turukan air (hujan) dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
23. Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.
24. Dan sesungguhnya kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang kemudian.
25. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang akan mengumpulkan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
PANDANGAN ISLAM TENTANG KEJADIAN MANUSIA
28. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk
29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
30. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
31. kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama para malaikat yang sujud itu
32. Dia (Allah) berfirman : “ Hai Iblis ! Apa sebabya kamu (tidak ikut) sujud bersama orang-orang yang sujud ?”
33. Ia (iblis) menjawab : “ Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
34. Dia (Allah) berfirman : “Keluarlah dari syurga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
35. dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat”.
36. Ia (Iblis) berkata : “Ya Tuhanku (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”.
37. Dia (Allah) berfirman : “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,
38. sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)”
39. Ia (Iblis) berkata : “Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (perbuatan ma’siat) tersa indah bagi mereka di bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
40. kecuali hamba-hambamu yang mukhlas (terpilih) di antara mereka”.
41. Dia (Allah) berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku”.
42. Sesungguhnya bagimu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.
43. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan untuk mereka (pengikut syaitan) semuanya,
44. (Jahannam) itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
RAHMAT ALLAH BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA
45. Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam syurga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
46. (Allah berfirman) : “Masuklah ke dalamnya dengan selamat-sejahtera lagi aman”.
47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
48. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan daripadanya.
49. Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
50. dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
KISAH BEBERAPA ORANG NABI
Kisah Nabi Ibrahim A.S. Dengan Tamunya.
51. Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat).
52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan “salam”. Dia (Ibrahim) berkata : “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”.
53. (Mereka) berkata : “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim (Ismail)”.
54. Dia (Ibrahim) berkata : “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut ?”
55. Mereka menjawab : “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.
56. Ibrahim berkata : “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat”.
57. Dia (Ibrahim) berkata : “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan ?”
58. (Mereka) menjawab ; “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa, Kisah Nabi Luth A.S.
59. kecuali para pengikut Luth. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya,
60. kecuali isterinya, Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama dengan orang-orang kafir lainnya)”.
61. Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut-pengikutnya,
62. ia berkata : “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”.
63. (Para utusan) menjawab : “Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalau mereka dustakan.
64. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami orang-orang yang benar.
65. Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Janganlah seorang dianatara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu”.
66. Dan telah Kami tetapkan kepadanya (Luth) keputusan itu, bahwa mereka akhirnya akan di tumpas habis pada waktu subuh.
67. Dan datangklah pendduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.
68. Dia (Luth) berkata : “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu mempermalukan aku,
69. dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”
70. (Mereka) berkata ; “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia ?
71. Dia (Luth) berkata : “Mereka itulah putri-putri (negeriku)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat”.
72. (Allah berfirman) ; “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)”.
73. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit,
74. maka Kami jungkir-balikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
75. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda.
76. Dan sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (di lalui manusia)
77. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
Kisah Kaum Nabi Syuaib A.S.
78. Dan sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,
79. maka Kami binasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang
Kisah Kaum Tsamud
80. Dan sesungguhnya penduduk Negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka)
81. dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya,
82. dan mereka memahat dari gunung-gunung batu sebagai rumah (yang didiami) dengan aman.
83. Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras mengguntur pada pagi hari,
84. maka tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.
85. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara ke duanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sesungguhnya saat (Kiamat) itu pasti akan datang, maka ma’afkanlah mereka dengan cara yang baik.
86. Dan ssesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
ANUGERAH ALLAH YANG TERBESAR DAN PERINTAHNYA KEPADA
NABI MUHAMMAD S.,A.W.
87. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (di baca) berulang-ulang dan Al Qur’an yang agung.
88. Jangan sekali-kali kamu (Muhammad) menujukan pandanganmu kepada keni’matan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir) dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.
89. Dan katankanlah (Muhammad) ; “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas”.
90. Sebagaimana (Kami telah telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang mebagi-bagi (KitabAllah)
91. (yaitu) orang–orang yang telah menjadikan Al Qur’an itu terbagi-bagi
92. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,
93. tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
94. Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.
95. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)
96. (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah; mereka kelak akan mengetahui (akibatnya)
97. Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
98. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),
99. dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
Masud CHATIM
mic.ok1214@gmail.com
Selasa, 28 Juli 2009
Senin, 27 Juli 2009
SURAT KE 14 IBRAHIM ( NABI IBRAHIM A.S. )
Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
Surat Ke 14 ; 52 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
WAHYU ILAHI MENGHAPUS KEGELAPAN
Al Qur’an Menunjuki Semua Umat Ke Jalan Yang Terang
01. Alif laam raa, (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
02. Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan apa yang Ada di bumi. Celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,
03. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan meginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
Musa A.S. Dan Rasul-Rasul Sebelum Nabi Muhammad S.A.W. Adalah Pemimpin Kaum Mereka Masing-Masing
04. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
05. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya) ; “Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
06. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya; “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir’aun; mereka menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih, dan menyembelih anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu”.
07. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Allah akan menambah (ni’mat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
SIKAP UMAT MANUSIA MENGHADAPI AJARAN RASUL
Tiap Kebenaran Pada Permulaannya Ditolak
08. Dan Musa berkata : “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya menginkari (ni’mat-Ku) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
09. Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti (yang nyata) lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka (karena kebencian) dan berkata ; “Sesungguhnya kami mengingkari akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami) dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami:.
10. Berkata rasul-rasul mereka : “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi ? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan. Mereka berkata ; “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata”.
11. Rasul-rasul mereka berkata; “Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mu’min bertawakal.
12. Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri”.
Akibat Yang Diderita Oleh Kaum Yang Menolak Kebenaran
13. Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka; “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada ,mereka; “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,
14. dan Kami pasti akan menempatkan di negeri negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”
15. Dan mereka memohon diberi kemenangan (atas musuh musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang dan keras kepala,
16. di hadapannya ada neraka Jahannam dan dia diberi minuman dengan air nanah,
17. diminumnya air nanah itu dan hampir tidak dapat menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati ; dan dihadapannya masih ada azab yang berat.
18. Perumpamaan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia) Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
19. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak ? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu),
20. dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.
21. Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap kehadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong ; “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu nmengindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja ?” Mereka menjawab ; “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu.Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.
PENGAKUAN SYAITAN SETELAH ALLAH MENJATUHKAN KEPUTUSANNYA YANG TERAKHIR
22. Dan syaitan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan; “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kakuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, dan kamupun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
23. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (syurga) itu ialah “salam”.
PERUMPAMAAN TENTANG KEBENARAN DAN KEBATHILAN
24. Tdakkah kamu perhatikan bagimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit.
25. (pohon itu) memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (di dunia dan di akhitrat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
TINDAKAN-TINDAKAN PEMIMPIN YANG MENYEBABKAN KEHANCURAN PENGIKUT PENGIKUTNYA
28. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar ni’mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan ?,
29. yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
30. Dan mereka (orang-orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad) : “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka”.
31. Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman; “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menginfakkan sebahagian rezki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”.
Beberapa Ni’mat Allah Yang Dilimpahkan Kepada Hamba-Hamba-Nya
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air (hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sugai-sungai.
33. Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitug ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakan (hitungannya). Sesugguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah)
PERMOHONAN-PERMOHONAN NABI IBRAHIM A.S.
35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : « Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
36. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk gologanku, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
37. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah sebahagian hati manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
38. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami tampakkan ; dan tidak ada sesuatu apa-pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ima’il dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do’a.
40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-ku.
41. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)
HUKUM TERHADAP PENANTANG ALLAH
Orang Yang Zalim Pasti Dapat Azab
42. Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
43. mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepala mereka, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.
44. Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim : “Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatankan) : « Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (ketika di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa ?
45. dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menzolimi diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan ».
Segala Makar Akan Gagal
46. Dan sesungguhnya, mereka telah membuat makar (tipu daya) padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) makar mereka. Dan sesungguhnya makar mereka (amat besar) sehingga mampu melenyapkan gunung-gunung.
47. Maka karena itu jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan.
48. (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Masyhar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
49. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat denga belenggu.
50. Pakaian mereka dari cairan aspal (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,
51. agar Allah memberi balasan kepada setiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yag sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, agar supaya mereka mengetaui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
Masud CHATIM®
mic.ok1214@gmail.com
Surat Ke 14 ; 52 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
WAHYU ILAHI MENGHAPUS KEGELAPAN
Al Qur’an Menunjuki Semua Umat Ke Jalan Yang Terang
01. Alif laam raa, (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
02. Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan apa yang Ada di bumi. Celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,
03. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan meginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
Musa A.S. Dan Rasul-Rasul Sebelum Nabi Muhammad S.A.W. Adalah Pemimpin Kaum Mereka Masing-Masing
04. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
05. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya) ; “Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
06. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya; “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir’aun; mereka menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih, dan menyembelih anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu”.
07. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Allah akan menambah (ni’mat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
SIKAP UMAT MANUSIA MENGHADAPI AJARAN RASUL
Tiap Kebenaran Pada Permulaannya Ditolak
08. Dan Musa berkata : “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya menginkari (ni’mat-Ku) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
09. Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti (yang nyata) lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka (karena kebencian) dan berkata ; “Sesungguhnya kami mengingkari akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami) dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami:.
10. Berkata rasul-rasul mereka : “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi ? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan. Mereka berkata ; “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata”.
11. Rasul-rasul mereka berkata; “Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mu’min bertawakal.
12. Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri”.
Akibat Yang Diderita Oleh Kaum Yang Menolak Kebenaran
13. Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka; “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada ,mereka; “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,
14. dan Kami pasti akan menempatkan di negeri negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”
15. Dan mereka memohon diberi kemenangan (atas musuh musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang dan keras kepala,
16. di hadapannya ada neraka Jahannam dan dia diberi minuman dengan air nanah,
17. diminumnya air nanah itu dan hampir tidak dapat menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati ; dan dihadapannya masih ada azab yang berat.
18. Perumpamaan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia) Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
19. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak ? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu),
20. dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.
21. Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap kehadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong ; “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu nmengindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja ?” Mereka menjawab ; “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu.Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.
PENGAKUAN SYAITAN SETELAH ALLAH MENJATUHKAN KEPUTUSANNYA YANG TERAKHIR
22. Dan syaitan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan; “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kakuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, dan kamupun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
23. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (syurga) itu ialah “salam”.
PERUMPAMAAN TENTANG KEBENARAN DAN KEBATHILAN
24. Tdakkah kamu perhatikan bagimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit.
25. (pohon itu) memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (di dunia dan di akhitrat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
TINDAKAN-TINDAKAN PEMIMPIN YANG MENYEBABKAN KEHANCURAN PENGIKUT PENGIKUTNYA
28. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar ni’mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan ?,
29. yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
30. Dan mereka (orang-orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad) : “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka”.
31. Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman; “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menginfakkan sebahagian rezki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”.
Beberapa Ni’mat Allah Yang Dilimpahkan Kepada Hamba-Hamba-Nya
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air (hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sugai-sungai.
33. Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitug ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakan (hitungannya). Sesugguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah)
PERMOHONAN-PERMOHONAN NABI IBRAHIM A.S.
35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : « Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
36. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk gologanku, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
37. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah sebahagian hati manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
38. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami tampakkan ; dan tidak ada sesuatu apa-pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ima’il dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do’a.
40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-ku.
41. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)
HUKUM TERHADAP PENANTANG ALLAH
Orang Yang Zalim Pasti Dapat Azab
42. Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
43. mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepala mereka, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.
44. Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim : “Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatankan) : « Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (ketika di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa ?
45. dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menzolimi diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan ».
Segala Makar Akan Gagal
46. Dan sesungguhnya, mereka telah membuat makar (tipu daya) padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) makar mereka. Dan sesungguhnya makar mereka (amat besar) sehingga mampu melenyapkan gunung-gunung.
47. Maka karena itu jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan.
48. (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Masyhar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
49. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat denga belenggu.
50. Pakaian mereka dari cairan aspal (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,
51. agar Allah memberi balasan kepada setiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yag sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, agar supaya mereka mengetaui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
Masud CHATIM®
mic.ok1214@gmail.com
Minggu, 26 Juli 2009
SURAT KE 13 AR RA'D ( GURUH )
Surat Ar_Ra’d (Guruh)
Surat Ke 13 ; 43 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEBENARAN AL QUR’AN
Bukti Bukti Kekuasaan Allah Dan Kesempurnaan Ilmu-Nya
1. Alif Laam Miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al Qur’an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu adalah benar ; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)
2. Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menundukkan matahari dan bulan . Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Dia mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.
3. Dan Dia Yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.
4. Dan di bumi terdapat bahagian-bahagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur; tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang; disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
5. Dan jika kamu merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka ; “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru ?”. Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
6. Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.
7. Dan orang-orang kafir berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya ?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesutu ada ukurannya di sisi-Nya.
9. (Allah) Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
10. Sama saja (bagi Tuhan), siapa yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakka diri) di siang hari.
Kebangkitan Dan Keruntuhan Suatu Bangsa Tergantung Pada Sikap Dan Tindakan Mereka Sesndiri
11. Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu megikutinya bergiliran, di depan dan di belakngnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tdak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Tanda-Tanda Ke-Esa-an Allah S.W.T.
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.
13. Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya, (demikian pula ) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan hallintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantah tentang Allah, dan Dia-lah Yang Maha Keras siksa-Nya.
14. Hanya kepada Allah do’a yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa-pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak sampai ke mulutnya. Dan do’a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
15. Hanya kepada Allah-lah bersujud (patuh) segala apa yang ada di langit dan bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan bersujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.
16. Katakanlah (Muhammad) : “ Siapakah Tuhan langit dan bumi ?”. Katakanlah “Allah” Katakanlah : “ Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah : “Adakah sama orang yang buta dengan yang dapat ,melihat ? ataukah sama yang gelap dengan yang terang ? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka ?” Katakanlah : “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.
17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.
TIAP-TIAP MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA MASING-MASING.
Beberapa Sifat Dan Perbuatan Yang Mulia Dalam Islam.
18. Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
19. Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta ? Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
20. (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,
21. dan orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
22. Dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
23. (yaitu) syurga-syurga “Adn mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang yang shaleh dari nenek moyangnya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
24. (sambil mengucapkan); “Selamat sejahtrera atasmu karena kesabaranmu”. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.
Di Antara Sifat Dan Perbuatan Orang-Orang Yang Ingkar Kepada Allah
25. Dan orang-orang yang merusak janji Allah setelah dikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan; dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
26. Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)
27. Dan orang-orang kafir berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammmad) tanda (mu’jizat) dari Tuhannya ? “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertaubat kepada-Nya”,
Ketenteraman Hati Orang-Orang Yang Beriman serta Pembalasaan Bagi Mereka
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan megingat Allah. Ingatlah, hanya dengan megingat Allah hati menjadi tenteram.
29. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yangbaik.
PENGUTUSAN RASUL-RASUL KEPADA UMAT MANUSIA MERUPAKAN SUNNAH ALLAH Allah Mengutus Muhammad S.A.W. Kepada Umatnya Sebagaimana Dia Mengutus Rasul-Rasul Kepada Umat-Umat mereka.
30. Demikianlah, Kami telah mengutus kamu (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya berlalu beberapa umat, agar kamu bacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah ; “Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.
Al Qur’an Kitab Yang Menggoncangkan Duna.
31. Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al Qur’an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidaklah orang-orang yang beriman mengetahui sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman) tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah (penaklukan Mekkah). Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
Penentang-Penentang Rasul Pasti Akan Hancur
32. Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) telah diperolok-olokkan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu !.
33. Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain ?) Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah : “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu), sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh sayaitan) tipu daya mereka terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.
34. Bagi mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung dari (azab) Allah.
Gambaran Syurga
35. Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (ialah seperti taman) mengalir di bawahnya sungai-sungai; buahnya tak henti-henti dan teduh naungannya. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedangkan tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.
Orang Mu’min Menerima Al Qur’an Keseluruhannya
36. Dan orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang dikturunkan kepadamu (Muhammad) dan ada diantara golongan golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah : “Aku diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.
37. Dan demikanlah Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) itu sebagai peraturan (yang benar) dalam Bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong kamu dari (siksaan) Allah.
Hidup Berkeluarga Tidak Bertentangan Dengan Kerasulan
38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu’jizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).
Tiap-Tiap Masa Mempunyai Tantangan Dan Jawabannya Sendiri-Sendiri.
39. Allah menghapuskan dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan disisi-Nya terdapat Umul Kitab (Lauh Mahfuzh)
40. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebahagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.
41. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi (wilayahnya) itu (sedikit demi dedikit) dari tepi-tepinya ? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.
42. Dan sugguh orang-orang kafir sebelum mereka (Kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.
43. Dan orang-orang kafir berkata ; “Kamu (Muhammad) bukan seorang yang dijadikan rasul”,. Katakanlah : “Cukuplah Allah dan orang-orang yang mempunyai ilmu (tentang) Al Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu”.
Masud CHATIM
mic.ok1214@gmail.com
Surat Ke 13 ; 43 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEBENARAN AL QUR’AN
Bukti Bukti Kekuasaan Allah Dan Kesempurnaan Ilmu-Nya
1. Alif Laam Miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al Qur’an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu adalah benar ; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)
2. Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menundukkan matahari dan bulan . Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Dia mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.
3. Dan Dia Yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.
4. Dan di bumi terdapat bahagian-bahagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur; tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang; disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
5. Dan jika kamu merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka ; “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru ?”. Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
6. Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.
7. Dan orang-orang kafir berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya ?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesutu ada ukurannya di sisi-Nya.
9. (Allah) Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
10. Sama saja (bagi Tuhan), siapa yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakka diri) di siang hari.
Kebangkitan Dan Keruntuhan Suatu Bangsa Tergantung Pada Sikap Dan Tindakan Mereka Sesndiri
11. Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu megikutinya bergiliran, di depan dan di belakngnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tdak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Tanda-Tanda Ke-Esa-an Allah S.W.T.
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.
13. Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya, (demikian pula ) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan hallintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantah tentang Allah, dan Dia-lah Yang Maha Keras siksa-Nya.
14. Hanya kepada Allah do’a yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa-pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak sampai ke mulutnya. Dan do’a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
15. Hanya kepada Allah-lah bersujud (patuh) segala apa yang ada di langit dan bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan bersujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.
16. Katakanlah (Muhammad) : “ Siapakah Tuhan langit dan bumi ?”. Katakanlah “Allah” Katakanlah : “ Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah : “Adakah sama orang yang buta dengan yang dapat ,melihat ? ataukah sama yang gelap dengan yang terang ? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka ?” Katakanlah : “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.
17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.
TIAP-TIAP MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA MASING-MASING.
Beberapa Sifat Dan Perbuatan Yang Mulia Dalam Islam.
18. Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
19. Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta ? Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
20. (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,
21. dan orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
22. Dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
23. (yaitu) syurga-syurga “Adn mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang yang shaleh dari nenek moyangnya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
24. (sambil mengucapkan); “Selamat sejahtrera atasmu karena kesabaranmu”. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.
Di Antara Sifat Dan Perbuatan Orang-Orang Yang Ingkar Kepada Allah
25. Dan orang-orang yang merusak janji Allah setelah dikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan; dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
26. Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)
27. Dan orang-orang kafir berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammmad) tanda (mu’jizat) dari Tuhannya ? “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertaubat kepada-Nya”,
Ketenteraman Hati Orang-Orang Yang Beriman serta Pembalasaan Bagi Mereka
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan megingat Allah. Ingatlah, hanya dengan megingat Allah hati menjadi tenteram.
29. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yangbaik.
PENGUTUSAN RASUL-RASUL KEPADA UMAT MANUSIA MERUPAKAN SUNNAH ALLAH Allah Mengutus Muhammad S.A.W. Kepada Umatnya Sebagaimana Dia Mengutus Rasul-Rasul Kepada Umat-Umat mereka.
30. Demikianlah, Kami telah mengutus kamu (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya berlalu beberapa umat, agar kamu bacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah ; “Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.
Al Qur’an Kitab Yang Menggoncangkan Duna.
31. Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al Qur’an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidaklah orang-orang yang beriman mengetahui sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman) tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah (penaklukan Mekkah). Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
Penentang-Penentang Rasul Pasti Akan Hancur
32. Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) telah diperolok-olokkan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu !.
33. Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain ?) Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah : “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu), sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh sayaitan) tipu daya mereka terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.
34. Bagi mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung dari (azab) Allah.
Gambaran Syurga
35. Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (ialah seperti taman) mengalir di bawahnya sungai-sungai; buahnya tak henti-henti dan teduh naungannya. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedangkan tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.
Orang Mu’min Menerima Al Qur’an Keseluruhannya
36. Dan orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang dikturunkan kepadamu (Muhammad) dan ada diantara golongan golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah : “Aku diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.
37. Dan demikanlah Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) itu sebagai peraturan (yang benar) dalam Bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong kamu dari (siksaan) Allah.
Hidup Berkeluarga Tidak Bertentangan Dengan Kerasulan
38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu’jizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).
Tiap-Tiap Masa Mempunyai Tantangan Dan Jawabannya Sendiri-Sendiri.
39. Allah menghapuskan dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan disisi-Nya terdapat Umul Kitab (Lauh Mahfuzh)
40. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebahagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.
41. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi (wilayahnya) itu (sedikit demi dedikit) dari tepi-tepinya ? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.
42. Dan sugguh orang-orang kafir sebelum mereka (Kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.
43. Dan orang-orang kafir berkata ; “Kamu (Muhammad) bukan seorang yang dijadikan rasul”,. Katakanlah : “Cukuplah Allah dan orang-orang yang mempunyai ilmu (tentang) Al Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu”.
Masud CHATIM
mic.ok1214@gmail.com
Sabtu, 25 Juli 2009
SURAT KE 12 YUSUF ( NABI YUSUF A.S. )
Surat Yusuf
Surat Ke 12 ; 111 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH NABI YUSUF A.S.
Yusuf Bermimpi
01. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah).
02. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
03. Kami menceriterakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu termasuk orang-orang yang tidak mengetahui.
04. (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Hai ayahku ! Sesungguhnya aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.
05. Dia (ayahnya) berkata : “Hai anakku ! Janganlah kamu ceriterakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.
06. Dan demikianlah, Tuhan memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebahagian takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’kub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni’mat-Nya kepada kedua orang bapak (kakek)mu sebelum itu (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Yusuf Dengan Saudara-Saudaranya
07. Sesungguhnya ada tanda-tanda kekuasaaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
08. (yaitu) ketika mereka berkata : “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Benyamin) lebih dicintai oleh ayah dari pada kita, padahal kita adalah satu golongan (yag kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata,
09. bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik”
10. Seorang di antara mereka berkata : “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebahagian musafir, jika kamu hendak berbuat”
11. Mereka berkata : “ Hai ayah kami ! Mengapa kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesugguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.
12. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya”.
13. Dia (Ya’kub) berkata ; “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya”.
14. Mereka berkata : “Jika benar-benar mereka dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang rugi”.
15. Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya (Yusuf) : “kamu kelak akan menceriterakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari”.
16. Kemudian mereka datang (kembali) kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
17. Mereka berkata : “Hai ayah kami ! Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar”.
18. Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang dilumuri) darah palsu. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik (itulah kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceriterakan”.
19. Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya, dia berkata : “Oh, kabar gembira, ini seorang anak muda !”. Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Yusuf Mendapat Godan
20. Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.
21. Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya : “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut ia sebagai anak”. Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’wil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
22. Dan ketika dia telah cukup dewasa, Kami berikan hikmah dan ilmu. Demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
23. Dan wanita (Zulaikha) yangYusuf tinggal di rumahnya menggoda (Yusuf) untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan di menutup pintu-pintu, lalu berkata : “Marilah mendekat kepadaku”. Yusuf berkata : “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
24. Dan sesungguhnya wanita itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
25. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata ; “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap isterimu, kecuali dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksaan yang pedih ?”
26. Dia (Yusuf) berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya ; “Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu yang benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang dusta.
27. Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia Yusuf termasuk orang-orang yang benar”.
28. Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakanag, dia berkata ; “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat”.
29. 29 Hai Yusuf ! : “Berpaling (lupakanlah) ini, dan (isteriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena kamu termasuk orang yang bersalah”.
Yusuf Dipenjara
30. Dan perempuan-perempuan di kota berkata ; “Isteri Al ‘Azis menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata”.
31. Maka tatkala wanita (Zulaikha) itu mendengar cercaan mereka, diundanglah wanita-wanita itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka dan kepada masing-masing diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada) Yusuf ; “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Ketika wanita-wanita itu melihatnya, mereka terpesona kepada (ketampanan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) menggores (melukai) tangannya sendiri. Seraya berkata ; “Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini benar-benar malaikat yang mulia”.
32. Dia (isteri Al ‘Aziz) berkata : “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan., dan dia akan menjadi orang yang hina”.
33. Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku ! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipudaya mereka niscaya aku akan cenderung untuk ( memenuhi keinginan mereka) dann tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh”.
34. Maka Tuhan memperkenankan do’a Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
35. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
Da’wah Yusuf Dalam Penjara
36. Dan bersama dengan dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata : “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur”, dan yang lainnya berkata : “Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung”. Berikanlah kepada kami ta’wilnya. Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik.
37. Dia (Yusuf) berkata : “Makanan apa-pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan ta’wilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebahagian yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat,
38. dan aku mengikuti agama bapak-bapak (kakek)ku; Ibrahim, Ishak dan Ya’kub. Tidaklah pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa-pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
39. Hai kedua penghuni penjara ! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?
40. Kamu tidak menyembah yang selain selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
41. Hai kedua penghuni penjara; “Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebahagian kepalanya. Telah diputuskan (terjawab) perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.
42. Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua ; “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu”. Maka syaitan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam pejara beberapa tahun lamanya.
Ta’wil Yusuf Tentang Mimpi Raja
43. Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya) : “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk di makan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang yang terkemuka ! Terngkanlah kepadaku tentang ta’wil mimpiku itu jika kamu dapat mena’wilkan mimpi”.
44. Mereka menjawab ; “(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu mena’wilkan mimpi itu”.
45. Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya ; “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’wilkan mimpi itu, maka suruhlah aku (kepadanya)”.
46. (Setelah pelayan itu berjumpa Yusuf dia berseru) : “Yusuf ! Hai orang yang amat dipercaya. Terangkanlah kepada kami (ta’wil mimpi) tentang tujuh ekor sapi bertina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus-kurus, tujuh bulir (tangkai gandum) yang hijau dan (tujuh lainnya) yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengeytahuinya”.
47. (Yusuf) berkata : “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai (petik) hendaklah kamu biarkan (simpan) ditangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
49. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)”.
Yusuf Dibebaskan Dari Penjara
50. Dan raja berkata : “Bawalah dia kepadaku”. Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata ; “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Mengetahui tipu daya mereka”.
51. Dia (raja) berkata (kepada wanita-wanita itu) ; “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya ?” Mereka berkata ; “Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan daripadanya”. Isteri Al ‘Azizs berkata ; “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar”.
52. (Yusuf berkata) : “Yang demikian itu agar dia (Al ‘Azis) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak menghianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
54. Dan raja berkata : “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku”. Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata ; “ Sesungguhnya kamu (mulai ) hari ini menjadi orang di lingkungan kami yang berkedudukan tinggi dan dipercaya.
55. Dia (Yusuf) berkata : “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan”.
56. Dan demkianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri (Mesir) pergi ke mana saja yang ia kehendaki di bumi (Mesir) itu. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa saja yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Saudara-Saudaranya
58. Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.
59. Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, ia berkata : “Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu (Benyamin) , tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang baik ?
60. Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan janganlah kamu mendekatiku”.
61. Mereka berkata : “Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.
62. Dan dia (Yusuf) berkata kepada para bujang (pelayan)nya ; “Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi”.
63. Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Ya’kub) mereka berkata : “Hai ayah kami ! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya”.
64. Dia (Ya’kub) berkata : “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mepercayakan saudara saudaranya (Yusuf) kepadamu dahulu ?”. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.
65. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata; “Hai ayah kami ! Apa lagi yag kita iginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan mendapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)”.
66. Dia (Yusuf) berkata “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. Tatkala mereka memberikan janji mereka, dia (Yakub) berkata : “Allah adalah saksi terhadap yang apa yang kita ucapkan”.
67. Dan dia (Ya’kub) berkata :” Hai anak-anakku ! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menertapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal”.
68. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintah ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tidak dapat menolak sedikitpun takdir Allah, (akan tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Ya’kub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, (Yusuf) berkata; “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan kamu bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan”.
70. Maka tatkala telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala (tempat minuman) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, : “Hai kafilkah ! Sesungguhnya kamu adalah pencuri ?”.
71. Mereka menjawab, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh); “Kamu kehilangan barang apa ?”.
72. (Para penyeru itu) berkata : “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku mejamin terhadapnya”.
73. (saudara-saudara Yusuf) berkata; “Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri”.
74. Mereka berkata ; “Tetapi apa hukumannya jika kamu berbohong ?”
75. Mereka menjawab ; “Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah balasannya (tebusannya). Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang yag zalim”.
76. Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
77. Mereka berkata : “Jika dia mencuri, maka sesungguhnya sebelum itu saudranya pun pernah pula mencuri”. Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hati) ; “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sfatmu) dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu terangkan itu “.
78. Mereka berkata : “Wahai Al Aziz ! Dia mempunyai ayah yang sudah tua lanjut usianya, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik”.
79. (Dia) Yusuf) berkata : “ Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim”.
80. Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisisk-bisik, yang tertua di antara mereka berkata ; “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf ?. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri (Mesir) ini, sampai ayahku megizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.
81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah ; Hai ayah kami ! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak menjaga (mengetahui) apa yang dibalik itu.
82. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”.
83. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
84. Dan dia (Ya’kub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata ; “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. maka dia diam menahan amarah (terhadap anak-anakmnya).
85. Mereka berkata : “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengindap penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa”.
86. Dia (Ya’kub) menjawab ; Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.
88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata ; “Wahai Al Aziz ! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.
89. Dia (Yusuf) berkata; “Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu ?”.
90. Mereka berkata; “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf ?”. Yusuf menjawab ; “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunianya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik”.
91. Mereka berkata : “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)”.
92. Dia (Yusuf) berkata ; “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
93. Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu letakkanlah ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali, dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku”.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Kedua Orang Tuanya.
94. Dan ketika kafilah itu keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata : “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”.
95. Mereka (keluarganya) berkata ; “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.
96. Maka tatkala telah tiba pembawa berita itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’kub, lalu dia dapat melihat kembal. Dia (Ya’kub) berkata : “Tidakkah aku telah katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak megetahuinya”.
97. Mereka berkata : “Wahai ayah kami ! Mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”.
98. Ya’kub berkata : “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
99. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia (Yusuf) merangkul kedua orang tuanya seraya berkata ; “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”.
100. Daindia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata : “Wahai ayahku ! Inilah ta’wil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah mejadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Do’a Yusuf A.S.
101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'wil mimpi (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh”.
Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Kisah Yusuf A.S.
102. Itulah sebahagian berita ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada di sisi mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu daya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).
103. Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya
104. Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
105. Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.
106. Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukanNya.
107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka. Atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya ?
108. Katakanlah ( Muhammad) : “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.
109. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya ?
110. Sehinga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat di tolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.
111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukan ceritera yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Surat Ke 12 ; 111 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH NABI YUSUF A.S.
Yusuf Bermimpi
01. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah).
02. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
03. Kami menceriterakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu termasuk orang-orang yang tidak mengetahui.
04. (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Hai ayahku ! Sesungguhnya aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.
05. Dia (ayahnya) berkata : “Hai anakku ! Janganlah kamu ceriterakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.
06. Dan demikianlah, Tuhan memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebahagian takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’kub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni’mat-Nya kepada kedua orang bapak (kakek)mu sebelum itu (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Yusuf Dengan Saudara-Saudaranya
07. Sesungguhnya ada tanda-tanda kekuasaaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
08. (yaitu) ketika mereka berkata : “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Benyamin) lebih dicintai oleh ayah dari pada kita, padahal kita adalah satu golongan (yag kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata,
09. bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik”
10. Seorang di antara mereka berkata : “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebahagian musafir, jika kamu hendak berbuat”
11. Mereka berkata : “ Hai ayah kami ! Mengapa kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesugguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.
12. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya”.
13. Dia (Ya’kub) berkata ; “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya”.
14. Mereka berkata : “Jika benar-benar mereka dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang rugi”.
15. Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya (Yusuf) : “kamu kelak akan menceriterakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari”.
16. Kemudian mereka datang (kembali) kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
17. Mereka berkata : “Hai ayah kami ! Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar”.
18. Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang dilumuri) darah palsu. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik (itulah kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceriterakan”.
19. Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya, dia berkata : “Oh, kabar gembira, ini seorang anak muda !”. Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Yusuf Mendapat Godan
20. Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.
21. Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya : “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut ia sebagai anak”. Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’wil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
22. Dan ketika dia telah cukup dewasa, Kami berikan hikmah dan ilmu. Demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
23. Dan wanita (Zulaikha) yangYusuf tinggal di rumahnya menggoda (Yusuf) untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan di menutup pintu-pintu, lalu berkata : “Marilah mendekat kepadaku”. Yusuf berkata : “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
24. Dan sesungguhnya wanita itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
25. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata ; “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap isterimu, kecuali dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksaan yang pedih ?”
26. Dia (Yusuf) berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya ; “Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu yang benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang dusta.
27. Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia Yusuf termasuk orang-orang yang benar”.
28. Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakanag, dia berkata ; “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat”.
29. 29 Hai Yusuf ! : “Berpaling (lupakanlah) ini, dan (isteriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena kamu termasuk orang yang bersalah”.
Yusuf Dipenjara
30. Dan perempuan-perempuan di kota berkata ; “Isteri Al ‘Azis menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata”.
31. Maka tatkala wanita (Zulaikha) itu mendengar cercaan mereka, diundanglah wanita-wanita itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka dan kepada masing-masing diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada) Yusuf ; “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Ketika wanita-wanita itu melihatnya, mereka terpesona kepada (ketampanan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) menggores (melukai) tangannya sendiri. Seraya berkata ; “Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini benar-benar malaikat yang mulia”.
32. Dia (isteri Al ‘Aziz) berkata : “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan., dan dia akan menjadi orang yang hina”.
33. Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku ! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipudaya mereka niscaya aku akan cenderung untuk ( memenuhi keinginan mereka) dann tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh”.
34. Maka Tuhan memperkenankan do’a Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
35. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
Da’wah Yusuf Dalam Penjara
36. Dan bersama dengan dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata : “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur”, dan yang lainnya berkata : “Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung”. Berikanlah kepada kami ta’wilnya. Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik.
37. Dia (Yusuf) berkata : “Makanan apa-pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan ta’wilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebahagian yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat,
38. dan aku mengikuti agama bapak-bapak (kakek)ku; Ibrahim, Ishak dan Ya’kub. Tidaklah pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa-pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
39. Hai kedua penghuni penjara ! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?
40. Kamu tidak menyembah yang selain selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
41. Hai kedua penghuni penjara; “Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebahagian kepalanya. Telah diputuskan (terjawab) perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.
42. Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua ; “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu”. Maka syaitan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam pejara beberapa tahun lamanya.
Ta’wil Yusuf Tentang Mimpi Raja
43. Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya) : “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk di makan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang yang terkemuka ! Terngkanlah kepadaku tentang ta’wil mimpiku itu jika kamu dapat mena’wilkan mimpi”.
44. Mereka menjawab ; “(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu mena’wilkan mimpi itu”.
45. Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya ; “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’wilkan mimpi itu, maka suruhlah aku (kepadanya)”.
46. (Setelah pelayan itu berjumpa Yusuf dia berseru) : “Yusuf ! Hai orang yang amat dipercaya. Terangkanlah kepada kami (ta’wil mimpi) tentang tujuh ekor sapi bertina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus-kurus, tujuh bulir (tangkai gandum) yang hijau dan (tujuh lainnya) yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengeytahuinya”.
47. (Yusuf) berkata : “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai (petik) hendaklah kamu biarkan (simpan) ditangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
49. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)”.
Yusuf Dibebaskan Dari Penjara
50. Dan raja berkata : “Bawalah dia kepadaku”. Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata ; “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Mengetahui tipu daya mereka”.
51. Dia (raja) berkata (kepada wanita-wanita itu) ; “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya ?” Mereka berkata ; “Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan daripadanya”. Isteri Al ‘Azizs berkata ; “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar”.
52. (Yusuf berkata) : “Yang demikian itu agar dia (Al ‘Azis) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak menghianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
54. Dan raja berkata : “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku”. Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata ; “ Sesungguhnya kamu (mulai ) hari ini menjadi orang di lingkungan kami yang berkedudukan tinggi dan dipercaya.
55. Dia (Yusuf) berkata : “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan”.
56. Dan demkianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri (Mesir) pergi ke mana saja yang ia kehendaki di bumi (Mesir) itu. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa saja yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Saudara-Saudaranya
58. Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.
59. Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, ia berkata : “Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu (Benyamin) , tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang baik ?
60. Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan janganlah kamu mendekatiku”.
61. Mereka berkata : “Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.
62. Dan dia (Yusuf) berkata kepada para bujang (pelayan)nya ; “Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi”.
63. Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Ya’kub) mereka berkata : “Hai ayah kami ! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya”.
64. Dia (Ya’kub) berkata : “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mepercayakan saudara saudaranya (Yusuf) kepadamu dahulu ?”. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.
65. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata; “Hai ayah kami ! Apa lagi yag kita iginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan mendapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)”.
66. Dia (Yusuf) berkata “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. Tatkala mereka memberikan janji mereka, dia (Yakub) berkata : “Allah adalah saksi terhadap yang apa yang kita ucapkan”.
67. Dan dia (Ya’kub) berkata :” Hai anak-anakku ! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menertapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal”.
68. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintah ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tidak dapat menolak sedikitpun takdir Allah, (akan tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Ya’kub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, (Yusuf) berkata; “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan kamu bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan”.
70. Maka tatkala telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala (tempat minuman) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, : “Hai kafilkah ! Sesungguhnya kamu adalah pencuri ?”.
71. Mereka menjawab, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh); “Kamu kehilangan barang apa ?”.
72. (Para penyeru itu) berkata : “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku mejamin terhadapnya”.
73. (saudara-saudara Yusuf) berkata; “Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri”.
74. Mereka berkata ; “Tetapi apa hukumannya jika kamu berbohong ?”
75. Mereka menjawab ; “Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah balasannya (tebusannya). Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang yag zalim”.
76. Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
77. Mereka berkata : “Jika dia mencuri, maka sesungguhnya sebelum itu saudranya pun pernah pula mencuri”. Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hati) ; “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sfatmu) dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu terangkan itu “.
78. Mereka berkata : “Wahai Al Aziz ! Dia mempunyai ayah yang sudah tua lanjut usianya, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik”.
79. (Dia) Yusuf) berkata : “ Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim”.
80. Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisisk-bisik, yang tertua di antara mereka berkata ; “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf ?. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri (Mesir) ini, sampai ayahku megizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.
81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah ; Hai ayah kami ! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak menjaga (mengetahui) apa yang dibalik itu.
82. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”.
83. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
84. Dan dia (Ya’kub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata ; “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. maka dia diam menahan amarah (terhadap anak-anakmnya).
85. Mereka berkata : “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengindap penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa”.
86. Dia (Ya’kub) menjawab ; Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.
88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata ; “Wahai Al Aziz ! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.
89. Dia (Yusuf) berkata; “Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu ?”.
90. Mereka berkata; “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf ?”. Yusuf menjawab ; “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunianya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik”.
91. Mereka berkata : “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)”.
92. Dia (Yusuf) berkata ; “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
93. Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu letakkanlah ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali, dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku”.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Kedua Orang Tuanya.
94. Dan ketika kafilah itu keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata : “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”.
95. Mereka (keluarganya) berkata ; “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.
96. Maka tatkala telah tiba pembawa berita itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’kub, lalu dia dapat melihat kembal. Dia (Ya’kub) berkata : “Tidakkah aku telah katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak megetahuinya”.
97. Mereka berkata : “Wahai ayah kami ! Mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”.
98. Ya’kub berkata : “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
99. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia (Yusuf) merangkul kedua orang tuanya seraya berkata ; “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”.
100. Daindia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata : “Wahai ayahku ! Inilah ta’wil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah mejadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Do’a Yusuf A.S.
101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'wil mimpi (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh”.
Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Kisah Yusuf A.S.
102. Itulah sebahagian berita ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada di sisi mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu daya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).
103. Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya
104. Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
105. Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.
106. Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukanNya.
107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka. Atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya ?
108. Katakanlah ( Muhammad) : “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.
109. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya ?
110. Sehinga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat di tolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.
111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukan ceritera yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Jumat, 24 Juli 2009
SURAT KE 11 HUD (NABI HUD A.S.)
Hud (Nabi Hud A.S.)
Surah ke : 11 ; 123 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH
Perintah Menyembah Allah
01. Alif laam raa. (inilah) Kitab yang ayat-ayat disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
02. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,
03. dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikamatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa pada hari yang besar (Kiamat)
04. Kepada Allah-lah kamu kembali, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Perbedaan Sifat-Sifat Orang Kafir Dan Sifat-Sifat Orang Mu’min
05. Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
JUZ 12
06. Dan tidak ada suatu binatang melata di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)
07. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang yang lebih baik amalnya. Jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah); “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati”, niscaya orang kafir itu akan berkata; “Ini hanyalah sihir yang nyata”.
08. Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata; “Apakah yang menghalanginya ?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.
09. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahnmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut dari padanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
10. Dan jika Kami berikan kebahagian kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata; “Telah hilang bencana-bencana itu dari dari-ku”. Sesungguhnya dia merasa gembira dan bangga,
11. kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Kenbenaran Wahyu
12. Maka boleh jadi kamu (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan; “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (harta kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia malaikat ?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.
13. Bahkan mereka mengatakan ; “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al Qur’an itu”. Katakanlah : “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
14. Maka jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (Katakanlah olehmu) : “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah) ?”.
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan di dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan diragukan.
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.
17. Maka apakah (orang-orang kafir sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat ?. Mereka beriman kepadanya (Al Qur’an). Barangsiapa mengingkarinya (Al Qur’an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu terhadap Al Qur’an. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
18. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada sesuatu kebohongan terhadap Allah ? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata; “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang yang zalim’
19. (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki (agar supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.
20. Mereka tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) dan tidak ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengarkan (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya)
21. Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
22. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
23. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni-penghuni syurga, mererka kekal di dalamnya.
24. Perumpamaan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mu’min) seperti dua orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Adakah kedua golongan itu sama ? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ?.
Kisah Nabi Nuh a.s.
25. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dia berkata) ; “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
26. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sungguh aku khawatir kamu akan di timpa azab (pada ) hari yang sangat menyedihkan.
27. Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya; “Kami tidak melihat kamu, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti kamu, melainkan orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa-pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang-orang pendusta”.
28. Dia (Nuh) berkata : “ Hai kaumku ! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan paksakan kamu untuk menerinmanya, padahal kamu tidak menyukainya ?”
29. Dan (Nuh berkata) : Hai kaumku ! Aku tidak meminta harta kepadamu (sebagai upah) atas seruanku. Upahku hanyakalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
30. Dan (Nuh berkata) Hai kaumku ! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ? »
31. Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglklihatanmu ; « Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka ». Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya aku jika demikian termasuk orang-orang yang zalim.
32. Mereka berkata : « Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah berbantah-bantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasulk orang-orang yang benar ».
33. (Nuh) menjawab : « Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri.
34. Dan tidak bermanfa’at nasehatku kepadamu jika aku hendak memberi nasehat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu sekalian dikembalikan ».
35. Bahkan mereka (kaum Nuh yang kafir) itu berkata : « Dia Cuma mengada-ada saja ». Katakanlah (Nuh),Jika aku menmgada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat ».
36. Dan diwahyukan kepada (Nuh) ; « « Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.
37. Dan buatlah kapal-perahu itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan jangalah engkau bicara dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
38. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata ; “Jika kamu mengejek kami, maka kami(pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami)
39. Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab kekal.
40. Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman : “Muatkanlah kedalamnya ( kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan-betina) dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman “. Dan tidak beriman bersama Nuh kecuali sedikit.
41. Dan (Nuh) berkata : “Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anaknya itu) berada di tempat yang jauh terpencil; “Hai anakku ! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir”.
43. Dia (anaknya) menjawab ; “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah! “ (Nuh) berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah kecuali Allah Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah (anaknya) itu termasuk orang yang tenggelam.
44. Dan difirmankan : “Hai bumi telanlah air-mu dan wahai langit (hujan) berhentilah”. Dan air itupun disurutkan, dan perintahpun diselesaikan, dan kapal itupun berlabuh diatas Bukit Judi, dan dikatakan ; “Binasalah orang-orang yang zalim”.
45. Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata ; “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Dan Engkau adalah Hakim yang paling adil”.
46. Dia (Allah) berfirman : “Hai Nuh ! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak kamu ketahui (hakikatnya). Aku menasehatimu agar suapaya (kamu) tidak termasuk orang yang bodoh”
47. Dia (Nuh) berkata : “ Ya Tuhanku ! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada Kamu sesuatu yang aku tidak mengetaui (hakiatnya). Kalau Engkau tidak mengampuni-ku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepada-ku, niscaya aku akan termasuk orang yang rugi”.
48. Difirmankan : “Hai Nuh ! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mu’min) yang bersama-mu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian dia akan ditimpa azab yang pedih dari Kami”.
49. Itu adalah diantara berita-berita tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaum-mu sebelum ini. Maka bersabarlah, sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.
Kisah Nabi Hud a.s.
50. Dan kepada Kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata ; “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. (Selama ini) kamu hanya mengada-ada saja.
51. Hai kaumku ! Aku tidak meminta upah kepadamu atas (seruanku) ini, upahku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka apakah kamu tidak mengerti ?”
52. Dan (Hud berkata) : “Hai kaumku ! Mohonlah apmpun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang amat deras atas kamu, Dia akan memberikan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.”
53. Mereka (kaum ‘Ad) berkata : “Hai Hud ! Kamu tidak mendatangkan sesuatu bukti yang nyata kepada kami , dan kami tidak meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami sekali-kali tidak mempercayai kamu.
54. kami hanya mengatakan bahwa sebahagian sesembahan kami telah mendatangkan penyakit gila atas dirimu”. Dia (Hud) menjawab ; “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,
55. dengan yang lain-Nya, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi.
56. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satupun binatang melata melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di jalan yang lurus”.
57. Maka jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudharat kepada-Nya sedikit-pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
58. Dan tatkala azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (diakhirat) dari azab yang berat.
59. Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.
60. Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah kaum ‘Ad (yaitu) kaum Hud itu.
Kisah Nabi Shaleh a.s
61. Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Sahleh. Dia berkata : “ Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohon ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (do’a hamba-Nya)
62. Mereka (kaum Tsamud) berkata : “Hai Shaleh ! Sesungguhnya kamu sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa kamu melarang kami menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa (agama) yang kamu serukan kepada kami”.
63. Dia (Shaleh) berkata : “Hai kaumku ! Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya ? Maka kamu tidak menambah apapun kepadaku kecuali kerugian.
64. Dan hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mu’jizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.
65. Maka mereka membunuh unta itu, maka berkatalah (Shaleh) : “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”.
66. Maka ketika kepurtusan Kami datang, Kami selamatkan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
67. Dan satu suara yang keras mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
68. seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaun Tsamud.
Kisah Nabi Ibrahim a.s. Dan Nabi Luth a.s.
69. Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan : “Selamat” Dia (Ibrahim) menjawab ; “Selamat (atas kamu)”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang di panggang.
70. Maka ketika melihat tangannya tidak menjamahnya, di (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata ; “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth”.
71. Dan isterinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Ya’kub.
72. Dia (isterinya) berkata : “Sungguh ajaib, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan sudah tua pula ?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.
73. Mereka (para malaikat) berkata : “Mengapa kamu merasa heran tentang ketetapan Allah ? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait !’ Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.
74. Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia-pun bersoal-jawab dengan (para malaikat) Kami tentang Luth.
75. Sesungguhnya Ibrahin itu benar-benar seorang yang penyantun, lagi lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)
76. Hai Ibrahim ! Tinggalkanlah soal-jawab ini, sesungguhnya telah datang kertetapan Tuhanmu, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.
77. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena kedatangan mereka, dan dia berkata : “Ini adalah hari yang sangat sulit”.
78. Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka melakukan perbuatan keji. Luth berkata; “Hai kaumku ! Inilah puteri-puteri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertawakalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap temanku ini. Tidak adakah di antara kamu orang yang pandai ?”.
79. Mereka menjawab; “Sesungguhnya kamu pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap puteri-puterimu, dan kamu tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki”.
80. Dia (Luth) berkata : “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.
81. Mereka (para malaikat) berkata : “ Hai Luth ! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang-pun diantara kamu yang yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya sikasaan bagi mereka itu pada waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?’
82. Maka tatkala datang keputusan Kami, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar,
83. yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan sikasaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.
KISAH NABI SYU’AIB A.S.
84. Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata : “Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat)
85. Dan (Syu’aib berkata) : “Hai kaumku ! Cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
86. Sisa (keuntungan yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu”.
87. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! Apakah agamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki ? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi pandai”
88. Dia (Syu’aib) berkata : “Hai kaumku!. Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi rezki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya ?). Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
89. Dan hai kaumku : “Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menjadikan kamu berbuat dosa, hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud atau kaum shaleh, sedang kaum Luth tidak jauh (tempatnya) dari kamu.
90. Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
91. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam kamu, sedang kamu-pun bukan seorang yang berwibawa dilingkungan kami.
92. Dia (syu’aib) menjawab : “Hai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu dari pada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu (yang terabaikan) di belakangmu ? Sesungguhnya (pengetahuanku) meliputi apa yang kamu kerjakan.
93. Dan hai kaumku ! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (azab Tuhan. Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu”
94. Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
95. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah penduduk Madyan sebagimana kaum Tsamud (juga ) telah binasa.
KISAH NABI MUSA A.S.
96. Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata.,
97. kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun bukanlah (perintah) yang benar.
98. Dia (Fir’aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki.
99. Dan mereka diikuti dengan kutukan di (dunia) ini dan (beitu pula) di hari Kiamat. (Kutukan) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.
Pelajaran Dari Kisah-Kisah Beberapa Nabi.
100. Itu adalah sebahagian dari berita-berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceriterakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebahagian masih ada bekasnya dan ada (pula ) yang telah musnah.
101. Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan sesembahan yang mereka seru selain Allah, diwaktu azab Tuhan datang. Dan sesembahan itu tidak menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
102. Dan begitulah azab Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu banar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat Itulah hari (Kiamat) ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua mahluk).
104. Dan Kami tidak mengundurkannya, kecuali sampai waktu yang telah ditentukan.
105. Ketika hari itu datang, tidak seorangpun yang bebicara, melainkan dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.
106. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya (neraka) mereka menghempus dan menarik nafas (dengan merintih),
107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
108. Dan adapun orang-orang yang berbagahagia, maka (tempatnya) di dalam syurga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
109. Maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikitpun.
110. Dan sessungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al Qur’an)
111. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
112. Maka tetaplah kamu (Muhammad) (pada jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Meliahat apa yang kamu kerjakan.
113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
114. Dan dirikanlah shalat itu pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
115. Dan bersabarlah, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.
116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka. Dan orang–orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikaan.
118. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka selau berselisih pendapat,
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
120. Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceriterakan kepadamu (Muhammad) agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
121. Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman: “Berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya kami-pun berbuat (pula)”.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Surah ke : 11 ; 123 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH
Perintah Menyembah Allah
01. Alif laam raa. (inilah) Kitab yang ayat-ayat disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
02. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,
03. dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikamatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa pada hari yang besar (Kiamat)
04. Kepada Allah-lah kamu kembali, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Perbedaan Sifat-Sifat Orang Kafir Dan Sifat-Sifat Orang Mu’min
05. Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
JUZ 12
06. Dan tidak ada suatu binatang melata di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)
07. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang yang lebih baik amalnya. Jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah); “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati”, niscaya orang kafir itu akan berkata; “Ini hanyalah sihir yang nyata”.
08. Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata; “Apakah yang menghalanginya ?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.
09. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahnmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut dari padanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
10. Dan jika Kami berikan kebahagian kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata; “Telah hilang bencana-bencana itu dari dari-ku”. Sesungguhnya dia merasa gembira dan bangga,
11. kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Kenbenaran Wahyu
12. Maka boleh jadi kamu (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan; “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (harta kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia malaikat ?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.
13. Bahkan mereka mengatakan ; “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al Qur’an itu”. Katakanlah : “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
14. Maka jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (Katakanlah olehmu) : “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah) ?”.
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan di dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan diragukan.
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.
17. Maka apakah (orang-orang kafir sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat ?. Mereka beriman kepadanya (Al Qur’an). Barangsiapa mengingkarinya (Al Qur’an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu terhadap Al Qur’an. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
18. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada sesuatu kebohongan terhadap Allah ? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata; “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang yang zalim’
19. (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki (agar supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.
20. Mereka tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) dan tidak ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengarkan (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya)
21. Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
22. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
23. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni-penghuni syurga, mererka kekal di dalamnya.
24. Perumpamaan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mu’min) seperti dua orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Adakah kedua golongan itu sama ? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ?.
Kisah Nabi Nuh a.s.
25. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dia berkata) ; “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
26. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sungguh aku khawatir kamu akan di timpa azab (pada ) hari yang sangat menyedihkan.
27. Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya; “Kami tidak melihat kamu, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti kamu, melainkan orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa-pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang-orang pendusta”.
28. Dia (Nuh) berkata : “ Hai kaumku ! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan paksakan kamu untuk menerinmanya, padahal kamu tidak menyukainya ?”
29. Dan (Nuh berkata) : Hai kaumku ! Aku tidak meminta harta kepadamu (sebagai upah) atas seruanku. Upahku hanyakalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
30. Dan (Nuh berkata) Hai kaumku ! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ? »
31. Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglklihatanmu ; « Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka ». Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya aku jika demikian termasuk orang-orang yang zalim.
32. Mereka berkata : « Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah berbantah-bantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasulk orang-orang yang benar ».
33. (Nuh) menjawab : « Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri.
34. Dan tidak bermanfa’at nasehatku kepadamu jika aku hendak memberi nasehat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu sekalian dikembalikan ».
35. Bahkan mereka (kaum Nuh yang kafir) itu berkata : « Dia Cuma mengada-ada saja ». Katakanlah (Nuh),Jika aku menmgada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat ».
36. Dan diwahyukan kepada (Nuh) ; « « Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.
37. Dan buatlah kapal-perahu itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan jangalah engkau bicara dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
38. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata ; “Jika kamu mengejek kami, maka kami(pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami)
39. Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab kekal.
40. Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman : “Muatkanlah kedalamnya ( kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan-betina) dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman “. Dan tidak beriman bersama Nuh kecuali sedikit.
41. Dan (Nuh) berkata : “Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anaknya itu) berada di tempat yang jauh terpencil; “Hai anakku ! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir”.
43. Dia (anaknya) menjawab ; “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah! “ (Nuh) berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah kecuali Allah Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah (anaknya) itu termasuk orang yang tenggelam.
44. Dan difirmankan : “Hai bumi telanlah air-mu dan wahai langit (hujan) berhentilah”. Dan air itupun disurutkan, dan perintahpun diselesaikan, dan kapal itupun berlabuh diatas Bukit Judi, dan dikatakan ; “Binasalah orang-orang yang zalim”.
45. Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata ; “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Dan Engkau adalah Hakim yang paling adil”.
46. Dia (Allah) berfirman : “Hai Nuh ! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak kamu ketahui (hakikatnya). Aku menasehatimu agar suapaya (kamu) tidak termasuk orang yang bodoh”
47. Dia (Nuh) berkata : “ Ya Tuhanku ! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada Kamu sesuatu yang aku tidak mengetaui (hakiatnya). Kalau Engkau tidak mengampuni-ku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepada-ku, niscaya aku akan termasuk orang yang rugi”.
48. Difirmankan : “Hai Nuh ! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mu’min) yang bersama-mu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian dia akan ditimpa azab yang pedih dari Kami”.
49. Itu adalah diantara berita-berita tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaum-mu sebelum ini. Maka bersabarlah, sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.
Kisah Nabi Hud a.s.
50. Dan kepada Kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata ; “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. (Selama ini) kamu hanya mengada-ada saja.
51. Hai kaumku ! Aku tidak meminta upah kepadamu atas (seruanku) ini, upahku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka apakah kamu tidak mengerti ?”
52. Dan (Hud berkata) : “Hai kaumku ! Mohonlah apmpun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang amat deras atas kamu, Dia akan memberikan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.”
53. Mereka (kaum ‘Ad) berkata : “Hai Hud ! Kamu tidak mendatangkan sesuatu bukti yang nyata kepada kami , dan kami tidak meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami sekali-kali tidak mempercayai kamu.
54. kami hanya mengatakan bahwa sebahagian sesembahan kami telah mendatangkan penyakit gila atas dirimu”. Dia (Hud) menjawab ; “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,
55. dengan yang lain-Nya, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi.
56. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satupun binatang melata melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di jalan yang lurus”.
57. Maka jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudharat kepada-Nya sedikit-pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
58. Dan tatkala azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (diakhirat) dari azab yang berat.
59. Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.
60. Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah kaum ‘Ad (yaitu) kaum Hud itu.
Kisah Nabi Shaleh a.s
61. Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Sahleh. Dia berkata : “ Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohon ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (do’a hamba-Nya)
62. Mereka (kaum Tsamud) berkata : “Hai Shaleh ! Sesungguhnya kamu sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa kamu melarang kami menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa (agama) yang kamu serukan kepada kami”.
63. Dia (Shaleh) berkata : “Hai kaumku ! Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya ? Maka kamu tidak menambah apapun kepadaku kecuali kerugian.
64. Dan hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mu’jizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.
65. Maka mereka membunuh unta itu, maka berkatalah (Shaleh) : “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”.
66. Maka ketika kepurtusan Kami datang, Kami selamatkan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
67. Dan satu suara yang keras mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
68. seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaun Tsamud.
Kisah Nabi Ibrahim a.s. Dan Nabi Luth a.s.
69. Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan : “Selamat” Dia (Ibrahim) menjawab ; “Selamat (atas kamu)”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang di panggang.
70. Maka ketika melihat tangannya tidak menjamahnya, di (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata ; “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth”.
71. Dan isterinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Ya’kub.
72. Dia (isterinya) berkata : “Sungguh ajaib, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan sudah tua pula ?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.
73. Mereka (para malaikat) berkata : “Mengapa kamu merasa heran tentang ketetapan Allah ? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait !’ Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.
74. Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia-pun bersoal-jawab dengan (para malaikat) Kami tentang Luth.
75. Sesungguhnya Ibrahin itu benar-benar seorang yang penyantun, lagi lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)
76. Hai Ibrahim ! Tinggalkanlah soal-jawab ini, sesungguhnya telah datang kertetapan Tuhanmu, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.
77. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena kedatangan mereka, dan dia berkata : “Ini adalah hari yang sangat sulit”.
78. Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka melakukan perbuatan keji. Luth berkata; “Hai kaumku ! Inilah puteri-puteri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertawakalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap temanku ini. Tidak adakah di antara kamu orang yang pandai ?”.
79. Mereka menjawab; “Sesungguhnya kamu pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap puteri-puterimu, dan kamu tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki”.
80. Dia (Luth) berkata : “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.
81. Mereka (para malaikat) berkata : “ Hai Luth ! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang-pun diantara kamu yang yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya sikasaan bagi mereka itu pada waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?’
82. Maka tatkala datang keputusan Kami, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar,
83. yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan sikasaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.
KISAH NABI SYU’AIB A.S.
84. Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata : “Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat)
85. Dan (Syu’aib berkata) : “Hai kaumku ! Cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
86. Sisa (keuntungan yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu”.
87. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! Apakah agamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki ? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi pandai”
88. Dia (Syu’aib) berkata : “Hai kaumku!. Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi rezki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya ?). Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
89. Dan hai kaumku : “Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menjadikan kamu berbuat dosa, hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud atau kaum shaleh, sedang kaum Luth tidak jauh (tempatnya) dari kamu.
90. Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
91. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam kamu, sedang kamu-pun bukan seorang yang berwibawa dilingkungan kami.
92. Dia (syu’aib) menjawab : “Hai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu dari pada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu (yang terabaikan) di belakangmu ? Sesungguhnya (pengetahuanku) meliputi apa yang kamu kerjakan.
93. Dan hai kaumku ! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (azab Tuhan. Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu”
94. Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
95. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah penduduk Madyan sebagimana kaum Tsamud (juga ) telah binasa.
KISAH NABI MUSA A.S.
96. Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata.,
97. kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun bukanlah (perintah) yang benar.
98. Dia (Fir’aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki.
99. Dan mereka diikuti dengan kutukan di (dunia) ini dan (beitu pula) di hari Kiamat. (Kutukan) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.
Pelajaran Dari Kisah-Kisah Beberapa Nabi.
100. Itu adalah sebahagian dari berita-berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceriterakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebahagian masih ada bekasnya dan ada (pula ) yang telah musnah.
101. Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan sesembahan yang mereka seru selain Allah, diwaktu azab Tuhan datang. Dan sesembahan itu tidak menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
102. Dan begitulah azab Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu banar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat Itulah hari (Kiamat) ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua mahluk).
104. Dan Kami tidak mengundurkannya, kecuali sampai waktu yang telah ditentukan.
105. Ketika hari itu datang, tidak seorangpun yang bebicara, melainkan dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.
106. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya (neraka) mereka menghempus dan menarik nafas (dengan merintih),
107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
108. Dan adapun orang-orang yang berbagahagia, maka (tempatnya) di dalam syurga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
109. Maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikitpun.
110. Dan sessungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al Qur’an)
111. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
112. Maka tetaplah kamu (Muhammad) (pada jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Meliahat apa yang kamu kerjakan.
113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
114. Dan dirikanlah shalat itu pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
115. Dan bersabarlah, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.
116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka. Dan orang–orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikaan.
118. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka selau berselisih pendapat,
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
120. Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceriterakan kepadamu (Muhammad) agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
121. Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman: “Berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya kami-pun berbuat (pula)”.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Kamis, 23 Juli 2009
SURAT KE 10 YUNUS (NABI YUNUS A.S.)
Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
Surat ke : 10 ; 109 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA
Wahyu Dan Dasar-Dasar Kebenarannya
01. Aliif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah.
02. Patutkanh menjadi keheranan manusia bahwa Kami memberikan wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka; “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakankanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan”. Orang-orang kafir berkata : “Orang ini (Muhammad) benar-benar penyihir”.
03. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Ia bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang memberi syafa’at kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Maka apakhah kamu tidak mengambil pelajaran ?
04. Hanya kepada-Nyalah kamu semuanya kembali; sebagai janji yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dia-lah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkanya kembali setelah berbanghkit), agar Dia memberi balasan kepada oaring-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal shaleh) dengan adil. Dan untuk orang-orang afir disediakan meinuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
05. Dia-lah yang menjdikan matahari bersinar dan rembulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah menciptakan demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarann-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
06. Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
Pembalasan Terhadap Pengingkaran Dan Penerimaan Wahyu
07. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan mereka puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang –orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
08. mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka kerjakan.
09. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam syurga yang penuh kenikamatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.
10. Do’amereka di dalamnya ialah : “Subhanakallahumma (Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatanmereka ialah “Salam” (salam sejahtera) Dan penutup do’a mereka ialah : “Alhamdu lillahi Rabbil ‘Alamin”
11. Dan kalau Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan dalam kesesatan mereka.
12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo’a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk (menghilangkannya) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rsul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikanlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
14. Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata : “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah (Muhammad) : “Tidaklah pantas bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwajibkan kepadaku. Sesungguhnya aku benar-benar takut akan siksaan hari yang besar (Kiamat) jika aku mendurhakai Tuhanku”.
16. Katakanlah (Muhammad) : “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (turun Al Qur’an). Maka apakah kamu tidak mengertui?
17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya ? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
18. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata : “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah ; “Apakah kamu mengkhabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi ? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).
Manusia Adalah Satu Umat Yang Memeluk Agama Yang Satu
19. Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) diantara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan.
20. Dan mereka berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mu’jizat) dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya yang ghaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.
Perlakuan Allah Yang Penuh Rahmat
21. Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaaan Kami. Katakanlah ; “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal; dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang di dalamnya) dengan tiupan angina yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah angin badai dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata) : “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
23. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikamatan duniawi selanjutnya kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan behias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan kemarin belum pernah tumbuh. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang berfikir.
Seruan Allah Ke Darussalam Dan Penolakan Terhadapnya
25. Allah menyeru manusia ke Darussalam (syurga), dan memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus (Islam)
26. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga) dan tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.
27. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutpi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
28. Dan (ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah); “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempat itu”. Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka ; “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.
29. Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)”.
30. Di tempat itu (padang Masyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.
Bukti-Bukti Kekuasaan Allah Yang Membatalkan Kepercayaan Orang Musyrik
31. Katakanlah (Muhammad) ; “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan sipakah yang mengatur segala urusan ?” Maka mereka akan menjawab : ”Allah”. aMaka katakanlah : “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) ?”
32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya ; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran) ?
33. Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.
34. Katakanlah : “Apakah diantara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali ?” Katakanlah : “Allah-lah yang memulai (penciptaan) makhluk, kemudian memngulanginya. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah selain Allah) ?”
35. Katakanlah : “Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran ?” Katakanlah ; “ Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran”. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? Maka mengapa kamu (berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu mengambil keputusdan ?
36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti melainkan dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Jaminan Allah Tentang Kemurnian Al Qur’an
37. Dan tidak mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selian Allah; tetapi (Al Qur’an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
38. Apakah mereka pantas mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya ? Katakanlah ; “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al Qur’an), dan ajaklah siapa saja diantara kamu orang yang mampu (mebuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
39. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
40. Dan diantara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. Dan jika mereka (tetap) mendustakan kamu, maka katakanlah : “ Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.
42. Dan diantara mereka ada orang yang mendengarkanmu (Muhammad) . Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti”.
43. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah kamu dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walupun mereka tidak dapat memperhatikan ?
44. Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim sedikitpun kepada manusia, akan tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.
45. Dan (ingatlah) akan hari (yang waktu itu) Allah mengumpulaknan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdian (di dunia) kecuali hanya sesaat saja pada siang hari (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk.
46. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebahagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum ) itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
47. Dan setiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diperlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikitpun) tidak dizalimi.
48. Dan mereka mengatakan; Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar ?
49. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatanghkan manfaat kepada diriku, kecualki apa yang Allah kehendaki”. Bagi setiap umatmempunyai ajal. (batas waktu). Apabila telah dating ajal mereka, maka mereka tidak dapat meminta penundaan dan tidak (pula) dapatmeminta penundaan sesaat-pun.
50. Katakanlah ; “Terangkanlah kepadaku, jika dating kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, aapakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga ?”
51. Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya ? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar di segerakan ?
52. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zaklim itu ; “Rasakanlah olehmu siksaan yanag kekal. Kamu tidak diberi balkasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu kerjakan”.
53. Dan merka menanyakan kepadamu (Muhammad); “Benarkah (azab yang djanjikan) itu ? Katakanlah : “Ya, demi Tuhanku sesungguhnya azab itu adalah benar daan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar (dari padanya).
Penyesalan Manusia Di Akhirat Kelak
54. Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
55. Ketahuilah, sesugguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar ? Tetapi kebanyakabn mereka tidak mengetahui.
56. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
57. Hai manusia ! Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
58. Katakanlah (Muhammad) : “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. (Karunia dan rahmat-Nya) itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan”.
59. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebahagiannya haram dan ( sebahagiannya) halal”. Katakanlah : “ Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah ?.
60. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat ? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
Segala Perbuatan Manusia Tidak Lepas Dari Pengawasan Allah
61. Dan tidakkah kamu (Muhammad) berada dalam suatu urusan., dan tidak membaca ayat Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikitpun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar dzarrah (atom) di bumi atau di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari pada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)
Wali-Wali Allah Dan Berita Gembira Bagi Mereka
62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedi hati
63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.
64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia da di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang besar.
65. Dan janganlah kamu (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
66. Ingatlah, sesungguhnya milik Allah meliputi semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
67. Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata ; “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Dia, Dialah yang Maha Kaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan yang kuat tentang ini. Pantaaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui ?
69. Katakanlah : “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”.
70. (Bagi mereka) kesenagan (sementara) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.
Kisah Nabi Nuh A.S.; Musa A.S. Dan Yunus A.S. Untuk Jadi Tamsil Ibarat Bagi Manusia
71. Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya; “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu menunda lagi.
72. Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikitpun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri)”.
73. Kemudian mereka mendusktakanya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-atyat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
74. Kemudia setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yanag melampaui batas.
75. Kemudian setelah mereka Kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.,
76. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata : “Ini benar-benar sihir yang nyata”.
77. Musa berkata; “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, -sihirkah ini ?- Padahal para penyihir itu tidaklah mendapat kemenangan”.
78. Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir) ? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua”.
79. Dan Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang pandai”.
80. Maka tatkala Para ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka : “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.
81. Maka setelah mereka melemparkan , Musa berkata ; “Apa yang kamu lakukan itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan.
82. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai.
83. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan para pemuka (kaum) mereka akan menyiksa mereka. Dan sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-sewenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.
84. Dan Musa berkata : « Hai kaumku ! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri) »
85. Lalu mereka berkata : “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim.
86. dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir”.
87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya : « Ambillah olehmu beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman »
88. Dan Musa berkata : « Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai melihat azab yang pedih »
89. Allah berfirman : « Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekalai-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui ».
90. Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata ; « Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan (yang benar) melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) »
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
93. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan.
94. Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam kearagu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu,
95. dan jangalah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebakan kamu termasuk orang-orang yang rugi.
96. Sesungguhnya orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,
97. .meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hinga mereka menyaksikan azab yhang pedih.
98. Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri-pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepada selain kaum Yunus ? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman. Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
99. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tetulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman ?
100. Dan tidak ada seorang-pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya.
101. Katakanlah : “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi !”. Tidaklah bermanfa’at tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi preringatan bagi orang yang tidak beriman.
102. Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah : “Maka tunggulah, aku-pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”.
103. Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Da’wah Islam
104. Katakanlah (Muhammad); “Hai manusia ! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar supaya termasuk orang-orang yang beriman”.
105. dan (aku telah diperintah) : “Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikahlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik.
106. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu, maka sesungguhnya kamu temasuk orang-orang yang zalim.
107. Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.
108. Katakanlah (Muhammad): “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu”.
109. Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
®Masud CHATIM©
Surat ke : 10 ; 109 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA
Wahyu Dan Dasar-Dasar Kebenarannya
01. Aliif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah.
02. Patutkanh menjadi keheranan manusia bahwa Kami memberikan wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka; “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakankanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan”. Orang-orang kafir berkata : “Orang ini (Muhammad) benar-benar penyihir”.
03. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Ia bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang memberi syafa’at kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Maka apakhah kamu tidak mengambil pelajaran ?
04. Hanya kepada-Nyalah kamu semuanya kembali; sebagai janji yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dia-lah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkanya kembali setelah berbanghkit), agar Dia memberi balasan kepada oaring-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal shaleh) dengan adil. Dan untuk orang-orang afir disediakan meinuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
05. Dia-lah yang menjdikan matahari bersinar dan rembulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah menciptakan demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarann-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
06. Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
Pembalasan Terhadap Pengingkaran Dan Penerimaan Wahyu
07. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan mereka puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang –orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
08. mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka kerjakan.
09. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam syurga yang penuh kenikamatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.
10. Do’amereka di dalamnya ialah : “Subhanakallahumma (Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatanmereka ialah “Salam” (salam sejahtera) Dan penutup do’a mereka ialah : “Alhamdu lillahi Rabbil ‘Alamin”
11. Dan kalau Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan dalam kesesatan mereka.
12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo’a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk (menghilangkannya) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rsul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikanlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
14. Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata : “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah (Muhammad) : “Tidaklah pantas bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwajibkan kepadaku. Sesungguhnya aku benar-benar takut akan siksaan hari yang besar (Kiamat) jika aku mendurhakai Tuhanku”.
16. Katakanlah (Muhammad) : “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (turun Al Qur’an). Maka apakah kamu tidak mengertui?
17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya ? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
18. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata : “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah ; “Apakah kamu mengkhabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi ? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).
Manusia Adalah Satu Umat Yang Memeluk Agama Yang Satu
19. Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) diantara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan.
20. Dan mereka berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mu’jizat) dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya yang ghaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.
Perlakuan Allah Yang Penuh Rahmat
21. Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaaan Kami. Katakanlah ; “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal; dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang di dalamnya) dengan tiupan angina yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah angin badai dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata) : “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
23. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikamatan duniawi selanjutnya kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan behias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan kemarin belum pernah tumbuh. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang berfikir.
Seruan Allah Ke Darussalam Dan Penolakan Terhadapnya
25. Allah menyeru manusia ke Darussalam (syurga), dan memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus (Islam)
26. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga) dan tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.
27. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutpi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
28. Dan (ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah); “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempat itu”. Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka ; “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.
29. Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)”.
30. Di tempat itu (padang Masyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.
Bukti-Bukti Kekuasaan Allah Yang Membatalkan Kepercayaan Orang Musyrik
31. Katakanlah (Muhammad) ; “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan sipakah yang mengatur segala urusan ?” Maka mereka akan menjawab : ”Allah”. aMaka katakanlah : “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) ?”
32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya ; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran) ?
33. Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.
34. Katakanlah : “Apakah diantara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali ?” Katakanlah : “Allah-lah yang memulai (penciptaan) makhluk, kemudian memngulanginya. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah selain Allah) ?”
35. Katakanlah : “Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran ?” Katakanlah ; “ Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran”. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? Maka mengapa kamu (berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu mengambil keputusdan ?
36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti melainkan dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Jaminan Allah Tentang Kemurnian Al Qur’an
37. Dan tidak mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selian Allah; tetapi (Al Qur’an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
38. Apakah mereka pantas mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya ? Katakanlah ; “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al Qur’an), dan ajaklah siapa saja diantara kamu orang yang mampu (mebuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
39. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
40. Dan diantara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. Dan jika mereka (tetap) mendustakan kamu, maka katakanlah : “ Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.
42. Dan diantara mereka ada orang yang mendengarkanmu (Muhammad) . Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti”.
43. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah kamu dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walupun mereka tidak dapat memperhatikan ?
44. Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim sedikitpun kepada manusia, akan tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.
45. Dan (ingatlah) akan hari (yang waktu itu) Allah mengumpulaknan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdian (di dunia) kecuali hanya sesaat saja pada siang hari (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk.
46. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebahagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum ) itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
47. Dan setiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diperlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikitpun) tidak dizalimi.
48. Dan mereka mengatakan; Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar ?
49. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatanghkan manfaat kepada diriku, kecualki apa yang Allah kehendaki”. Bagi setiap umatmempunyai ajal. (batas waktu). Apabila telah dating ajal mereka, maka mereka tidak dapat meminta penundaan dan tidak (pula) dapatmeminta penundaan sesaat-pun.
50. Katakanlah ; “Terangkanlah kepadaku, jika dating kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, aapakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga ?”
51. Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya ? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar di segerakan ?
52. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zaklim itu ; “Rasakanlah olehmu siksaan yanag kekal. Kamu tidak diberi balkasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu kerjakan”.
53. Dan merka menanyakan kepadamu (Muhammad); “Benarkah (azab yang djanjikan) itu ? Katakanlah : “Ya, demi Tuhanku sesungguhnya azab itu adalah benar daan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar (dari padanya).
Penyesalan Manusia Di Akhirat Kelak
54. Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
55. Ketahuilah, sesugguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar ? Tetapi kebanyakabn mereka tidak mengetahui.
56. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
57. Hai manusia ! Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
58. Katakanlah (Muhammad) : “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. (Karunia dan rahmat-Nya) itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan”.
59. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebahagiannya haram dan ( sebahagiannya) halal”. Katakanlah : “ Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah ?.
60. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat ? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
Segala Perbuatan Manusia Tidak Lepas Dari Pengawasan Allah
61. Dan tidakkah kamu (Muhammad) berada dalam suatu urusan., dan tidak membaca ayat Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikitpun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar dzarrah (atom) di bumi atau di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari pada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)
Wali-Wali Allah Dan Berita Gembira Bagi Mereka
62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedi hati
63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.
64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia da di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang besar.
65. Dan janganlah kamu (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
66. Ingatlah, sesungguhnya milik Allah meliputi semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
67. Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata ; “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Dia, Dialah yang Maha Kaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan yang kuat tentang ini. Pantaaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui ?
69. Katakanlah : “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”.
70. (Bagi mereka) kesenagan (sementara) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.
Kisah Nabi Nuh A.S.; Musa A.S. Dan Yunus A.S. Untuk Jadi Tamsil Ibarat Bagi Manusia
71. Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya; “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu menunda lagi.
72. Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikitpun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri)”.
73. Kemudian mereka mendusktakanya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-atyat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
74. Kemudia setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yanag melampaui batas.
75. Kemudian setelah mereka Kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.,
76. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata : “Ini benar-benar sihir yang nyata”.
77. Musa berkata; “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, -sihirkah ini ?- Padahal para penyihir itu tidaklah mendapat kemenangan”.
78. Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir) ? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua”.
79. Dan Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang pandai”.
80. Maka tatkala Para ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka : “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.
81. Maka setelah mereka melemparkan , Musa berkata ; “Apa yang kamu lakukan itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan.
82. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai.
83. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan para pemuka (kaum) mereka akan menyiksa mereka. Dan sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-sewenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.
84. Dan Musa berkata : « Hai kaumku ! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri) »
85. Lalu mereka berkata : “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim.
86. dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir”.
87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya : « Ambillah olehmu beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman »
88. Dan Musa berkata : « Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai melihat azab yang pedih »
89. Allah berfirman : « Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekalai-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui ».
90. Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata ; « Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan (yang benar) melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) »
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
93. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan.
94. Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam kearagu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu,
95. dan jangalah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebakan kamu termasuk orang-orang yang rugi.
96. Sesungguhnya orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,
97. .meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hinga mereka menyaksikan azab yhang pedih.
98. Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri-pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepada selain kaum Yunus ? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman. Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
99. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tetulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman ?
100. Dan tidak ada seorang-pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya.
101. Katakanlah : “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi !”. Tidaklah bermanfa’at tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi preringatan bagi orang yang tidak beriman.
102. Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah : “Maka tunggulah, aku-pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”.
103. Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Da’wah Islam
104. Katakanlah (Muhammad); “Hai manusia ! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar supaya termasuk orang-orang yang beriman”.
105. dan (aku telah diperintah) : “Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikahlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik.
106. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu, maka sesungguhnya kamu temasuk orang-orang yang zalim.
107. Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.
108. Katakanlah (Muhammad): “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu”.
109. Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
®Masud CHATIM©
Langganan:
Postingan (Atom)