Hud (Nabi Hud A.S.)
Surah ke : 11 ; 123 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH
Perintah Menyembah Allah
01. Alif laam raa. (inilah) Kitab yang ayat-ayat disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
02. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,
03. dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikamatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa pada hari yang besar (Kiamat)
04. Kepada Allah-lah kamu kembali, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Perbedaan Sifat-Sifat Orang Kafir Dan Sifat-Sifat Orang Mu’min
05. Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
JUZ 12
06. Dan tidak ada suatu binatang melata di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)
07. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang yang lebih baik amalnya. Jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah); “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati”, niscaya orang kafir itu akan berkata; “Ini hanyalah sihir yang nyata”.
08. Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata; “Apakah yang menghalanginya ?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.
09. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahnmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut dari padanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
10. Dan jika Kami berikan kebahagian kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata; “Telah hilang bencana-bencana itu dari dari-ku”. Sesungguhnya dia merasa gembira dan bangga,
11. kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Kenbenaran Wahyu
12. Maka boleh jadi kamu (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan; “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (harta kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia malaikat ?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.
13. Bahkan mereka mengatakan ; “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al Qur’an itu”. Katakanlah : “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
14. Maka jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (Katakanlah olehmu) : “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah) ?”.
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan di dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan diragukan.
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.
17. Maka apakah (orang-orang kafir sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat ?. Mereka beriman kepadanya (Al Qur’an). Barangsiapa mengingkarinya (Al Qur’an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu terhadap Al Qur’an. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
18. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada sesuatu kebohongan terhadap Allah ? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata; “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang yang zalim’
19. (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki (agar supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.
20. Mereka tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) dan tidak ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengarkan (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya)
21. Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
22. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
23. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni-penghuni syurga, mererka kekal di dalamnya.
24. Perumpamaan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mu’min) seperti dua orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Adakah kedua golongan itu sama ? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ?.
Kisah Nabi Nuh a.s.
25. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dia berkata) ; “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
26. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sungguh aku khawatir kamu akan di timpa azab (pada ) hari yang sangat menyedihkan.
27. Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya; “Kami tidak melihat kamu, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti kamu, melainkan orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa-pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang-orang pendusta”.
28. Dia (Nuh) berkata : “ Hai kaumku ! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan paksakan kamu untuk menerinmanya, padahal kamu tidak menyukainya ?”
29. Dan (Nuh berkata) : Hai kaumku ! Aku tidak meminta harta kepadamu (sebagai upah) atas seruanku. Upahku hanyakalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
30. Dan (Nuh berkata) Hai kaumku ! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran ? »
31. Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglklihatanmu ; « Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka ». Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya aku jika demikian termasuk orang-orang yang zalim.
32. Mereka berkata : « Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah berbantah-bantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasulk orang-orang yang benar ».
33. (Nuh) menjawab : « Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri.
34. Dan tidak bermanfa’at nasehatku kepadamu jika aku hendak memberi nasehat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu sekalian dikembalikan ».
35. Bahkan mereka (kaum Nuh yang kafir) itu berkata : « Dia Cuma mengada-ada saja ». Katakanlah (Nuh),Jika aku menmgada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat ».
36. Dan diwahyukan kepada (Nuh) ; « « Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.
37. Dan buatlah kapal-perahu itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan jangalah engkau bicara dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
38. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata ; “Jika kamu mengejek kami, maka kami(pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami)
39. Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab kekal.
40. Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman : “Muatkanlah kedalamnya ( kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan-betina) dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman “. Dan tidak beriman bersama Nuh kecuali sedikit.
41. Dan (Nuh) berkata : “Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anaknya itu) berada di tempat yang jauh terpencil; “Hai anakku ! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir”.
43. Dia (anaknya) menjawab ; “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah! “ (Nuh) berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah kecuali Allah Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah (anaknya) itu termasuk orang yang tenggelam.
44. Dan difirmankan : “Hai bumi telanlah air-mu dan wahai langit (hujan) berhentilah”. Dan air itupun disurutkan, dan perintahpun diselesaikan, dan kapal itupun berlabuh diatas Bukit Judi, dan dikatakan ; “Binasalah orang-orang yang zalim”.
45. Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata ; “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Dan Engkau adalah Hakim yang paling adil”.
46. Dia (Allah) berfirman : “Hai Nuh ! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak kamu ketahui (hakikatnya). Aku menasehatimu agar suapaya (kamu) tidak termasuk orang yang bodoh”
47. Dia (Nuh) berkata : “ Ya Tuhanku ! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada Kamu sesuatu yang aku tidak mengetaui (hakiatnya). Kalau Engkau tidak mengampuni-ku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepada-ku, niscaya aku akan termasuk orang yang rugi”.
48. Difirmankan : “Hai Nuh ! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mu’min) yang bersama-mu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian dia akan ditimpa azab yang pedih dari Kami”.
49. Itu adalah diantara berita-berita tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaum-mu sebelum ini. Maka bersabarlah, sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.
Kisah Nabi Hud a.s.
50. Dan kepada Kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata ; “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. (Selama ini) kamu hanya mengada-ada saja.
51. Hai kaumku ! Aku tidak meminta upah kepadamu atas (seruanku) ini, upahku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka apakah kamu tidak mengerti ?”
52. Dan (Hud berkata) : “Hai kaumku ! Mohonlah apmpun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang amat deras atas kamu, Dia akan memberikan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.”
53. Mereka (kaum ‘Ad) berkata : “Hai Hud ! Kamu tidak mendatangkan sesuatu bukti yang nyata kepada kami , dan kami tidak meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami sekali-kali tidak mempercayai kamu.
54. kami hanya mengatakan bahwa sebahagian sesembahan kami telah mendatangkan penyakit gila atas dirimu”. Dia (Hud) menjawab ; “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,
55. dengan yang lain-Nya, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi.
56. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satupun binatang melata melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di jalan yang lurus”.
57. Maka jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudharat kepada-Nya sedikit-pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
58. Dan tatkala azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (diakhirat) dari azab yang berat.
59. Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.
60. Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah kaum ‘Ad (yaitu) kaum Hud itu.
Kisah Nabi Shaleh a.s
61. Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Sahleh. Dia berkata : “ Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohon ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (do’a hamba-Nya)
62. Mereka (kaum Tsamud) berkata : “Hai Shaleh ! Sesungguhnya kamu sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa kamu melarang kami menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa (agama) yang kamu serukan kepada kami”.
63. Dia (Shaleh) berkata : “Hai kaumku ! Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya ? Maka kamu tidak menambah apapun kepadaku kecuali kerugian.
64. Dan hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mu’jizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.
65. Maka mereka membunuh unta itu, maka berkatalah (Shaleh) : “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”.
66. Maka ketika kepurtusan Kami datang, Kami selamatkan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
67. Dan satu suara yang keras mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
68. seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaun Tsamud.
Kisah Nabi Ibrahim a.s. Dan Nabi Luth a.s.
69. Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan : “Selamat” Dia (Ibrahim) menjawab ; “Selamat (atas kamu)”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang di panggang.
70. Maka ketika melihat tangannya tidak menjamahnya, di (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata ; “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth”.
71. Dan isterinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Ya’kub.
72. Dia (isterinya) berkata : “Sungguh ajaib, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan sudah tua pula ?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.
73. Mereka (para malaikat) berkata : “Mengapa kamu merasa heran tentang ketetapan Allah ? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait !’ Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.
74. Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia-pun bersoal-jawab dengan (para malaikat) Kami tentang Luth.
75. Sesungguhnya Ibrahin itu benar-benar seorang yang penyantun, lagi lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)
76. Hai Ibrahim ! Tinggalkanlah soal-jawab ini, sesungguhnya telah datang kertetapan Tuhanmu, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.
77. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena kedatangan mereka, dan dia berkata : “Ini adalah hari yang sangat sulit”.
78. Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka melakukan perbuatan keji. Luth berkata; “Hai kaumku ! Inilah puteri-puteri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertawakalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap temanku ini. Tidak adakah di antara kamu orang yang pandai ?”.
79. Mereka menjawab; “Sesungguhnya kamu pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap puteri-puterimu, dan kamu tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki”.
80. Dia (Luth) berkata : “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.
81. Mereka (para malaikat) berkata : “ Hai Luth ! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang-pun diantara kamu yang yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya sikasaan bagi mereka itu pada waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?’
82. Maka tatkala datang keputusan Kami, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar,
83. yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan sikasaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.
KISAH NABI SYU’AIB A.S.
84. Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata : “Hai kaumku ! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu kecuali Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat)
85. Dan (Syu’aib berkata) : “Hai kaumku ! Cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
86. Sisa (keuntungan yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu”.
87. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! Apakah agamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki ? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi pandai”
88. Dia (Syu’aib) berkata : “Hai kaumku!. Bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi rezki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya ?). Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
89. Dan hai kaumku : “Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menjadikan kamu berbuat dosa, hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud atau kaum shaleh, sedang kaum Luth tidak jauh (tempatnya) dari kamu.
90. Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
91. Mereka berkata : “Hai Syu’aib ! kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam kamu, sedang kamu-pun bukan seorang yang berwibawa dilingkungan kami.
92. Dia (syu’aib) menjawab : “Hai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu dari pada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu (yang terabaikan) di belakangmu ? Sesungguhnya (pengetahuanku) meliputi apa yang kamu kerjakan.
93. Dan hai kaumku ! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (azab Tuhan. Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu”
94. Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
95. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah penduduk Madyan sebagimana kaum Tsamud (juga ) telah binasa.
KISAH NABI MUSA A.S.
96. Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata.,
97. kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun bukanlah (perintah) yang benar.
98. Dia (Fir’aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki.
99. Dan mereka diikuti dengan kutukan di (dunia) ini dan (beitu pula) di hari Kiamat. (Kutukan) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.
Pelajaran Dari Kisah-Kisah Beberapa Nabi.
100. Itu adalah sebahagian dari berita-berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceriterakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebahagian masih ada bekasnya dan ada (pula ) yang telah musnah.
101. Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan sesembahan yang mereka seru selain Allah, diwaktu azab Tuhan datang. Dan sesembahan itu tidak menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
102. Dan begitulah azab Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu banar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat Itulah hari (Kiamat) ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua mahluk).
104. Dan Kami tidak mengundurkannya, kecuali sampai waktu yang telah ditentukan.
105. Ketika hari itu datang, tidak seorangpun yang bebicara, melainkan dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.
106. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya (neraka) mereka menghempus dan menarik nafas (dengan merintih),
107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
108. Dan adapun orang-orang yang berbagahagia, maka (tempatnya) di dalam syurga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
109. Maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikitpun.
110. Dan sessungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al Qur’an)
111. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
112. Maka tetaplah kamu (Muhammad) (pada jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Meliahat apa yang kamu kerjakan.
113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
114. Dan dirikanlah shalat itu pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
115. Dan bersabarlah, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.
116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka. Dan orang–orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikaan.
118. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka selau berselisih pendapat,
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
120. Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceriterakan kepadamu (Muhammad) agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
121. Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman: “Berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya kami-pun berbuat (pula)”.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Jumat, 24 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar