Rabu, 22 Juli 2009

SURAT KE 9 AT-TAUBAH (PENGAMPUNAN)

AT-TAUBAH (PENGAMPUNAN)
Surah Ke : 9 ; 129 Ayat

Aku berlindung dari godaan syaithan yang terkutuk
PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN

Orang Islam Bebas Dari Tanggung Jawab Terhadap Perjanjian Dengan Kaum Musyrikin
01. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)
02. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu sesungguhnya tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
03. Dan (inilah) satu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaun musyrikin) bertaubat, maka itu lebih baik abagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,
04. kecuali orang-orang yang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu-pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Pengumuman Perang Terhadap Kaum Musyrikin
05. Apabila telah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
06. di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemuadian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
Sebab-Sebab Perjanjian Damai Dibatalkan
07. Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram (Hudaibiyah) ?, maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
08. Bagaiman mungkin (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menetapi perjanjian)
09. Mereka memperjual-belikan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya sangat buruklah apa yang mereka kerjakan.
10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan terhadap orang-orang mu’min dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
11. Maka jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
12. Dan jika mereka melanggar sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.
13. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu ?. Mengapa kamu takut kepada mereka ? Padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
14. Peranagilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu (dengan lemenangan) terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,
15. dan menghilangkan panas hati mereka (orang-orang mu’min). Dan Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ujian Keimanan
16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.
Orang-Orang Yang Layak Memakmurkan Masjid-Masjid
17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itulah oaring-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
18. Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa-pun) kecuali Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
19. Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah ? Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
21. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan syurga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya,
22. mereka kekal didalamnya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
23. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran dari pada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
24. Katakanlah ; “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Umat Islam Mendapat Kemenangan Dalam Pelbagai Pertempuran
25. sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu’minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa’at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah tersasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.
26. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman. Dan Allah menurunkan bala tentara (para malaikat) yang kamu tidak melihatnya dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang kafir, dan demikian itu balasan bagi orang-orang kafir.
27. Setelah itu Allah menerima taubat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
28. Hai orang-orang yang beriman ! Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (kotor jiwa mereka) maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka nanti Allah akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijakasana.
29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Al Kitab kepada mereka, hingga mereka membayar jiz’ah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Kepercayaan Orang-Orang Yahudi Dan Orang-Orang Nasrani Serta Sikap-Sikap Mereka
30. Orang-orang Yahudi berkata : “Uzair itu putra Allah”, dan orang-orang Nasrani berkata ; “Al Masih putra Allah”, Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka, mereka meniru perkataan orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling ?
31. Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
33. Dia-lah yang telah mengurus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
34. Hai orang-orang ynag beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,
35. pada hari dipanaskan emas perak dalam neraka Jahannan, lalu dibakar (disetrika) dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.
Bulan-Bulan Yang Dikhormati
36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua-belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bula haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuasnya. Dan ketahuilah bahwa Allah berserta orang orang yang bertakwa.
37. Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang indah perbuatan mereka yang buruk. Dan Allah tidak memberi petunnjuk kepada orang-orang yang kafir.
KISAH PERANG TABUK
Perintah Untuk Berjihad
38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu : “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu ? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat ? Padahal kenikamatan kehidupan di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
39. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang) niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikitpun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolognya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekkah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya; “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada nya (Muhammad) dan membantu dengan bala-tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
42. Seandainya (yang kamu serukan kepada mereka) itu ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, akan tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
43. Allah mema’afkanmu (Muhammad). Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta. ? Hanya Orang Munafilklah yang Tidak Mau Berperang
44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.
46. Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan (kepada mereka) ; “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”.
47. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat mendengarkan (perkataan) mereka. Dan Allah mengetahui perkataan orang yang zalim.
48. Sesungguhnya sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu untuk (merusakkan) mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
49. Dan diantara mereka ada orang yang berkata : “Berilah aku izin (untuk tidak pergi berperang) dan janganlah kamu (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah”. Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu banar-benar meliputi orang-orang yang kafir.
50. Jika kamu (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika kamu ditimpa bencana, mereka berkata : “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
51. Katakanlah (Muhammad) ; “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah Pelindung kami dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.
52. Katakanlah (Muhammad); “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu”
53. Katakanlah (Muhammad) : “Nafkahkanlah hartamu baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah darimu itu sekali-kali tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik”
54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan rasa malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
55. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka (menarik) membuamu kagum. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi harta dan anak-anak) itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.
56. Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu)
57. Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah) niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
Sikap Orang Munafik Terhadap Pembahagian Sedekah
58. Dan diantra mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian, tiba-tiba mereka menjadi marah.
59. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata : “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan (juga) Rasul-Nya akan memberi kepada kami sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah”.
Ketentuan-Ketentuan Pembahagian Zakat
60. Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil,zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai ketetapan yang diwajiban Allah ; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
61. Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan : “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah : “Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, di beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mu’min, dan menjadi rahnat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih.
Tuduhan-Tuduhan Orang Munafik Terhadap Nabi
62. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih pantas mereka mencari keridhaan-Nya, jika mereka mereka orang-orang yang mu’min.
63. Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaaan yang besar.
64. Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka : “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.
65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab ; “Sesungguhnya kami hanya bersendau-gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah : “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok.
66. Tidak usah kamu meminta ma’af, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami mema’afkan sebahagian dari kamu (karena telah taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.
Hasutan-Hasutan Orang-Orang Munafik Dan Ancaman Allah Terhadap Mereka
67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah akan melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.
68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi merka; Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal,
69. (keadaaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih dari pada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bahagiannya, dan kamu telah menikmati bahagianmu sebagaimana orang-orang sebelum kamu menikmati bahagiannya, dan kamu mempercakapkannya (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
70. Apakah belum sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah ? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzailimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Anjuran Kepada Orang-Orang Mu’min Dan Janji Allah Terhadap Mereka
71. Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
72. Allah menjanjikan kepda orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat tempat) yang baik di syurga ‘And. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itulah keberuntungan yang agung.
Keharusan Bersikap Tegas Terhadap Orang-Orang Kafir Dan Munafik
73. Hai Nabi ! berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
74. Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan menginginkan apa yanag mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
Ikrar Orang Munafik Tidak Dapat Dipercaya
75. Dan diantara mereka telah ada orang yang telah berjanji kepada Allah; “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang shaleh”.
76. Maka setelah Allah meberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling dan mereka selalu menentang (kebenaran).
77. Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yag telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalau berdusta.
78. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah mengetahui segala yang ghaib ?
Kemunafikan Adalah DosaYang Tidak Diampuni Allah
79. (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang mu’min yang memberikan sedekah dengan suka rela dan (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disesekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
80. (Sama saja) kamu (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau kamu tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Kendatipun kamu memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
Keadaan Orang-Orang Munafik Yang Tidak Mau Berjihad
81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata ; “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah : “Api neraka Jahannam lebih panas”, jika mereka mengetahui.
82. Maka biarkan mereka tertawa sedikit dan menangus banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka kerjakan.
83. Maka jika Allah memngembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah : “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)”.
Larangan Menshalatkan Jenazah Orang Munafik
84. Dan janganlah kamu (Muhammad) melaksanakan shalt untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di atas kuburnyya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
85. Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu (Muhammad) Sesungguhnya dengan itu Allah menghendaki mengazab mereka di dunia dan agar melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
Keengganan Orang Munafik Untuk Berjihad Dan Pahala Orang Yang Berjihad
86. Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik) ; “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama rasul-Nya”, niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk berjihad) dan mereka berkata ; “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tingal di rumah)”.
87. Merela rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, maka mereka tidak mengetahui ( kebahagiaan beriman dan berjihad)
88. Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
89. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
90. Dan datang orang-orang Arab Badui (kepada Nabi) mengemukakan (alasan) uzur, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
Uzur-Uzur Yang Dibenarkan Syara’ Untuk Tidak Berjihad
91. Tidak ada dosa (karena tidak berperang) atas orang-orang yang lemah, orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa-pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
92. dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar kamu memberi kendaran kepada mereka, lalu kamu berkata : “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air-mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).
93. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya,. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)

JUZ 11
94. Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali (dari medan perang) kepada mereka. Katakanlah (Muhammad) ; “Janganlah kamu mengemukakan (alasan) uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melhat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
95. Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahannam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
96. Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan ridha kepada orang-orang yang fasik.
97. Orang-orang Arab Badui itu, lebih kuat kekafiran sdan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
98. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai sesuatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
99. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) do’a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (syurga)-Nya ; sesungguhnyas Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
100. Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka-pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
101. Dan di antara orang-orang Arab Badui yang disekitarmu itu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
102. Dan (ada pula) orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur adukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Keharusan Penguasa Memungut Zakat
103. Ambllah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenangan jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
104. Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
105. Dan katakanlah ; “Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya dan orang-orang yang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
106. Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mumngkin Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Keharusan Waspada Terhadap Tipu Daya Orang Yang Mempergunakan Masjid Sebagai Alatnya
107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orag-orang yang beriman) untuk kekafiran dan untuk memecah belah diantara orang orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah : “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
108. Janganlah kamu melaksanakan shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas kamu melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.
109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid)nya atas dasar takwa kepada Allah dan keridhan(Nya) itu lebih baik; ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya ditepi jurang yang runtuh, lalu (bangunnnya) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam ? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
110. Bangnan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Penghargaan Allah Terhadap Para Syuhada
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang meriman, baik diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakanh yang lebih menepati janjinya (selain) dari pada Allah ? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
112. Maka mereka adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji Allah, mengembara (demi ilmu dan agama) ruku’, sujud, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.
Larangan Memintakan Ampun Untuk Orang-Orang Musyrik
113. Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahannam.
114. Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapakya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
115. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberinya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
116. Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
117. Sesugguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,
118. dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka-pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. SAesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
119. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
120. Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka dari pada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) mennginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shaleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
121. dan tiadalah mereka menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal shaleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
122. Dan tidak sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peeringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada disekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
124. Dan apabila diturunkan suatu surat, maka diantara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata ; “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini ?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah itu menambah imannya, sedang mereka merasa gembira.
125. Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.
126. Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran ?
127. Dan apabila diturunkan satu surat, sebahagian memandang sebahagian yang lain (sambil berkata) : “ Adakah seorang dari (kaum muslimin) yang melihat kamu ?” Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
128. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderiataanmu, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.
129. Maka jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah : “ Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy (singgasana) yang agung”.


Masud Ibnu CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar