ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN)
Surat ke 3 : 200 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH
01. Alif Laam Miim
02. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
03. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil
04. sebelumnya (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
05. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
06. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikenhendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
07. Dialah yag menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutsyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
08. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau: karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)
09. ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
Ancaman Allh Kepada Orang-Orang Kafir Dan Pengaruh Harta Benda Duniawi.
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.
11. (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Firaun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
12. Katakanlah kepada orang-oerang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”.
13. Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan bertempur di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata-hati.
14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)
15. Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebh baik dari yang demikian itu ?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambanya.
16. (Yaitu) orang –orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.
17. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Pernyataan Allah Tentang Keesaan Dan Keadilan-Nya Serta Agama Yang Diridhai-Nya.
18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak sdisembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian itu) Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melankan Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi : “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Pembalasan Terhadap Orang-Orang Yang Membunuh Nabi-Nabi
21. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.
22. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.
Orang-Orang Yahudi Berpaling Dari Hukum Allah
23. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka, kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).
24. Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.
25. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan)
Bukti Bukti Kekuasaaan Allah S.W.T.
26. Katakanlah : “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau mulyakan orag-orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
27. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hissab (batas).”
Larangan Berpihak Kepada Orang Kafir.
28. Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).
29. Katakanlah : “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahrkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumu. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
30. Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapat segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (sikasa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Bukti Cinta Kepada Allah S.W.T.
31. Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
32. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.
KELUARGA ‘IMRAN
Keutamaan Keluarga ‘Imran
33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat ( di masa mereka masing-masing)
34. (sebagai) satu keturunan yang sebahagiannya (keturunannya) dari yang lain. Dan Allah maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
35. (Ingatlah) ketika isteri ‘Imran berkata : “Ya Tuhanku sesugguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi anak yang saleh dan berkhidmad (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab ia dapati makan disisinya. Zakariya bertanya : “Hai Maryam darimana kamu memperoleh (makanan) ini ?”. Maryam menjawab : « Makanan itu dari sisi Allah ». Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikendaki-Nya tanpa hisab.
38. Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata : «Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a ».
39. Kumudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya) : « Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahann diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang saleh.
40. Zakariya berkata : « Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat seorang anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul ? » Berfirman Allah : « Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya ».
41. Berkata Zakariya : « Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung) ». Allah berfirman : « Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah diwaktu petang dan pagi hari ».
42. Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata : « Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
43. Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ »
44. Yang demikian itu adalah sebahagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad) padahal kamu tidak hadir beserta mereka ; ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa diantara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka beresengketa.
Kisah Al Masih ‘Isa Putera Maryam
45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-oerang yang didekatkan (kepada Allah)
46. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh”.
47. Maryam berkata : “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki-pun.” Allah berfirman : (dengan perantaraan Jibril) : “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya ; “Jadilah”, lalu jadila dia.”
48. Dan Dia (Allah) menmgajarkan kepadanya (‘Isa) Kitab, Hikamah, Taurat dan Injil.
49. Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
50. Dan sebagai seorang yang embenarkan Taurat yang dating sebelumku, dan agar aku menghaalkan bagi kamu sebahagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu.
51. Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang luru”.
52. Maka ketika ‘Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, : “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah ?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim.
53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian (tentang ke-esa-an Allah).
54. Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Wahai ‘Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta mensucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan apa yang kamu perselisihkan”.
56. Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.
57. Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim.
58. Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebahagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah,
59. Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ‘Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya. “Jadilah !” Maka jadilah sesuatu itu.
60. Kebenaran itu dari Tuhan-mu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-oramng yang ragu.
61. Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad),: “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita ber-mubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”.
62. Sesungguhnya, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan sesungguhny, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksanan
63. Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
Ajakan Kepada Agama Tauhid ‘Millah Ibrahim’
64. Katakanlah (Muhammad): “Wahai Ahli Kitab ! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim”.
65. Wahai Ahli Kitab ! mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim), apakah kamu tidak mengerti ?
66. Begitulah kamu ! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui ? Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
67. Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik
68. Orang yang paling dekat dengan Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.
69. Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.
70. Wahai Ahli Kitab ! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya)
71. Wahai Ahli Kitab ! Mengapa kamu mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.?
72. Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Berimanlah kamau kepada apa yang diturnkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah akhirnya, agar mereka (Orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran).
73. Dan janganlah kamu mempercayai selain kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya petunjuk itu adalah petunjuk Allah. (janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau bahwa mereka akan menyanggah dihadapan Tuhan-mu”. Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya karunia itu ditangan Allah, dia memberikannya kepada siapa yang dikenhendaki. Allah Maha Luas lagi maha Mengeathui.”
74. Da menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar.Keburukan-keburukan orang yahudi
75. Dan diantara Ahli Kitab ada orang yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya ia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) diantara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkam mereka berkata : “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf”. Mereka mengatakan hal yang dusta kepada Allah, padahal mereka mengetahui.
76. (Bukan demikian) sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
77. Sesungguhnya orang-orang yang memperjual belikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan murah, mereka itu tidak memperoleh bahagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
78. Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutar balikkan lidahnya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebahagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata : “Itu dari Allah”, padahal itu bukan dari adari Allah. Mereka mengatakan yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
Seorang Nabi Tidak Akan Menyuruh Manusia Menyembah Dirinya
79. Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia : “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah” tetapi (dia berkata) : ”Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya !”
80. Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim ?
Janji Para Nabi Kepada Allah Tentang Kenabian Muhammad S.A.W.
81. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi. « Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkankan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya ». Allah berfirman : « Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yangdemikian itu ? » Mereka menjawab : « Kami setuju » Allah berfirman : « Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu ».
82. Maka barang siapa berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang yang fasik.
83. Maka mengapa mereka mencari agama yang lain, selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan ?
84. Katakanlah (Muhammad): “ Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’kub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri”.
85. Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.
86. Bagaiman Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka ? Allah tidak memberi petunjuk kepada para orang zalim.
87. Mereka itu balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.
88. mereka kekal didalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.
89. kecuali orang-orang yang bertaubat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
90. Sungguh, orang-orang yang kafir, setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya , tidak akan diterima taubatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
91. Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya ia hendak menebus dirinya dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
JUZ 4
92. Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui..
BANTAHAN ALLAH TERHADAP PENDAPAT-PENDAPAT AHLI KITAB YANG KELIRU
Bantahan Terhadap Larangan Orang Yahudi Tentang Makanan.
93. Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang di haramkan oleh Israil (Ya’kub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad) : “Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar”.
94. Maka barangsiapa mengadakan kebohongan terhadap Alah setelah itu, maka mereka itulah orsng-orang yang bohong.
95. Katakanlah (Muhammad) : “Benarlah (segala yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidak termasuk orang-orang yang musyrik
Bantahan Terhadap Pengakuan Ahli Kitab Tentang Rumah Ibadah Yang Pertama
96. Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
97. Disana terdapat tanda-tanda yang jelas, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
98. Katakanlah (Muhammad) : “Wahai Ahli Kitab ! Mengapa kamu mengimngkari ayat-auyat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan ?”
99. Katakanlah (Muhammad): “Wahai Ahli Kitab ! Mengapa kamu menghalang-hanlangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan ?” Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
Keharusan Menjaga Persatuan
100. Wahai orang-orang yang beriman ! Jika kamu mengikuti sebahagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.
101. Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya (Muhammad) pun berada ditengah tengah kamu ? Barang siapa berpegang teguh kepada kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
102. Wahai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.
103. Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah mikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
104. Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
105. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah yang mendapat azab yang berat
106. Pada hari itu ada wajah yang putih berseri dan ada pula wajahyang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan ) : “Mengapa kamu kafir setelah beriman ? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”.
107. Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal didalamnya.
108. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapun) di seluruh alam.
109. Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
Kelebihan Umat Islam Dari Umat Yang Lain
110. Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik
111. Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan.
112. Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
113. Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Diantara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat).
114. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah yang mengkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang shalih.
115. Dan kebajikan apa-pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
Perumpamaan Harta Yang Dinafkahkan Orang-Orang Kafir
116. Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.
117. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehdupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, tetapi mereka yang menganiaya diri sendiri.
Larangan Mengambil Orang Yahudi Sebagai Teman Kepercayaan
118. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebncian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (kami) jika kamu mengerti.
119. Beginilah kamu ! kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata : “Kami beriman” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah : “Matilah kamu karena kemarahanmu itu !” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
120. Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenaya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.
KISAH PERANG BADAR DAN UHUD
Sabar Dan Tawakal Kepada Allah Pangkal Kemenangan
121. Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Maha Menddengar, Maha Mengetahui.
122. ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertwakal.
123. Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu betakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.
124. (Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman: “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu denghan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit) ?
125. “ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
126. Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
127. (Allah menolong kamu dalam Perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa-pun.
128. Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka orang-orang yang zalim.
129. Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Larangan Melakukan Riba Dan Perintah Untuk Bertakwa
130. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
131. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
Perintah Ta’at Kepada Allah Dan Rasul Serta Sifat-Sifat Orang Yang Bertakwa.
132. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa
134. (yaitu) orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi oprang-orang yang beramal.
137. Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah) karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)
138. Inilah (Al Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
139. Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu beriman.
140. Jika kamu (pada oerang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebahagian kamu dijadikan_Nya (gugur sebagi) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim
141. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.
142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
143. Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
144. Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad) ? Barangsiapa berbalik ke belakang maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
145. Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunuia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
146. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.
147. Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah do’a : “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
148. Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.
Perngatan Supaya Waspada Terhadap Ajakan Orang-Orang Kafir
149. Hai orang-orang yang beriman ! Jika makamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka kan mengmbalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.
150. Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik.
151. Akan Kami masukka rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang yang zalim.
Sebab-Sebab Kekalahan Umat Islam Dalam Perang Uhud
152. Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadmu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlibatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang yang beiman.
153. (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapapun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada diantara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati(lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
154. Kemudian setelah kamu dirtimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata : “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini ?” Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya segala urusan itu ditangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata: “Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Muhammad) : “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk mebersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hatimu kamu.
155. sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebahagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Menanamkan Jiwa Berkorban Dan Berjihad
156. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang; “Kalau mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan
157. Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati, tentulah ampunan dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari pada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan.
158. Dan sungguh, sekiranya kamu mati atau gugur, pastilah kepada Alah kamu dikumpulkan.
Akhlak Dan Beberapa Sifat Nabi Muhammad S.A.W.
159. Maka berkat rahmat Allah-lah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitar kamu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah myukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya
160. Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu ? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakal.
161. Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan rampasan harta perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dianiaya.
162. Maka adakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahannam ? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
163. (kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
164. Sungguh, Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang yang beriman ketika (Allah) mengurtus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.Beberapa sifat orang-orang munafik
165. Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata : “Darimana datangnya (kekalahan) ini ?” Katakanlah : “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
166. Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman.
167. dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata : “Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
168. (Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang; “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah : “Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar.”
Pahala Orang-Orang Yang Mati Syahid
169. Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezki.
170. mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
171. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
172. (yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.
173. (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan rasul) yang ketika ada orang-orang yang mengatakan kepadanya; “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
174. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa sesuatu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.
175. Sesungguhnya mereka hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman.
Ayat-Ayat Untuk Menentramkan Hati Nabi Muhammad S.A.W.
176. Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bahagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.
177. Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
178. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
179. Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang ghaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
Kekikiran (Bakhil) Dan Dusta Serta Balasannya
180. Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dan karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah mengetahuiapa yang kamu kerjakan.
181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami kan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak (alas an yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka); “Rasakanlah olehmu azab yanag membakar !”
182. (Azab) yang demikan itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
183. (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan; “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad) : “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yanag benar.”
184. Maka jika mereka mendustakan kamu (Muhammad). Maka (ketahuilah) rasul-rasul sebelum kamu pun telah disustakan (pula), mereka membawa mu’jizat- mu’jizat yang nyata, Zabur dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
185. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh dia memperolah kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
186. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
187. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu): “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalau mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual beli yang mereka lakukan.
188. Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.
189. Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Faedah Selalu Ingat Kepada Allah Dan Merenungkan Cipataan-Nya
190. Sesungguhnya dalam pencipataan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu) ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kami beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, engkau tidak pernah mengingkar janji.”
195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman); “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebaghagian kamu adalah (keturunan) dari sebahagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka ke dalam syurga-syurga yang megalir dibawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”
Kesenangan Sementara Bagi Orang-Orang Kafir Dan Kebahagiaan Abadi Bagi Orang-Orang Mu’min.
196. Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.
197. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahannam. (Jahannam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.
198. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat syurga-syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang disisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
199. Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjual-belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
200. Hai orang-orang yang beriman ! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (diperbatasann negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)
Sabtu, 11 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar