Sabtu, 25 Juli 2009

SURAT KE 12 YUSUF ( NABI YUSUF A.S. )

Surat Yusuf
Surat Ke 12 ; 111 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH NABI YUSUF A.S.
Yusuf Bermimpi
01. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah).
02. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
03. Kami menceriterakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu termasuk orang-orang yang tidak mengetahui.
04. (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Hai ayahku ! Sesungguhnya aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.
05. Dia (ayahnya) berkata : “Hai anakku ! Janganlah kamu ceriterakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.
06. Dan demikianlah, Tuhan memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebahagian takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’kub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni’mat-Nya kepada kedua orang bapak (kakek)mu sebelum itu (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Yusuf Dengan Saudara-Saudaranya
07. Sesungguhnya ada tanda-tanda kekuasaaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
08. (yaitu) ketika mereka berkata : “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Benyamin) lebih dicintai oleh ayah dari pada kita, padahal kita adalah satu golongan (yag kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata,
09. bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik”
10. Seorang di antara mereka berkata : “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebahagian musafir, jika kamu hendak berbuat”
11. Mereka berkata : “ Hai ayah kami ! Mengapa kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesugguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.
12. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya”.
13. Dia (Ya’kub) berkata ; “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya”.
14. Mereka berkata : “Jika benar-benar mereka dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang rugi”.
15. Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya (Yusuf) : “kamu kelak akan menceriterakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari”.
16. Kemudian mereka datang (kembali) kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
17. Mereka berkata : “Hai ayah kami ! Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar”.
18. Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang dilumuri) darah palsu. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik (itulah kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceriterakan”.
19. Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya, dia berkata : “Oh, kabar gembira, ini seorang anak muda !”. Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Yusuf Mendapat Godan
20. Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.
21. Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya : “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut ia sebagai anak”. Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’wil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
22. Dan ketika dia telah cukup dewasa, Kami berikan hikmah dan ilmu. Demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
23. Dan wanita (Zulaikha) yangYusuf tinggal di rumahnya menggoda (Yusuf) untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan di menutup pintu-pintu, lalu berkata : “Marilah mendekat kepadaku”. Yusuf berkata : “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
24. Dan sesungguhnya wanita itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
25. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata ; “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap isterimu, kecuali dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksaan yang pedih ?”
26. Dia (Yusuf) berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya ; “Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu yang benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang dusta.
27. Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia Yusuf termasuk orang-orang yang benar”.
28. Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakanag, dia berkata ; “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat”.
29. 29 Hai Yusuf ! : “Berpaling (lupakanlah) ini, dan (isteriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena kamu termasuk orang yang bersalah”.
Yusuf Dipenjara
30. Dan perempuan-perempuan di kota berkata ; “Isteri Al ‘Azis menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata”.
31. Maka tatkala wanita (Zulaikha) itu mendengar cercaan mereka, diundanglah wanita-wanita itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka dan kepada masing-masing diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada) Yusuf ; “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Ketika wanita-wanita itu melihatnya, mereka terpesona kepada (ketampanan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) menggores (melukai) tangannya sendiri. Seraya berkata ; “Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini benar-benar malaikat yang mulia”.
32. Dia (isteri Al ‘Aziz) berkata : “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan., dan dia akan menjadi orang yang hina”.
33. Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku ! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipudaya mereka niscaya aku akan cenderung untuk ( memenuhi keinginan mereka) dann tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh”.
34. Maka Tuhan memperkenankan do’a Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
35. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
Da’wah Yusuf Dalam Penjara
36. Dan bersama dengan dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata : “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur”, dan yang lainnya berkata : “Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung”. Berikanlah kepada kami ta’wilnya. Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik.
37. Dia (Yusuf) berkata : “Makanan apa-pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan ta’wilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebahagian yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat,
38. dan aku mengikuti agama bapak-bapak (kakek)ku; Ibrahim, Ishak dan Ya’kub. Tidaklah pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa-pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
39. Hai kedua penghuni penjara ! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?
40. Kamu tidak menyembah yang selain selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
41. Hai kedua penghuni penjara; “Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebahagian kepalanya. Telah diputuskan (terjawab) perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.
42. Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua ; “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu”. Maka syaitan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam pejara beberapa tahun lamanya.
Ta’wil Yusuf Tentang Mimpi Raja
43. Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya) : “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk di makan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang yang terkemuka ! Terngkanlah kepadaku tentang ta’wil mimpiku itu jika kamu dapat mena’wilkan mimpi”.
44. Mereka menjawab ; “(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu mena’wilkan mimpi itu”.
45. Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya ; “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’wilkan mimpi itu, maka suruhlah aku (kepadanya)”.
46. (Setelah pelayan itu berjumpa Yusuf dia berseru) : “Yusuf ! Hai orang yang amat dipercaya. Terangkanlah kepada kami (ta’wil mimpi) tentang tujuh ekor sapi bertina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus-kurus, tujuh bulir (tangkai gandum) yang hijau dan (tujuh lainnya) yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengeytahuinya”.
47. (Yusuf) berkata : “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai (petik) hendaklah kamu biarkan (simpan) ditangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
49. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)”.
Yusuf Dibebaskan Dari Penjara
50. Dan raja berkata : “Bawalah dia kepadaku”. Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata ; “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Mengetahui tipu daya mereka”.
51. Dia (raja) berkata (kepada wanita-wanita itu) ; “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya ?” Mereka berkata ; “Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan daripadanya”. Isteri Al ‘Azizs berkata ; “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar”.
52. (Yusuf berkata) : “Yang demikian itu agar dia (Al ‘Azis) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak menghianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
54. Dan raja berkata : “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku”. Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata ; “ Sesungguhnya kamu (mulai ) hari ini menjadi orang di lingkungan kami yang berkedudukan tinggi dan dipercaya.
55. Dia (Yusuf) berkata : “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan”.
56. Dan demkianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri (Mesir) pergi ke mana saja yang ia kehendaki di bumi (Mesir) itu. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa saja yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Saudara-Saudaranya
58. Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.
59. Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, ia berkata : “Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu (Benyamin) , tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang baik ?
60. Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan janganlah kamu mendekatiku”.
61. Mereka berkata : “Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.
62. Dan dia (Yusuf) berkata kepada para bujang (pelayan)nya ; “Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi”.
63. Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Ya’kub) mereka berkata : “Hai ayah kami ! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya”.
64. Dia (Ya’kub) berkata : “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mepercayakan saudara saudaranya (Yusuf) kepadamu dahulu ?”. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.
65. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata; “Hai ayah kami ! Apa lagi yag kita iginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan mendapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)”.
66. Dia (Yusuf) berkata “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh”. Tatkala mereka memberikan janji mereka, dia (Yakub) berkata : “Allah adalah saksi terhadap yang apa yang kita ucapkan”.
67. Dan dia (Ya’kub) berkata :” Hai anak-anakku ! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menertapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal”.
68. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintah ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tidak dapat menolak sedikitpun takdir Allah, (akan tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Ya’kub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, (Yusuf) berkata; “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan kamu bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan”.
70. Maka tatkala telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala (tempat minuman) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, : “Hai kafilkah ! Sesungguhnya kamu adalah pencuri ?”.
71. Mereka menjawab, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh); “Kamu kehilangan barang apa ?”.
72. (Para penyeru itu) berkata : “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku mejamin terhadapnya”.
73. (saudara-saudara Yusuf) berkata; “Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri”.
74. Mereka berkata ; “Tetapi apa hukumannya jika kamu berbohong ?”
75. Mereka menjawab ; “Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah balasannya (tebusannya). Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang yag zalim”.
76. Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
77. Mereka berkata : “Jika dia mencuri, maka sesungguhnya sebelum itu saudranya pun pernah pula mencuri”. Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hati) ; “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sfatmu) dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu terangkan itu “.
78. Mereka berkata : “Wahai Al Aziz ! Dia mempunyai ayah yang sudah tua lanjut usianya, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik”.
79. (Dia) Yusuf) berkata : “ Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim”.
80. Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisisk-bisik, yang tertua di antara mereka berkata ; “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf ?. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri (Mesir) ini, sampai ayahku megizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.
81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah ; Hai ayah kami ! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak menjaga (mengetahui) apa yang dibalik itu.
82. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”.
83. Dia (Ya’kub) berkata : “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
84. Dan dia (Ya’kub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata ; “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. maka dia diam menahan amarah (terhadap anak-anakmnya).
85. Mereka berkata : “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengindap penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa”.
86. Dia (Ya’kub) menjawab ; Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.
88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata ; “Wahai Al Aziz ! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.
89. Dia (Yusuf) berkata; “Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu ?”.
90. Mereka berkata; “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf ?”. Yusuf menjawab ; “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunianya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik”.
91. Mereka berkata : “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)”.
92. Dia (Yusuf) berkata ; “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
93. Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu letakkanlah ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali, dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku”.
Pertemuan Yusuf A.S. Dengan Kedua Orang Tuanya.
94. Dan ketika kafilah itu keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata : “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”.
95. Mereka (keluarganya) berkata ; “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.
96. Maka tatkala telah tiba pembawa berita itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’kub, lalu dia dapat melihat kembal. Dia (Ya’kub) berkata : “Tidakkah aku telah katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak megetahuinya”.
97. Mereka berkata : “Wahai ayah kami ! Mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”.
98. Ya’kub berkata : “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
99. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia (Yusuf) merangkul kedua orang tuanya seraya berkata ; “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”.
100. Daindia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata : “Wahai ayahku ! Inilah ta’wil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah mejadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Do’a Yusuf A.S.
101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'wil mimpi (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh”.
Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Kisah Yusuf A.S.
102. Itulah sebahagian berita ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada di sisi mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu daya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).
103. Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya
104. Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
105. Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.
106. Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukanNya.
107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka. Atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya ?
108. Katakanlah ( Muhammad) : “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.
109. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya ?
110. Sehinga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat di tolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.
111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukan ceritera yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar