Kamis, 23 Juli 2009

SURAT KE 10 YUNUS (NABI YUNUS A.S.)

Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
Surat ke : 10 ; 109 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA
Wahyu Dan Dasar-Dasar Kebenarannya
01. Aliif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah.
02. Patutkanh menjadi keheranan manusia bahwa Kami memberikan wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka; “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakankanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan”. Orang-orang kafir berkata : “Orang ini (Muhammad) benar-benar penyihir”.
03. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Ia bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang memberi syafa’at kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Maka apakhah kamu tidak mengambil pelajaran ?
04. Hanya kepada-Nyalah kamu semuanya kembali; sebagai janji yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dia-lah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkanya kembali setelah berbanghkit), agar Dia memberi balasan kepada oaring-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal shaleh) dengan adil. Dan untuk orang-orang afir disediakan meinuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
05. Dia-lah yang menjdikan matahari bersinar dan rembulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah menciptakan demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarann-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
06. Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
Pembalasan Terhadap Pengingkaran Dan Penerimaan Wahyu
07. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan mereka puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang –orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
08. mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka kerjakan.
09. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam syurga yang penuh kenikamatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.
10. Do’amereka di dalamnya ialah : “Subhanakallahumma (Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatanmereka ialah “Salam” (salam sejahtera) Dan penutup do’a mereka ialah : “Alhamdu lillahi Rabbil ‘Alamin”
11. Dan kalau Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan dalam kesesatan mereka.
12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo’a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk (menghilangkannya) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rsul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikanlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
14. Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata : “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah (Muhammad) : “Tidaklah pantas bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwajibkan kepadaku. Sesungguhnya aku benar-benar takut akan siksaan hari yang besar (Kiamat) jika aku mendurhakai Tuhanku”.
16. Katakanlah (Muhammad) : “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (turun Al Qur’an). Maka apakah kamu tidak mengertui?
17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya ? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
18. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata : “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah ; “Apakah kamu mengkhabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi ? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).
Manusia Adalah Satu Umat Yang Memeluk Agama Yang Satu
19. Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) diantara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan.
20. Dan mereka berkata : “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mu’jizat) dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya yang ghaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.
Perlakuan Allah Yang Penuh Rahmat
21. Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaaan Kami. Katakanlah ; “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal; dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang di dalamnya) dengan tiupan angina yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah angin badai dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata) : “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
23. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikamatan duniawi selanjutnya kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan behias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan kemarin belum pernah tumbuh. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang berfikir.
Seruan Allah Ke Darussalam Dan Penolakan Terhadapnya
25. Allah menyeru manusia ke Darussalam (syurga), dan memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus (Islam)
26. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga) dan tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.
27. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutpi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.
28. Dan (ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah); “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempat itu”. Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka ; “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.
29. Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)”.
30. Di tempat itu (padang Masyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.
Bukti-Bukti Kekuasaan Allah Yang Membatalkan Kepercayaan Orang Musyrik
31. Katakanlah (Muhammad) ; “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan sipakah yang mengatur segala urusan ?” Maka mereka akan menjawab : ”Allah”. aMaka katakanlah : “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) ?”
32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya ; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran) ?
33. Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.
34. Katakanlah : “Apakah diantara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali ?” Katakanlah : “Allah-lah yang memulai (penciptaan) makhluk, kemudian memngulanginya. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah selain Allah) ?”
35. Katakanlah : “Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran ?” Katakanlah ; “ Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran”. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? Maka mengapa kamu (berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu mengambil keputusdan ?
36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti melainkan dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Jaminan Allah Tentang Kemurnian Al Qur’an
37. Dan tidak mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selian Allah; tetapi (Al Qur’an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
38. Apakah mereka pantas mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya ? Katakanlah ; “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al Qur’an), dan ajaklah siapa saja diantara kamu orang yang mampu (mebuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
39. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
40. Dan diantara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. Dan jika mereka (tetap) mendustakan kamu, maka katakanlah : “ Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.
42. Dan diantara mereka ada orang yang mendengarkanmu (Muhammad) . Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti”.
43. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah kamu dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walupun mereka tidak dapat memperhatikan ?
44. Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim sedikitpun kepada manusia, akan tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.
45. Dan (ingatlah) akan hari (yang waktu itu) Allah mengumpulaknan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdian (di dunia) kecuali hanya sesaat saja pada siang hari (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk.
46. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebahagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum ) itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
47. Dan setiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diperlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikitpun) tidak dizalimi.
48. Dan mereka mengatakan; Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar ?
49. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatanghkan manfaat kepada diriku, kecualki apa yang Allah kehendaki”. Bagi setiap umatmempunyai ajal. (batas waktu). Apabila telah dating ajal mereka, maka mereka tidak dapat meminta penundaan dan tidak (pula) dapatmeminta penundaan sesaat-pun.
50. Katakanlah ; “Terangkanlah kepadaku, jika dating kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, aapakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga ?”
51. Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya ? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar di segerakan ?
52. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zaklim itu ; “Rasakanlah olehmu siksaan yanag kekal. Kamu tidak diberi balkasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu kerjakan”.
53. Dan merka menanyakan kepadamu (Muhammad); “Benarkah (azab yang djanjikan) itu ? Katakanlah : “Ya, demi Tuhanku sesungguhnya azab itu adalah benar daan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar (dari padanya).
Penyesalan Manusia Di Akhirat Kelak
54. Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
55. Ketahuilah, sesugguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar ? Tetapi kebanyakabn mereka tidak mengetahui.
56. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
57. Hai manusia ! Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
58. Katakanlah (Muhammad) : “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. (Karunia dan rahmat-Nya) itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan”.
59. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebahagiannya haram dan ( sebahagiannya) halal”. Katakanlah : “ Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah ?.
60. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat ? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
Segala Perbuatan Manusia Tidak Lepas Dari Pengawasan Allah
61. Dan tidakkah kamu (Muhammad) berada dalam suatu urusan., dan tidak membaca ayat Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikitpun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar dzarrah (atom) di bumi atau di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari pada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)
Wali-Wali Allah Dan Berita Gembira Bagi Mereka
62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedi hati
63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.
64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia da di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang besar.
65. Dan janganlah kamu (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
66. Ingatlah, sesungguhnya milik Allah meliputi semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
67. Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata ; “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Dia, Dialah yang Maha Kaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan yang kuat tentang ini. Pantaaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui ?
69. Katakanlah : “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”.
70. (Bagi mereka) kesenagan (sementara) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.
Kisah Nabi Nuh A.S.; Musa A.S. Dan Yunus A.S. Untuk Jadi Tamsil Ibarat Bagi Manusia
71. Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya; “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu menunda lagi.
72. Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikitpun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri)”.
73. Kemudian mereka mendusktakanya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-atyat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
74. Kemudia setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yanag melampaui batas.
75. Kemudian setelah mereka Kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.,
76. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata : “Ini benar-benar sihir yang nyata”.
77. Musa berkata; “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, -sihirkah ini ?- Padahal para penyihir itu tidaklah mendapat kemenangan”.
78. Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir) ? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua”.
79. Dan Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang pandai”.
80. Maka tatkala Para ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka : “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.
81. Maka setelah mereka melemparkan , Musa berkata ; “Apa yang kamu lakukan itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan.
82. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai.
83. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan para pemuka (kaum) mereka akan menyiksa mereka. Dan sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-sewenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.
84. Dan Musa berkata : « Hai kaumku ! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri) »
85. Lalu mereka berkata : “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim.
86. dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir”.
87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya : « Ambillah olehmu beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman »
88. Dan Musa berkata : « Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai melihat azab yang pedih »
89. Allah berfirman : « Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekalai-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui ».
90. Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata ; « Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan (yang benar) melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) »
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
93. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan.
94. Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam kearagu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu,
95. dan jangalah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebakan kamu termasuk orang-orang yang rugi.
96. Sesungguhnya orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,
97. .meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hinga mereka menyaksikan azab yhang pedih.
98. Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri-pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepada selain kaum Yunus ? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman. Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
99. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tetulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman ?
100. Dan tidak ada seorang-pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya.
101. Katakanlah : “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi !”. Tidaklah bermanfa’at tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi preringatan bagi orang yang tidak beriman.
102. Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah : “Maka tunggulah, aku-pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”.
103. Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
Da’wah Islam
104. Katakanlah (Muhammad); “Hai manusia ! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar supaya termasuk orang-orang yang beriman”.
105. dan (aku telah diperintah) : “Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikahlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik.
106. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu, maka sesungguhnya kamu temasuk orang-orang yang zalim.
107. Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.
108. Katakanlah (Muhammad): “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu”.
109. Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.


®Masud CHATIM©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar