Surat : Al Muddatstsir ( Berselimut Tebal )
Surat : Ke 74 ; 56 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
PERINTAH KEPADA NABI UNTUK BERDA’WAH
Beberapa Petunjuk Dalam Berda’wah
01. Hai orang yang berkemul (berselimut tebal) !
02. bangunlah lalu berilah peringatan !,
03. dan agunghkanlah Tuhanmu,
04. dan bersihkanlah pakaianmu,
05. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang kejji,
06. dan janganlah kamu (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
07. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.
08. Maka apabila sangkakala di tiup,
09. maka itulah hari yang serba sulit,
10. bagi orang-orang kafir tidak mudah.
Orang-Orang Yang Ingkar Urusannya Kepada Allah
11. Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,
12. dan Aku jadikan (berikan) baginya kekayaan yang melimpah,
13. dan anak-anak yang selalu bersamanya,
14. dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya,
15. kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
16. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah)! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al Qur’an)
17. Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)
19. maka celakalah dia ! Bagaimana dia menetapkan ?
20. sekalai lagi, celakalah dia ! Bagaimana dia menetapkan ?
21. kemudian dia (merenung) memikirkan
22. lalu brewajah masam dan cemberut,
23. kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
24. lalu dia berkata; “(Al Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang yang dahulu),
25. ini adalah perkataan manusia”.
26. Kelak, Aku akan memasukannya ke dalam (neraka) Saqar,
27. Dan tahukah kamu apakah (nerraka) saqar itu ?
28. Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
29. yang menghanguskan kulit manusia.
30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
31. Dan tidak kami jadikan penjaga neraka itu kecuali dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanyalah sebagai cobaan bagai orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar oarng-orang yang diberi kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu ; dan agar orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata) ; “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai perumpamaan ?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia Sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Yang Menerima Da’wah akan Mendapat Pahala Dan Yang Menolaknya Akan Masuk Neraka
32. Sekali-kali tidak ! Demi bulan,
33. dan demi malam ketika telah berlalu,
34. dan demi subuh apabila mulai terang,
35. sesungguhnya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,
36. sebagai peringatan bagi manusia,
37. (yaitu) bagi siapa di antara kamu sekalian yang ingin maju atau mundur.
38. Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam syurga, mereka saling menanyakan,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
42. “Apa yang menyebabkan kamu sekalian masuk ke dalam (neraka) Saqar ?”
43. Mereka menjawab ; “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat,
44. dan kami (juga) tidak memberi makan orang-orang miskin,
45. bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang bathil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
47. sampai datang kepada kami kematian”.
48. Maka tidak berguna bagi mereka syafa’at (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafa’at.
49. Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah) ?
50. seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,
51. lari dari singa.
52. Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
53. Sekali-kali tidak ! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
54. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar suatu peringatan.
55. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.
56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al Qur’an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 25 Maret 2010
SURAT KE : 73 AL MUZAMMIL ( ORANG YANG BERSELIMUT )
Surat : Al Muzammil (Orang Yang Berselimut)
Surat : Ke 73 ; 20 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.
PETUNJUK-PETUNJUK ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W. UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DALAM BERDA’WAH
Kewajiban Shalat Malam Atas Nabi Muhammad S.A.W.
01. Hai orang yang berselimut (Muhammad)
02. bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (dari padanya),
03. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
04. atau lebih dari dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Qur’an dengan perlahan-lahan.
05. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
06. Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan diwaktu itu) lebih berkesan.
07. Sesungguhnya pada siang hari kamu (sangat sibuk) dengan urusan-urusan yang panjang.
08. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
09. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
Beberapa Petunjuk Lainnya Untuk Nabi Muhammad S.A.W.
10. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkan mereka dengan cara yang baik.
11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhnan sebentar.
12. Sesungguhnya, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
13. dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
14. (ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
15. sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu sekalian (hai orang kafir Mekkah), yang menjadi saksi terhadap kamu sekalian, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun.
16. Namun Fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
17. Lalu bagaimanakah kamu sekalian akan dapat menjaga diri kamu sekalian jika kamu sekalian tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
18. Langit(pun) menjadi terbelah pada hari itu. Janji Allah itu pasti terlaksana.
19. Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
BEBERAPA PETUNJUK BAGI KAUM MUSLIMIN
20. Sesunguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan orang-orang yang bersama kamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekalian tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepada kamu sekalian, karena itu bacalah apa yang mudah (bagi kamu sekalian) dari Al Qur’an ; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu sekalian orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebahagian karunia Allah ; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah yang mudah (bagi kamu sekalian) dari Al Qur’an dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu sekalian perbuat untuk diri kamu sekalian niscaya kamu sekalian memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah ; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 73 ; 20 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.
PETUNJUK-PETUNJUK ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W. UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DALAM BERDA’WAH
Kewajiban Shalat Malam Atas Nabi Muhammad S.A.W.
01. Hai orang yang berselimut (Muhammad)
02. bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (dari padanya),
03. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
04. atau lebih dari dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Qur’an dengan perlahan-lahan.
05. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
06. Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan diwaktu itu) lebih berkesan.
07. Sesungguhnya pada siang hari kamu (sangat sibuk) dengan urusan-urusan yang panjang.
08. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
09. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
Beberapa Petunjuk Lainnya Untuk Nabi Muhammad S.A.W.
10. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkan mereka dengan cara yang baik.
11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhnan sebentar.
12. Sesungguhnya, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
13. dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
14. (ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
15. sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu sekalian (hai orang kafir Mekkah), yang menjadi saksi terhadap kamu sekalian, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun.
16. Namun Fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
17. Lalu bagaimanakah kamu sekalian akan dapat menjaga diri kamu sekalian jika kamu sekalian tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
18. Langit(pun) menjadi terbelah pada hari itu. Janji Allah itu pasti terlaksana.
19. Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
BEBERAPA PETUNJUK BAGI KAUM MUSLIMIN
20. Sesunguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan orang-orang yang bersama kamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekalian tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepada kamu sekalian, karena itu bacalah apa yang mudah (bagi kamu sekalian) dari Al Qur’an ; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu sekalian orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebahagian karunia Allah ; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah yang mudah (bagi kamu sekalian) dari Al Qur’an dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu sekalian perbuat untuk diri kamu sekalian niscaya kamu sekalian memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah ; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 72 AL JIN ( JIN )
Surat : Al Jin ( Jin )
Surat : Ke 72 ; 28 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
ISLAMNYA JIN SETELAH MENDENGARKAN AL QUR’AN
01. Katakanlah (Muhammad) : “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan Jin telah mendengarkan (bacaan Al Qur’an)”, lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan (Al Qur’an) yang menakjubkan.
02. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Tuhan kami,
03. dan sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak beranak”.
04. Dan sesungguhnya orang-orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
05. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
06. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
07. Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu sekalian (orang Musyrik Mekkah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapapun (pada hari Kiamat).
08. Dan sesunggnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
09. dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
10. Dan sesunguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
11. Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang shaleh dan ada (pula) kebalikannya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
12. Dean sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat melepaskan diri berlari (dari)-Nya.
13. Dan sesunguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.
14. Dan di antara kami (jin) banyak yang Muslim dan banyak (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.
15. Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka akan menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam”.
16. Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam) niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.
17. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
18. Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apapun di dalamnya selain Allah.
19. Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan shalat), mereka (para jin) itu berdesakan mengerumuninya.
PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA NABI
20. Katakanlah (Muhammad); “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”.
21. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak kuasa mendatangkan mudharat maupun mendatangkan kebaikan kepada kamu sekalian.
22. Katakanlah (Muhammad) ; “Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
23. (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”.
24. Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
25. Katakanlah (Muhammad) : “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepada kamu sekalian itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama”.
26. Dia Maha Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang ghaib itu.
27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
28. Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah-risalah Tuhan mereka, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 72 ; 28 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
ISLAMNYA JIN SETELAH MENDENGARKAN AL QUR’AN
01. Katakanlah (Muhammad) : “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan Jin telah mendengarkan (bacaan Al Qur’an)”, lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan (Al Qur’an) yang menakjubkan.
02. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Tuhan kami,
03. dan sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak beranak”.
04. Dan sesungguhnya orang-orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
05. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
06. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
07. Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu sekalian (orang Musyrik Mekkah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapapun (pada hari Kiamat).
08. Dan sesunggnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
09. dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
10. Dan sesunguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
11. Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang shaleh dan ada (pula) kebalikannya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
12. Dean sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat melepaskan diri berlari (dari)-Nya.
13. Dan sesunguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.
14. Dan di antara kami (jin) banyak yang Muslim dan banyak (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.
15. Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka akan menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam”.
16. Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam) niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.
17. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
18. Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apapun di dalamnya selain Allah.
19. Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan shalat), mereka (para jin) itu berdesakan mengerumuninya.
PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA NABI
20. Katakanlah (Muhammad); “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”.
21. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak kuasa mendatangkan mudharat maupun mendatangkan kebaikan kepada kamu sekalian.
22. Katakanlah (Muhammad) ; “Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
23. (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”.
24. Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
25. Katakanlah (Muhammad) : “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepada kamu sekalian itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama”.
26. Dia Maha Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang ghaib itu.
27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
28. Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah-risalah Tuhan mereka, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 71 NUUH ( NABI NUH A.S. )
Surat : Nuuh ( Nabi Nuh A.S.)
Surat : Ke 71 ; 28 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.
KISAH NUH DENGAN KAUMNYA
Seruan Nuh A.S. Kepada Kaumnya
01. Sesungguhnya Kami telah megutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah) ; “Berilah kaummu peringatan sebelum dating kepada mereka azab yang pedih”.
02. Dia (Nuh) berkata : “Hai kaumku ! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu sekalian,
03. (yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
04. niscaya Dia mengampuni sebahagian dosa-dosa kamu sekalian dan menangguhkan kamu sekalian (memanjangkan umur) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu sekalian mengetahui”.
Pengaduan Nuh A.S. Kepada Allah Tentang Keingkaran Kaumnya
05. Dia (Nuh) berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,
06. tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru merka lari (dari kebenaran).
07. Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari tangan mereka ke telinga mereka dan menutupkan baju mereka (ke wajah) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
08. Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.
09. Kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka (lagi) secara terbuka dan dengan diam-diam,
10. maka aku berkata (kepada mereka) ; “Mohonlah ampunan kepada Tuhan kamu sekalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun,
11. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepada kamu sekalian,
12. dan Dia memperbanyak harta dan anak-anak kamu sekalain, dan mengadakan kebun-kebun untuk kamu sekalian dan mengadakan sungai-sungai untuk kamu sekalian”.
13. Mengapa kamu sekalian tidak takut akan kebesaran Allah ?
14. Dan sungguh Dia telah menciptakan kamu sekalian dalam beberapa tingkatan (kejadian).
15. Tidakkah kamu sekalian memperhatikan bagaimna Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis ?
16. Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang) ?
17. Dan Allah menumbuhkan kamu sekalian dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),
18. kemudian Dia mengembalikan kamu sekalian ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu sekalian (pada hari Kiamat) dengan pasti.
19. Dan Allah menjadikan bumi untuk kamu sekalian sebagai hamparan,
20. agar kamu sekalian dapat pergi di bumi itu kian kemari di jalan-jalan yang luas,
21. Nuh berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian bagi baginya,
22. dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar”.
23. Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu sekalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tihan kamu sekalian dan jangan pula sekali-kali kamu sekalian meninggalkan (penyembahan kepada) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uuq dan Nasr”.
24. Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
Azab Yang Ditimpakan Kepada Kaum Nuh A.S.
25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
26. Dan Nuh berkata ; “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan kafir.
28. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapapun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu kecuali kehancuran”.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 71 ; 28 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.
KISAH NUH DENGAN KAUMNYA
Seruan Nuh A.S. Kepada Kaumnya
01. Sesungguhnya Kami telah megutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah) ; “Berilah kaummu peringatan sebelum dating kepada mereka azab yang pedih”.
02. Dia (Nuh) berkata : “Hai kaumku ! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu sekalian,
03. (yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
04. niscaya Dia mengampuni sebahagian dosa-dosa kamu sekalian dan menangguhkan kamu sekalian (memanjangkan umur) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu sekalian mengetahui”.
Pengaduan Nuh A.S. Kepada Allah Tentang Keingkaran Kaumnya
05. Dia (Nuh) berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,
06. tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru merka lari (dari kebenaran).
07. Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari tangan mereka ke telinga mereka dan menutupkan baju mereka (ke wajah) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
08. Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.
09. Kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka (lagi) secara terbuka dan dengan diam-diam,
10. maka aku berkata (kepada mereka) ; “Mohonlah ampunan kepada Tuhan kamu sekalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun,
11. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepada kamu sekalian,
12. dan Dia memperbanyak harta dan anak-anak kamu sekalain, dan mengadakan kebun-kebun untuk kamu sekalian dan mengadakan sungai-sungai untuk kamu sekalian”.
13. Mengapa kamu sekalian tidak takut akan kebesaran Allah ?
14. Dan sungguh Dia telah menciptakan kamu sekalian dalam beberapa tingkatan (kejadian).
15. Tidakkah kamu sekalian memperhatikan bagaimna Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis ?
16. Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang) ?
17. Dan Allah menumbuhkan kamu sekalian dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),
18. kemudian Dia mengembalikan kamu sekalian ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu sekalian (pada hari Kiamat) dengan pasti.
19. Dan Allah menjadikan bumi untuk kamu sekalian sebagai hamparan,
20. agar kamu sekalian dapat pergi di bumi itu kian kemari di jalan-jalan yang luas,
21. Nuh berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian bagi baginya,
22. dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar”.
23. Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu sekalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tihan kamu sekalian dan jangan pula sekali-kali kamu sekalian meninggalkan (penyembahan kepada) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uuq dan Nasr”.
24. Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
Azab Yang Ditimpakan Kepada Kaum Nuh A.S.
25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
26. Dan Nuh berkata ; “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan kafir.
28. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapapun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu kecuali kehancuran”.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 70 AL MA'AARIJ ( TEMPAT-TEMPAT NAIK )
Surat : Al Ma’aarij ( Tempat-Tempat Naik )
Surat : Ke 70 ; 44 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KEPASTIAN DATANGNYA AZAB KEPADA ORANG-ORANG KAFIR
01. Seseorang bertanya tentang azab yang pasti akan terjadi,
02. bagi orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,
03. (azab yang datang) dari Allah, Yang memiliki tempat-tempat naik.
04. Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
05. Maka bersabarlah kamu (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.
06. Sesungguhnya mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).
07. Sedang Kami memandangnya dekat (pasti terjadi),
08. (Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,
09. dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
10. dan tidak ada seorang teman karibpun menanyakan temannya,
11. sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab beserta anak-anaknya,
12. dan istrinya dan saudaranya,
13. dan keluarganya yang melndunginya (di dunia),
14. dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
15. Sama sekali tidak! Sesungguhnya neraka itu api yang bergejolak,
16. yang mengelupaskan kulit kepala.
17. Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),
18. dan orang yang megumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.
AJARAN ISLAM UNTUK MENGATASI SIFAT-SIFAT YANG JELEK KEPADA MANUSIA
19. Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
20. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
21. dan apabila mereka mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,
22. kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat,
23. mereka yang tetap setia melaksanakan shalat mereka,
24. dan orang-orang yang dalam harta mereka tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan bagi yang tidak meminta,
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhan mereka,
28. sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),
29. dan orang-orang yang memelihara kemaluan mereka,
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
31. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homosex dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
32. Dan orang-orang yang memelihara (mengemban) amanat-amanat dan janji mereka.
33. dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksian mereka,
34. dan orang-orang yang memelihara shalat mereka.
35. Mereka itu (kekal) di dalam syurga lagi dimuliakan.
AZAB YANG MENGHINAKAN AKAN MENIMPA ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN ALLAH
36. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas kehadapanmu (Muhammad),
37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok ?
38. Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk syurga yang penuh kenikmatan ?
39. Tidak mungkin ! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
40. Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa,
41. untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat di kalahkan.
42. Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,
43. (yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
44. pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 70 ; 44 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KEPASTIAN DATANGNYA AZAB KEPADA ORANG-ORANG KAFIR
01. Seseorang bertanya tentang azab yang pasti akan terjadi,
02. bagi orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,
03. (azab yang datang) dari Allah, Yang memiliki tempat-tempat naik.
04. Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
05. Maka bersabarlah kamu (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.
06. Sesungguhnya mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).
07. Sedang Kami memandangnya dekat (pasti terjadi),
08. (Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,
09. dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
10. dan tidak ada seorang teman karibpun menanyakan temannya,
11. sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab beserta anak-anaknya,
12. dan istrinya dan saudaranya,
13. dan keluarganya yang melndunginya (di dunia),
14. dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
15. Sama sekali tidak! Sesungguhnya neraka itu api yang bergejolak,
16. yang mengelupaskan kulit kepala.
17. Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),
18. dan orang yang megumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.
AJARAN ISLAM UNTUK MENGATASI SIFAT-SIFAT YANG JELEK KEPADA MANUSIA
19. Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
20. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
21. dan apabila mereka mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,
22. kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat,
23. mereka yang tetap setia melaksanakan shalat mereka,
24. dan orang-orang yang dalam harta mereka tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan bagi yang tidak meminta,
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhan mereka,
28. sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),
29. dan orang-orang yang memelihara kemaluan mereka,
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
31. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homosex dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
32. Dan orang-orang yang memelihara (mengemban) amanat-amanat dan janji mereka.
33. dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksian mereka,
34. dan orang-orang yang memelihara shalat mereka.
35. Mereka itu (kekal) di dalam syurga lagi dimuliakan.
AZAB YANG MENGHINAKAN AKAN MENIMPA ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN ALLAH
36. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas kehadapanmu (Muhammad),
37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok ?
38. Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk syurga yang penuh kenikmatan ?
39. Tidak mungkin ! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
40. Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa,
41. untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat di kalahkan.
42. Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,
43. (yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
44. pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 69 AL HAAQQAH ( HARI KIAMAT )
Surat : Al Haaqqah (Hari Kiamat)
Surat : Ke 69 ; 52 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEPASTIAN ADANYA HARI KIAMAT
Orang-Orang Yang Mendustakan Kebenaran Pasti Binasa
01. Hari Kiamat,
02. apakah hari Kiamat itu ?
03. Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu ?
04. Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari Kiamat.
05. Maka adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,
06. Dan adapun kaum ‘Aad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
07. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus menerus; maka kamu melihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
08. Maka adakah kamu melihat seorangpun yang masih tersisa diantara mereka ?
09. Kemudian datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.
10. Maka mereka mendustai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
11. Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu sekalian ke dalam kapal,
12. agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu sekalian dan agar diperhatikan oleh teringa yang mau mendengar.
Peristiwa-Peristiwa Di Waktu Terjadinya Hari Kiamat
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
15. Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,
16. daan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
17. Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat mengunjungi ‘Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
18. Pada hari itu kamu sekalian dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
Saat Behisab Dan Peristiwa-Peristiwa Berikutnya
19. Adapun orang yang kitabnya diberika di tangan kanannya, maka dia berkata ; “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
22. dalam syurga yang tinggi,
23. buah-buahannya dekat,
24. (kepada mereka dikatakan) ; “Makan dan minumlah dengan ni’mat karena amal yang telah kamu sekalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.
25. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata ; “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
26. Dan aku tidak mengetahui bagaimana perhitungan terhadap diriku.
27. Wahai kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
28. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
29. Kekuasaanku telah hilang dariku”.
30. (Allah berfirman); “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”.
31. Kemudian masukkanlah mereka ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32. Kemusdian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33. Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung.
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
35. Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang temanpun baginya.
36. Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
AL QUR’AN BENAR-BENAR WAHYU ALLAH
38. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu sekalian lihat,
39. demi apa yang tidak kamu sekalian lihat.
40. Sesunggunhya ia (Al Qur’an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
41. dan ia (Al Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu sekalian beriman kepadanya.
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu sekalian mengambil pelajaran darinya,
43. ia (Al Qur’an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
44. Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebahagian perkataan atas (nama) Kami,
45. pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.
46. Kemudian benar-benar Kami potong pembuluh jantungnya.
47. Maka tidak seorangpun dari kamu sekalian yang dapat menghalangi (kami untuk menghukumnya).
48. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar megetahui bahwa diantara kamu sekalian ada orang yang mendustakan(nya)
50. Dan sesunggunya Al Qur’an itu benar-benar akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
51. Dan sesungguhya Al Qur’an itu kebenaran yang meyakinkan.
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
---mic---
Hajai Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 69 ; 52 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEPASTIAN ADANYA HARI KIAMAT
Orang-Orang Yang Mendustakan Kebenaran Pasti Binasa
01. Hari Kiamat,
02. apakah hari Kiamat itu ?
03. Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu ?
04. Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari Kiamat.
05. Maka adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,
06. Dan adapun kaum ‘Aad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
07. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus menerus; maka kamu melihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
08. Maka adakah kamu melihat seorangpun yang masih tersisa diantara mereka ?
09. Kemudian datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.
10. Maka mereka mendustai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
11. Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu sekalian ke dalam kapal,
12. agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu sekalian dan agar diperhatikan oleh teringa yang mau mendengar.
Peristiwa-Peristiwa Di Waktu Terjadinya Hari Kiamat
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
15. Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,
16. daan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
17. Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat mengunjungi ‘Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
18. Pada hari itu kamu sekalian dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
Saat Behisab Dan Peristiwa-Peristiwa Berikutnya
19. Adapun orang yang kitabnya diberika di tangan kanannya, maka dia berkata ; “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
22. dalam syurga yang tinggi,
23. buah-buahannya dekat,
24. (kepada mereka dikatakan) ; “Makan dan minumlah dengan ni’mat karena amal yang telah kamu sekalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.
25. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata ; “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
26. Dan aku tidak mengetahui bagaimana perhitungan terhadap diriku.
27. Wahai kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
28. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
29. Kekuasaanku telah hilang dariku”.
30. (Allah berfirman); “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”.
31. Kemudian masukkanlah mereka ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32. Kemusdian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33. Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung.
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
35. Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang temanpun baginya.
36. Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
AL QUR’AN BENAR-BENAR WAHYU ALLAH
38. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu sekalian lihat,
39. demi apa yang tidak kamu sekalian lihat.
40. Sesunggunhya ia (Al Qur’an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
41. dan ia (Al Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu sekalian beriman kepadanya.
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu sekalian mengambil pelajaran darinya,
43. ia (Al Qur’an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
44. Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebahagian perkataan atas (nama) Kami,
45. pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.
46. Kemudian benar-benar Kami potong pembuluh jantungnya.
47. Maka tidak seorangpun dari kamu sekalian yang dapat menghalangi (kami untuk menghukumnya).
48. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar megetahui bahwa diantara kamu sekalian ada orang yang mendustakan(nya)
50. Dan sesunggunya Al Qur’an itu benar-benar akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
51. Dan sesungguhya Al Qur’an itu kebenaran yang meyakinkan.
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
---mic---
Hajai Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 68 AL QALAM ( KALAM )
Surat : AL QALAM ( Kalam )
Surat : Ke 68 ; 52 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BANTAHAN ALLAH TERHADAP TUDUHAN-TUDUHAN ORANG KAFIR KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W.
Muhammad S.A.W. Adalah Seorang Yang Berakhlaq Agung
01. Nuun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
02. dengan karunia Tuhanmu, kamu (Muhammad) bukanlah orang gila.
03. Dan sesungguhnya kamu pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
04. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
05. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun aka melihat,
06. siapa diantara kamu sekalian yang gila.
07. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang mengetahui siapa orang-orang yang mendapat petunjuk.
Larangan Mentaati Orang-Orang Yang Mendustakan Kebenaran
08. Maka janganlah kamu patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
09. Mereka menginginkan agar kamu bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
10. Dan janganlah kamu patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
11. suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
12. yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
13. yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
14. karena dia kaya dan banyak anak.
15. Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata ; “(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu”.
16. Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidungnya).
ALLAH TELAH MENIMPAKAN COBAAN KEPADA ORANG-ORANG KAFIR SEBAGAI YANG DITIMPAKAN KEPADA PARA PEMILIK KEBUN
17. Sesungguhnya Kami telah megujui mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah meguji para pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil) nya pada pagi hari,
18. tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, ‘Insya Allah’).
19. Lalu kenbun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
21. lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.
22. “Pergilah di pagi dini-hari ke kebun kamu sekalian jika kamu sekalian hendak memetik hasil”.
23. Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.
24. “Pada hari ini jangan sampai ada orang-orang miskin masuk ke dalam kebun kamu sekalian”.
25. Dan berangkatlah mereka di pagi dini-hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
26. Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata : “Sungguh kita ini benar-benar orang yang sesat,
27. bahkan kita dihalangi (tidak memperoleh apa pun)”.
28. Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka ; “Bukankah aku telah mengatakan kepada kamu sekalian, mengapa kamu sekalian tidak bertasbih (kepada Allah).
29. Mereka mengucapkan : “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
30. Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
31. Mereka berkata ; “Celaka kita ! Sesungguhnya kita ini orang-orang yang melampaui batas.
32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik dari pada yang ini, sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
33. seperti itulah azab (di dunia). Dan sesunguhnya azab di akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.
ALLAH SEKALI-KALI TIDAK MENYAMAKAN ORANG-ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG-ORANG YANG BURUK
34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh keni’matan di sisi Tuhan mereka.
35. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?
36. Mengapa kamu sekalian ( berbuat demikian) ? Bagaimana kamu sekalian mengambil keputusan ?
37. Ataukah kamu sekalian mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu sekalia pelajari ?
38. Bahwa sesungguhnya kamu sekalian dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
39. Atau apakah kamu sekalian memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; sesungguhnya kamu sekalian dapat mengambil keputusan (sekehendak kamu sekalian) ?
40. Tanyakanlah kepada mereka ; “Siapakah di antara mereka yang bertangguhng jawab terhadap (keputusan yang diambil itu) ?”
41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu ? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka jika mereka adalah orang-orang yang benar-benar.
42. (Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,
43. pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
44. (Ya Muhammad) maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Qur’an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang mereka tidak ketahui,
45. dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.
46. Ataukah kamu (Muhammad) meminta upah kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang ?
47. Ataukah mereka mengetahui yang ghaib, lalu mereka menuliskannya ?
48. Maka bersabarlah kamu (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdo’a dengan sedih.
49. Kalau sekiranya dia tidak segera mendapat ni’mat dari Tuhanya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
50. Lalau Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang shaleh.
51. Dan sesungguhnya, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al Qur’an dan mereka berkata; “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila”.
52. Dan Al Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 68 ; 52 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BANTAHAN ALLAH TERHADAP TUDUHAN-TUDUHAN ORANG KAFIR KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W.
Muhammad S.A.W. Adalah Seorang Yang Berakhlaq Agung
01. Nuun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
02. dengan karunia Tuhanmu, kamu (Muhammad) bukanlah orang gila.
03. Dan sesungguhnya kamu pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
04. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
05. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun aka melihat,
06. siapa diantara kamu sekalian yang gila.
07. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang mengetahui siapa orang-orang yang mendapat petunjuk.
Larangan Mentaati Orang-Orang Yang Mendustakan Kebenaran
08. Maka janganlah kamu patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
09. Mereka menginginkan agar kamu bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
10. Dan janganlah kamu patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
11. suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
12. yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
13. yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
14. karena dia kaya dan banyak anak.
15. Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata ; “(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu”.
16. Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidungnya).
ALLAH TELAH MENIMPAKAN COBAAN KEPADA ORANG-ORANG KAFIR SEBAGAI YANG DITIMPAKAN KEPADA PARA PEMILIK KEBUN
17. Sesungguhnya Kami telah megujui mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah meguji para pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil) nya pada pagi hari,
18. tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, ‘Insya Allah’).
19. Lalu kenbun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
21. lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.
22. “Pergilah di pagi dini-hari ke kebun kamu sekalian jika kamu sekalian hendak memetik hasil”.
23. Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.
24. “Pada hari ini jangan sampai ada orang-orang miskin masuk ke dalam kebun kamu sekalian”.
25. Dan berangkatlah mereka di pagi dini-hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
26. Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata : “Sungguh kita ini benar-benar orang yang sesat,
27. bahkan kita dihalangi (tidak memperoleh apa pun)”.
28. Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka ; “Bukankah aku telah mengatakan kepada kamu sekalian, mengapa kamu sekalian tidak bertasbih (kepada Allah).
29. Mereka mengucapkan : “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
30. Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
31. Mereka berkata ; “Celaka kita ! Sesungguhnya kita ini orang-orang yang melampaui batas.
32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik dari pada yang ini, sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
33. seperti itulah azab (di dunia). Dan sesunguhnya azab di akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.
ALLAH SEKALI-KALI TIDAK MENYAMAKAN ORANG-ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG-ORANG YANG BURUK
34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh keni’matan di sisi Tuhan mereka.
35. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?
36. Mengapa kamu sekalian ( berbuat demikian) ? Bagaimana kamu sekalian mengambil keputusan ?
37. Ataukah kamu sekalian mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu sekalia pelajari ?
38. Bahwa sesungguhnya kamu sekalian dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
39. Atau apakah kamu sekalian memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; sesungguhnya kamu sekalian dapat mengambil keputusan (sekehendak kamu sekalian) ?
40. Tanyakanlah kepada mereka ; “Siapakah di antara mereka yang bertangguhng jawab terhadap (keputusan yang diambil itu) ?”
41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu ? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka jika mereka adalah orang-orang yang benar-benar.
42. (Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,
43. pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
44. (Ya Muhammad) maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Qur’an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang mereka tidak ketahui,
45. dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.
46. Ataukah kamu (Muhammad) meminta upah kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang ?
47. Ataukah mereka mengetahui yang ghaib, lalu mereka menuliskannya ?
48. Maka bersabarlah kamu (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdo’a dengan sedih.
49. Kalau sekiranya dia tidak segera mendapat ni’mat dari Tuhanya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
50. Lalau Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang shaleh.
51. Dan sesungguhnya, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al Qur’an dan mereka berkata; “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila”.
52. Dan Al Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 67 AL MULK ( KERAJAAN )
Surat : Al Mulk (Kerajaan )
Surat : Ke 67 : 30 Ayat
JUZ : 29
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KERAJAAN ALLAH MELIPUTI KERAJAAN DUNIA DAN AKHIRAT
Kekuasaan Dan Ilmu Allah Yang Tergambar Di Alam Semesta
01. Maha Suci Allah yang di tangan-Nya (menguasai segala) kerajaan, Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
02. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu sekalian, siapa diantara kamu sekalian yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
03. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ?
04. Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepada kamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
05. Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
Azab Yang Diderita Orang-Orang Kafir Di Akhirat
06. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, akan mendapat azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
07. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
08. hampir-hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka ; “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepada kamu sekalian (di dunia) ?”
09. Mereka menjawab : “Benar ada”, sungguh seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan (nya) dan kami katakan : “Allah tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu sekalian sebenarnya di dalam kesesatan yang besar”.
10. Dan mereka berkata : “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”.
11. Maka mereka mengakui dosa mereka. Maka jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
Janji Allah Kepada Orang-Orang Mu’min
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
13. Dan rahasiakanlah perkataaan kamu sekalian atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
14. Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui ? Dan Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
15. Dialah yang mejadikan bumi untuk kamu sekalian yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Ancaman Allah Kepada Orang-Orang Kafir
16. Sudah merasa amankah kamu sekalian, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu sekalian ditelan bumi ketika tiba-tiba ia (bumi itu) terguncang ?
17. atau sudah merasa amankah kamu sekalian, bahwa Dia yang di langit akan megirimkan badai yang berbatu kepada kamu sekalian ? Maka kelak kamu sekalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
18. Dan sungguh, orang-orang yang sebelum merekapun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku !
19. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang megembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka ? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah . Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
20. Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagi kamu sekalian yang dapat membela kamu sekalian selain (Allah) Yang Maha Pemurah ? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. Atau siapakah yang dapat memberi kamu sekalian rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya ? Bahkan mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diiri (dari kebenaran).
22. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus ?
23. Kataklanlah (Muhammad); “Dialah yang menciptakan kamu sekalian dan menjadikan untuk kamu sekalian pendengara, penglihatan dan hati nurani. (tetapi) sedikit sekali kamu sekalian bersyukur.
24. Katakanlah (Muhammad); “Dialah yang menjadikan kamu sekalian berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan”.
25. Dan mereka (kaum kafirin) berkata : “Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu sekalian (kaum mu’minin) orang-orang yang benar ?”
26. Katakanlah (Muhammad) : “Sesungguhnyaq ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.
27. Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) ; “Inilah (azab) yang dahulu kamu sekalian memitanya”.
28. Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu sekalian jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), lalu siapa yang dapat menlindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih ?”
29. Katakanlah (Muhammad); “Dialah Yang Maha Pemurah, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu sekalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata”.
30. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu sekalian menjadi kering, maka siapa yang akan memberi kamu sekalian air yang mengalir ?”
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 67 : 30 Ayat
JUZ : 29
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KERAJAAN ALLAH MELIPUTI KERAJAAN DUNIA DAN AKHIRAT
Kekuasaan Dan Ilmu Allah Yang Tergambar Di Alam Semesta
01. Maha Suci Allah yang di tangan-Nya (menguasai segala) kerajaan, Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
02. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu sekalian, siapa diantara kamu sekalian yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
03. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ?
04. Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepada kamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
05. Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
Azab Yang Diderita Orang-Orang Kafir Di Akhirat
06. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, akan mendapat azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
07. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
08. hampir-hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka ; “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepada kamu sekalian (di dunia) ?”
09. Mereka menjawab : “Benar ada”, sungguh seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan (nya) dan kami katakan : “Allah tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu sekalian sebenarnya di dalam kesesatan yang besar”.
10. Dan mereka berkata : “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”.
11. Maka mereka mengakui dosa mereka. Maka jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
Janji Allah Kepada Orang-Orang Mu’min
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
13. Dan rahasiakanlah perkataaan kamu sekalian atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
14. Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui ? Dan Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
15. Dialah yang mejadikan bumi untuk kamu sekalian yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Ancaman Allah Kepada Orang-Orang Kafir
16. Sudah merasa amankah kamu sekalian, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu sekalian ditelan bumi ketika tiba-tiba ia (bumi itu) terguncang ?
17. atau sudah merasa amankah kamu sekalian, bahwa Dia yang di langit akan megirimkan badai yang berbatu kepada kamu sekalian ? Maka kelak kamu sekalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
18. Dan sungguh, orang-orang yang sebelum merekapun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku !
19. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang megembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka ? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah . Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
20. Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagi kamu sekalian yang dapat membela kamu sekalian selain (Allah) Yang Maha Pemurah ? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. Atau siapakah yang dapat memberi kamu sekalian rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya ? Bahkan mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diiri (dari kebenaran).
22. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus ?
23. Kataklanlah (Muhammad); “Dialah yang menciptakan kamu sekalian dan menjadikan untuk kamu sekalian pendengara, penglihatan dan hati nurani. (tetapi) sedikit sekali kamu sekalian bersyukur.
24. Katakanlah (Muhammad); “Dialah yang menjadikan kamu sekalian berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan”.
25. Dan mereka (kaum kafirin) berkata : “Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu sekalian (kaum mu’minin) orang-orang yang benar ?”
26. Katakanlah (Muhammad) : “Sesungguhnyaq ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.
27. Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) ; “Inilah (azab) yang dahulu kamu sekalian memitanya”.
28. Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu sekalian jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), lalu siapa yang dapat menlindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih ?”
29. Katakanlah (Muhammad); “Dialah Yang Maha Pemurah, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu sekalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata”.
30. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu sekalian menjadi kering, maka siapa yang akan memberi kamu sekalian air yang mengalir ?”
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 18 Maret 2010
SURAT KE : 66 AT TAHRIM ( MENGHARAMKAN )
Surat : At Tahrim ( Mengharamkan )
Surat : Ke 66 ; 12 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
BEBERAPA TUNTUNAN TENTANG KEHIDUPAN RUMAH TANGGA
Nabi Muhammad S.A.W. dengan Isteri-Isterinya
01. Hai Nabi ! Mengapa kamu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu ? Kamu ingin menyenangkan hati isteri-isteri kamu ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
02. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu ; dan Allah adalah pelindungmu dan Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
03. Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang dari isteri-isterinya (Hafsah). Lalu dia (Hafsah) menceriterakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebahagian dan menyembunyikan sebahagian yang lain, Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya : “Siapakah yang telah mmeberitahukan hal ini kepadamu ?” Nabi menjawab ; “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
04. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sesunguhnya Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik ; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
05. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu sekalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik dari kamu sekalian; perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
06. Hai orang-orang yang beriman ! Peliharalah diri kamu sekalian dan keluarga kamu sekalian dari api nereka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Perintah Taubat Dan Berjihad
07. Hai orang-orang kafir ! Janganlah kamu sekalian mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu sekalian hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu sekalian kerjakan.
08. Hai orang-orang yang beriman ! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu sekalian akan mengahapus kesalahan-kesalahan kamu sekalian dan memasukkan kamu sekalian ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata ; “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesugguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
09. Hai Nabi ! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
CONTOH TENTANG ISTERI YANG TIDAK BAIK DAN ISTERI YANG BAIK
10. Alah membuat isteri Nuh dan isteri Luth, sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhanat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suami nya itu tidak dapat membantu mereka berdua sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua perempuan itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.
11. Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, isteri Fir’aun, ketika dia berkata ; “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,
12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebahagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang ta’at.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 66 ; 12 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
BEBERAPA TUNTUNAN TENTANG KEHIDUPAN RUMAH TANGGA
Nabi Muhammad S.A.W. dengan Isteri-Isterinya
01. Hai Nabi ! Mengapa kamu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu ? Kamu ingin menyenangkan hati isteri-isteri kamu ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
02. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu ; dan Allah adalah pelindungmu dan Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
03. Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang dari isteri-isterinya (Hafsah). Lalu dia (Hafsah) menceriterakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebahagian dan menyembunyikan sebahagian yang lain, Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya : “Siapakah yang telah mmeberitahukan hal ini kepadamu ?” Nabi menjawab ; “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
04. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sesunguhnya Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik ; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
05. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu sekalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik dari kamu sekalian; perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
06. Hai orang-orang yang beriman ! Peliharalah diri kamu sekalian dan keluarga kamu sekalian dari api nereka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Perintah Taubat Dan Berjihad
07. Hai orang-orang kafir ! Janganlah kamu sekalian mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu sekalian hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu sekalian kerjakan.
08. Hai orang-orang yang beriman ! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu sekalian akan mengahapus kesalahan-kesalahan kamu sekalian dan memasukkan kamu sekalian ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata ; “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesugguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
09. Hai Nabi ! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
CONTOH TENTANG ISTERI YANG TIDAK BAIK DAN ISTERI YANG BAIK
10. Alah membuat isteri Nuh dan isteri Luth, sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhanat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suami nya itu tidak dapat membantu mereka berdua sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua perempuan itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.
11. Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, isteri Fir’aun, ketika dia berkata ; “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,
12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebahagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang ta’at.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 65 ATH THALAQ ( TALAK )
Surat : Ath Thalaq ( Talak )
Surat : Ke 65 ; 12 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
BEBERAPA KETENTUAN TENTANG THALAQ DAN IDDAH
01. Hai Nabi ! Apabila kamu mnceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu iddah itu, serta bertaqwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah (di izinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barang siapa melanggar hukum Allah, maka sesunggungnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.
02. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddah mereka, maka rujukilah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orag saksi yang adil di antara kamu sekalian dan hendaklah kamu sekalian tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.
03. Dan Dia memeberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
04. Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara isteri-isteri kamu sekalian jika kamu sekalian ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan ; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan baragsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.
05. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu, barangsiapa bertaqwa kepadda Allah, niscaya Allah akan meghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.
06. Tempatkalah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuan kamu sekalian dan janganlah kamu sekalian menuyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah di talak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan kandungannya, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) kamu sekalian maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahlah di antara kamu sekalian (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu sekalian menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.
07. Hendaklah orang yang mempunyai keleluasan memberikan nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
HUKUM-HUKUM YANG DIBAWA NABI MUHAMMAD S.A.W. MEMBAWA KEBAHAGIAAN BAGI UMAT MANUSIA
08. Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat)
09. Sehingga mereka merasakan akibat yang uruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka itu adalah kerugian yang besar.
10. Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal ! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepada kamu sekalian.
11. (dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepada kamu sekalian yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shaleh, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
12. Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa itu. Perintah Allah berlaku pada mereka (langit dan bumi), agar kamu sekalian mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 65 ; 12 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
BEBERAPA KETENTUAN TENTANG THALAQ DAN IDDAH
01. Hai Nabi ! Apabila kamu mnceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu iddah itu, serta bertaqwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah (di izinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barang siapa melanggar hukum Allah, maka sesunggungnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.
02. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddah mereka, maka rujukilah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orag saksi yang adil di antara kamu sekalian dan hendaklah kamu sekalian tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.
03. Dan Dia memeberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
04. Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara isteri-isteri kamu sekalian jika kamu sekalian ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan ; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan baragsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.
05. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu, barangsiapa bertaqwa kepadda Allah, niscaya Allah akan meghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.
06. Tempatkalah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuan kamu sekalian dan janganlah kamu sekalian menuyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah di talak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan kandungannya, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) kamu sekalian maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahlah di antara kamu sekalian (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu sekalian menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.
07. Hendaklah orang yang mempunyai keleluasan memberikan nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
HUKUM-HUKUM YANG DIBAWA NABI MUHAMMAD S.A.W. MEMBAWA KEBAHAGIAAN BAGI UMAT MANUSIA
08. Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat)
09. Sehingga mereka merasakan akibat yang uruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka itu adalah kerugian yang besar.
10. Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal ! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepada kamu sekalian.
11. (dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepada kamu sekalian yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shaleh, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
12. Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa itu. Perintah Allah berlaku pada mereka (langit dan bumi), agar kamu sekalian mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 64 AT TAGHAABUN ( HARI DINAMPAKKAN KESALAHAN-KESALAHAN )
Surat : At Taghaabun
Surat : Ke 64 ; 18 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang
KESALAHAN-KESALAHAN MANUSIA AKAN DINAMPAKKAN ALLAH PADA HARI KIAMAT
01. Apa yang ada di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah, milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji ; Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
02. Dia-lah yang menciptakan kamu sekalian, lalu kamu sekalian ada yang kafir dan di antara kamu sekalian ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
03. Dia menciptakan langit dam bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupa kamu sekalian lalu memperbagus rupa kamu sekalian, dan hanya kepada-Nya tempat kembali.
04. Dia mengetahhui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengtahui apa yang kamu sekalian rahsiakan dan apa yang kamu sekalian nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
05. Apakah belum sampai kepada kamu sekalian (orang-orang kafir) berita tentang orang-orang kafir dahulu ? Maka mereka telah merasakan akibar buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.
06. Yang demnikian itu karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka (membawa) keteranan-keterangan, lalu mereka berkata; “(Apakah pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami ?” Lalu mereka ingkar dan berpaling, dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
07. Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad) ; “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu sekalian pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu sekalian kerjakan”. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
08. Maka berimanlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur’an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu sekalian kerjakan.
09. (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah megumpulkan kamu sekalian pada hari berhimpun (untuk dihisab), itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shaleh niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukannya ke dalam syurga yang megalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
HATI-HATILAH TERHADAP KEHIDUPAN DUNIAWI
11. Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu sekalian berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hayalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.
13. (Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dan hendaklah orang-orang yang beriman bertawakal kepada Allah.
14. Hai orang-orang yang beriman ! Sesunguhnya di antara isteri-isteri kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian ada yang menjadi musuh bagi kamu sekalian, maka berhati-hatilah kamu sekalian terhadap mereka; dan jika kamu sekalian memaafkan dan kamu sekalian santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
15. Sesungguhnya harta kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian hanyalah cobaan (bagi kamu sekalian), dan di sisi Allah pahala yang besar.
16. Maka bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah menurut kesanggupan kamu sekalian dan dengarlah serta taatlah ; dan infakkanlah harta yang baik untuk diri kamu sekalian. Dan barangsiapa di jaga dirinya dan kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
17. Jika kamu sekalian meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat-gandakan (balasan) untuk kamu sekalian dan mengampuni kamu sekalian. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.
18. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 64 ; 18 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang
KESALAHAN-KESALAHAN MANUSIA AKAN DINAMPAKKAN ALLAH PADA HARI KIAMAT
01. Apa yang ada di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah, milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji ; Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
02. Dia-lah yang menciptakan kamu sekalian, lalu kamu sekalian ada yang kafir dan di antara kamu sekalian ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
03. Dia menciptakan langit dam bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupa kamu sekalian lalu memperbagus rupa kamu sekalian, dan hanya kepada-Nya tempat kembali.
04. Dia mengetahhui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengtahui apa yang kamu sekalian rahsiakan dan apa yang kamu sekalian nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
05. Apakah belum sampai kepada kamu sekalian (orang-orang kafir) berita tentang orang-orang kafir dahulu ? Maka mereka telah merasakan akibar buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.
06. Yang demnikian itu karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka (membawa) keteranan-keterangan, lalu mereka berkata; “(Apakah pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami ?” Lalu mereka ingkar dan berpaling, dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
07. Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad) ; “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu sekalian pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu sekalian kerjakan”. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
08. Maka berimanlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur’an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu sekalian kerjakan.
09. (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah megumpulkan kamu sekalian pada hari berhimpun (untuk dihisab), itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shaleh niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukannya ke dalam syurga yang megalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
HATI-HATILAH TERHADAP KEHIDUPAN DUNIAWI
11. Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu sekalian berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hayalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.
13. (Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dan hendaklah orang-orang yang beriman bertawakal kepada Allah.
14. Hai orang-orang yang beriman ! Sesunguhnya di antara isteri-isteri kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian ada yang menjadi musuh bagi kamu sekalian, maka berhati-hatilah kamu sekalian terhadap mereka; dan jika kamu sekalian memaafkan dan kamu sekalian santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
15. Sesungguhnya harta kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian hanyalah cobaan (bagi kamu sekalian), dan di sisi Allah pahala yang besar.
16. Maka bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah menurut kesanggupan kamu sekalian dan dengarlah serta taatlah ; dan infakkanlah harta yang baik untuk diri kamu sekalian. Dan barangsiapa di jaga dirinya dan kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
17. Jika kamu sekalian meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat-gandakan (balasan) untuk kamu sekalian dan mengampuni kamu sekalian. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.
18. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 11 Maret 2010
SURAT KE : 62 AL JUMU'AH ( HARI JUM'AT )
Surat : Al Jumu’ah ( Hari Jum’at )
Surat : Ke 62 ; 11 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
PENGUTUSAN MUHAMMAD S.A.W. ADALAH KARUNIA ALLAH KEPADA UMAT MANUSIA
01. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci lagi Maha Perkasa serta Maha Bijaksana.
02. Dialah Yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
03. dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubngan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
04. Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.
05. Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa (Kitab) Taurat, kemudian dia tidak membawanya (tidak megamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
06. Katakanlah (Muhammad), “Hai orang-orang Yahudi ! Jika kamu sekalian mengira bahwa kamu sekalian kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematian kamu sekalian, jika kamu sekalian orang-orang yang benar”.
07. Dan mereka tidak akan dapat mengharapakan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
08. Katakanlah ; “Sesungguhnya kematian yang kamu sekalian lari dari padanya, ia pasti menemui kamu sekalian, kemudian kamu sekalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu sekalian apa yang telah kamu sekalian kerjakan”.
BEBERAPA HUKUM YANG BERHUBUGAN DENGAN SHALAT JUM’AT
09. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu sekalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu sekalian jika kamu sekalian mengetahui.
10. Apabila shalat (Jum’at) telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu sekalian di bumi ; carilah karunia Allah dan banyak-banyaklah ingat kepada Allah agar kamu sekalian beruntung.
11. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka (bubar) segera menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah : “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan”, dan Allah Maha Pemberi rezeki yang terbaik.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 62 ; 11 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
PENGUTUSAN MUHAMMAD S.A.W. ADALAH KARUNIA ALLAH KEPADA UMAT MANUSIA
01. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci lagi Maha Perkasa serta Maha Bijaksana.
02. Dialah Yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
03. dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubngan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
04. Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.
05. Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa (Kitab) Taurat, kemudian dia tidak membawanya (tidak megamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
06. Katakanlah (Muhammad), “Hai orang-orang Yahudi ! Jika kamu sekalian mengira bahwa kamu sekalian kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematian kamu sekalian, jika kamu sekalian orang-orang yang benar”.
07. Dan mereka tidak akan dapat mengharapakan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
08. Katakanlah ; “Sesungguhnya kematian yang kamu sekalian lari dari padanya, ia pasti menemui kamu sekalian, kemudian kamu sekalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu sekalian apa yang telah kamu sekalian kerjakan”.
BEBERAPA HUKUM YANG BERHUBUGAN DENGAN SHALAT JUM’AT
09. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu sekalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu sekalian jika kamu sekalian mengetahui.
10. Apabila shalat (Jum’at) telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu sekalian di bumi ; carilah karunia Allah dan banyak-banyaklah ingat kepada Allah agar kamu sekalian beruntung.
11. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka (bubar) segera menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah : “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan”, dan Allah Maha Pemberi rezeki yang terbaik.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 61 ASH SHAFF ( BARISAN )
Surat : Ash Shaff ( Barisan )
Surat : Ke 61 ; 14 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
JALAN UNTUK MENCARI KEMENANGAN
Keharusan Umat Islam Mempertahankan Agamanya Dalam Barisan Yang Terakhir
01. Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Hai orang-orang yang beriman ! Mengapa kamu sekalian mengatakan sesuatu yang tidak kamu sekalian kerjakan. ?
03. (itu) sangat besar dibenci di sisi Allah, jika kamu sekalian mengatakan apa yang tidak kamu sekalian kerjakan.
04. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
05. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya ; “Hai kaumku ! Mengapa kamu sekalain menyakiti aku, padahal sungguh kamu sekalian megetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian ?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq.
06. Dan (ingatlah) ketika ‘Isa Putra Maryam berkata : “ Hai Bani Israil ! Sesungguhnya aku utusan Allah kepada kamu sekalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata ; “Ini adalah sihir yang nyata”.
07. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam ? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
08. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.
09. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orag musyrik membencinya.
Kemenangan Dapat Diperoleh Hanya Dengan Pengorbanan
10. Hai orang-orang yang beriman ! Maukah kamu sekalian Aku tunjukkan sesuatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari siksa yang pedih ?
11. (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kamu sekalian. Itulah yang lebih baik bagi kamu sekalian jika kamu sekalian mengetahui,
12. niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu sekalian dan memasukkan kamu sekalian ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sengai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘And. Itulah kemenangan yang agung.
13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sekalian sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
14. Hai Orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sekalian penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia ; “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah ?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata : “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah”, maka segolongan dari Bani Israil beriman dan segologan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 61 ; 14 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
JALAN UNTUK MENCARI KEMENANGAN
Keharusan Umat Islam Mempertahankan Agamanya Dalam Barisan Yang Terakhir
01. Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Hai orang-orang yang beriman ! Mengapa kamu sekalian mengatakan sesuatu yang tidak kamu sekalian kerjakan. ?
03. (itu) sangat besar dibenci di sisi Allah, jika kamu sekalian mengatakan apa yang tidak kamu sekalian kerjakan.
04. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
05. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya ; “Hai kaumku ! Mengapa kamu sekalain menyakiti aku, padahal sungguh kamu sekalian megetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian ?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq.
06. Dan (ingatlah) ketika ‘Isa Putra Maryam berkata : “ Hai Bani Israil ! Sesungguhnya aku utusan Allah kepada kamu sekalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata ; “Ini adalah sihir yang nyata”.
07. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam ? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
08. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.
09. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orag musyrik membencinya.
Kemenangan Dapat Diperoleh Hanya Dengan Pengorbanan
10. Hai orang-orang yang beriman ! Maukah kamu sekalian Aku tunjukkan sesuatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari siksa yang pedih ?
11. (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kamu sekalian. Itulah yang lebih baik bagi kamu sekalian jika kamu sekalian mengetahui,
12. niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu sekalian dan memasukkan kamu sekalian ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sengai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘And. Itulah kemenangan yang agung.
13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sekalian sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
14. Hai Orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sekalian penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia ; “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah ?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata : “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah”, maka segolongan dari Bani Israil beriman dan segologan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 60 MUMTAHANAH ( PEREMPUAN YANG DIUJI )
Surat : Al Mumtahanah (Perempuan Yang Di Uji)
Surat : Ke 60 ; 13 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BEBERAPA KETENTUAN DALAM KEADAAN PERANG
01. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalan megambil musuh-Ku dan musuh kamu sekalian sebagai teman-teman setia sehingga kamu sekalian sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih saying ; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepada kamu sekalian. Mereka mengusir Rasul dan kamu sekalian sendiri karena kamu sekalian beriman kepada Allah, Tuhan kamu sekalian. Jika kamu sekalian benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu sekalian berbuat demikian). Kamu sekalian memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sekalian sembunyikan dan apa yang kamu sekalian nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu sekalin yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
02. Jika mereka menangkap kamu sekalian niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kamu sekalian lalu mereka melepaskan tangan dan lidah mereka kepada kamu sekalian untuk menyakiti (kamu sekalian) dan mereka ingin agar kamu sekalian (kembali) kafir.
03. Kaum kerabat kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian tidak akan bermanfaat bagi kamu sekalian pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu sekalian. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
04. Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagi kamu sekalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya ; “Sesungguhynya kami berlepas diri dari kamu sekalian dan dari apa yang kamu sekalian sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran) kamu sekalian dan telah nyata antara kami dan kamu sekalian ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu sekalian beriman kepada Allah saja”. Kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya ; “Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaaan) Allah terhadapmu”. (Ibrahim berkata) “Ya Tuhan kami, hanya kepada-Mu kami bertawakal dan hanya kepada-Mu kami bertaubat dan hanya kepada-Mu kami kembali.
05. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
06. Sungguh pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagi kamu sekalian; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Hubungan Antara Orang Islam Dan Orang Kafir Yang Tidak Memusuhi Islam Tidak Dilarang
07. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu sekalian dengan orang-orang yang pernah kamu sekalian musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
08. Allah tidak melarang kamu sekalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memeragngi kamu sekalian dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu sekalian dari kampng halaman kamu sekalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
09. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu sekalian menjadikan mereka sebagai kawan kamu sekalian orang-orang yang memerangi kamu sekalian dalam urusan agama dan mngusir kamu sekalian dari kampung halaman kamu sekalian dan membantu (orang lain) untuk mengusir kamu sekalian. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Perlakuan Terhadap Perempuan-Perempuan Mu’min Yang Masuk Daerah Islam
10. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila perempuan-perempuan mu’min datang berhijrah kepada kamu sekalian, maka hendaklah kamu sekalian uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka ; jika kamu sekalian telah megetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu sekalian kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagai mereka. Dan berikanlah kepada (suami mereka) mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagi kamu sekalian menikahi mereka apabila kamu sekalian bayarkan kepada mereka mahar mereka. Dan janganlah kamu sekalian tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan wanita-wanita kafir; dan hendaklah kamu sekalian meminta kembali mahar yang telah kamu sekalian berikan; dan (jika suami mereka tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan isteri mereka yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu sekaian. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
11. Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu sekalian selesaikan dari isteri-ister kamu sekalian yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu sekalian dapat megalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang isteri mereka lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah yang kepada-Nya kamu sekalian beriman.
12. Hai Nabi ! Apabila perempuan-perempuan yang beriman datang kepada kamu untuk mengadakan bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah ; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian menjadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolong kamu sekalian, sungguh, mereka telah berputus asa terhadap akhirat sebagamana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.
---mic---
Haji Muhammmad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 60 ; 13 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
BEBERAPA KETENTUAN DALAM KEADAAN PERANG
01. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalan megambil musuh-Ku dan musuh kamu sekalian sebagai teman-teman setia sehingga kamu sekalian sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih saying ; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepada kamu sekalian. Mereka mengusir Rasul dan kamu sekalian sendiri karena kamu sekalian beriman kepada Allah, Tuhan kamu sekalian. Jika kamu sekalian benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu sekalian berbuat demikian). Kamu sekalian memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sekalian sembunyikan dan apa yang kamu sekalian nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu sekalin yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
02. Jika mereka menangkap kamu sekalian niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kamu sekalian lalu mereka melepaskan tangan dan lidah mereka kepada kamu sekalian untuk menyakiti (kamu sekalian) dan mereka ingin agar kamu sekalian (kembali) kafir.
03. Kaum kerabat kamu sekalian dan anak-anak kamu sekalian tidak akan bermanfaat bagi kamu sekalian pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu sekalian. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
04. Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagi kamu sekalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya ; “Sesungguhynya kami berlepas diri dari kamu sekalian dan dari apa yang kamu sekalian sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran) kamu sekalian dan telah nyata antara kami dan kamu sekalian ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu sekalian beriman kepada Allah saja”. Kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya ; “Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaaan) Allah terhadapmu”. (Ibrahim berkata) “Ya Tuhan kami, hanya kepada-Mu kami bertawakal dan hanya kepada-Mu kami bertaubat dan hanya kepada-Mu kami kembali.
05. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
06. Sungguh pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagi kamu sekalian; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Hubungan Antara Orang Islam Dan Orang Kafir Yang Tidak Memusuhi Islam Tidak Dilarang
07. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu sekalian dengan orang-orang yang pernah kamu sekalian musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
08. Allah tidak melarang kamu sekalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memeragngi kamu sekalian dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu sekalian dari kampng halaman kamu sekalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
09. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu sekalian menjadikan mereka sebagai kawan kamu sekalian orang-orang yang memerangi kamu sekalian dalam urusan agama dan mngusir kamu sekalian dari kampung halaman kamu sekalian dan membantu (orang lain) untuk mengusir kamu sekalian. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Perlakuan Terhadap Perempuan-Perempuan Mu’min Yang Masuk Daerah Islam
10. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila perempuan-perempuan mu’min datang berhijrah kepada kamu sekalian, maka hendaklah kamu sekalian uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka ; jika kamu sekalian telah megetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu sekalian kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagai mereka. Dan berikanlah kepada (suami mereka) mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagi kamu sekalian menikahi mereka apabila kamu sekalian bayarkan kepada mereka mahar mereka. Dan janganlah kamu sekalian tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan wanita-wanita kafir; dan hendaklah kamu sekalian meminta kembali mahar yang telah kamu sekalian berikan; dan (jika suami mereka tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan isteri mereka yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu sekaian. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
11. Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu sekalian selesaikan dari isteri-ister kamu sekalian yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu sekalian dapat megalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang isteri mereka lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah yang kepada-Nya kamu sekalian beriman.
12. Hai Nabi ! Apabila perempuan-perempuan yang beriman datang kepada kamu untuk mengadakan bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah ; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian menjadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolong kamu sekalian, sungguh, mereka telah berputus asa terhadap akhirat sebagamana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.
---mic---
Haji Muhammmad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 59 AL HASY-R ( PENGUSIRAN )
Surat : Al Hasy-r ( Pengusiran )
Surat : Ke 59 ; 24 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MADINAH
Pengusiran Bani Nadhir Dari Madinah
01. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu sekalian tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang mereka tidak sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tanganya sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan !
03. Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat siksa neraka.
04. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
05. Apa yang kamu sekalian tembang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu sekalian biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasiq.
Hukum Fa’i
06. Dan harta rampasan fa’i dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu sekalian tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
07. Harta rampasan fa’i yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang kiskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu sekalian. Apa yang diberikan Rasul kepada kamu sekalian maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kamu sekalian maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
08. (harta rampasan itu juga) untuk oprang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halaman mereka dan meninggalkan harta benda mereka demi mencari karunia Allah dan keridhaan(Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
09. Dan orang-orang (Ashar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
10. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a ; “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah berman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.
Orang-Orang Munafiq Tidak Menepati Janjinya Terhadap Orang Yahudi
11. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang munafiq yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab ; “Sungguh jika kamu sekalian diusir niscaya kamipun akan keluar bersama kamu sekalian, dan jika kamu sekalian diperangi pasti kami akan membantu kamu sekalian”. Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta.
12. Sunguh jika mereka (Yahudi) diusir, mereka (kaum munafiqin) itu tidak akan keluar bersama mereka (Yahudi), dan jika mereka (Yahudi) diperangi ; mereka (kaum munafiqin) tidak akan menolong mereka (Yahudi); dan kalaupun mereka (kaum munafiqin) menolong mereka (Yahudi) pastilah mereka (kaum Munafiqin) akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka (kaum Munafiq) tidak akan mendapat pertolongan.
13. Sesungguhnya dalam hati mereka (kaum munafiqin), kamu sekalian (kaum muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
14. Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu sekalian kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
15. (Kaum munafiqin) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan mendapat siksa yang pedih.
16. (Bujukan kaum munafiq itu) seperti (bujukan) syaitan ketka ia berkata kepada manusia ; “Kafirlah kamu !” Kemudian ketika manusia itu manjadi kafir ia berkata ; “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam"
17. Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang zalim.
Beberapa Peringatan
18. Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu sekalian kerjakan.
19. Dan janganlah kamu sekalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri-mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq.
20. Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni syurga; para penghuni syurga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
21. Sekiranya Kami turunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunug, pasti kamu (Muhammad) akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berfikir.
Beberapa Al-Asma’ul Husna
22. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah, Yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahteraa, Yang Maha Menjaga keamanan, Pememlihara keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 59 ; 24 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MADINAH
Pengusiran Bani Nadhir Dari Madinah
01. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu sekalian tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang mereka tidak sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tanganya sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan !
03. Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat siksa neraka.
04. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
05. Apa yang kamu sekalian tembang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu sekalian biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasiq.
Hukum Fa’i
06. Dan harta rampasan fa’i dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu sekalian tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
07. Harta rampasan fa’i yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang kiskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu sekalian. Apa yang diberikan Rasul kepada kamu sekalian maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kamu sekalian maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
08. (harta rampasan itu juga) untuk oprang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halaman mereka dan meninggalkan harta benda mereka demi mencari karunia Allah dan keridhaan(Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
09. Dan orang-orang (Ashar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
10. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a ; “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah berman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.
Orang-Orang Munafiq Tidak Menepati Janjinya Terhadap Orang Yahudi
11. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang munafiq yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab ; “Sungguh jika kamu sekalian diusir niscaya kamipun akan keluar bersama kamu sekalian, dan jika kamu sekalian diperangi pasti kami akan membantu kamu sekalian”. Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta.
12. Sunguh jika mereka (Yahudi) diusir, mereka (kaum munafiqin) itu tidak akan keluar bersama mereka (Yahudi), dan jika mereka (Yahudi) diperangi ; mereka (kaum munafiqin) tidak akan menolong mereka (Yahudi); dan kalaupun mereka (kaum munafiqin) menolong mereka (Yahudi) pastilah mereka (kaum Munafiqin) akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka (kaum Munafiq) tidak akan mendapat pertolongan.
13. Sesungguhnya dalam hati mereka (kaum munafiqin), kamu sekalian (kaum muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
14. Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu sekalian kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
15. (Kaum munafiqin) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan mendapat siksa yang pedih.
16. (Bujukan kaum munafiq itu) seperti (bujukan) syaitan ketka ia berkata kepada manusia ; “Kafirlah kamu !” Kemudian ketika manusia itu manjadi kafir ia berkata ; “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam"
17. Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang zalim.
Beberapa Peringatan
18. Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu sekalian kerjakan.
19. Dan janganlah kamu sekalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri-mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq.
20. Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni syurga; para penghuni syurga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
21. Sekiranya Kami turunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunug, pasti kamu (Muhammad) akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berfikir.
Beberapa Al-Asma’ul Husna
22. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah, Yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahteraa, Yang Maha Menjaga keamanan, Pememlihara keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 04 Maret 2010
SURAT KE : 58 AL - MUJAADILAH ( PEREMPUAN YANG MENGAJUKAN GUGATAN )
Surat : Al Mujaadilah (Perempuan Yang Mengajukan Gugatan)
Surat : Ke 58 ; 22 Ayat
Juz 28
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
BEBERAPA KETENTUAN DALAM ISLAM
Hukum Zhihar
01. Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
02. Orang-orang di antara kamu sekalian yang menzhihar isterinya (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) isteri mereka itu bukan ibu mereka. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.
03. Dan orang-orang yang menzhihar isterinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum ke-dua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu sekalian, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
04. Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya) maka dia (wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum ke-duanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan kepada enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang sangat pedih.
05. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan yang telah di dapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang meghinakan.
06. Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Celaan Terhadap Perundingan Rahasia Untuk Memusuhi Islam
07. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang ke empatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang ke enamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesunguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
08. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang megadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untuk mu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu ?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.
09. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu sekalian membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan kembali.
10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) syaitan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
Sopan Santun Menghadiri Majelis Nabi
11. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila dikatakan kepada kamu sekalian ; “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kamu sekalian. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu sekalian”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa kamu sekalian kerjakan.
12. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu sekalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakuakan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu sekalian dan lebih bersih. Tetapi jika kamu sekalian tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Apakah kamu sekalian takut akan (menjadi miskin) karena kamu sekalian memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan rul ? Maka jika kamu sekalian tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepada kamu sekalian, maka laksanakanlah shalat, dan tunaikan zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya ! Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
Larangan Berteman Dengan Orang-Orang Yang Memusuhi Islam
14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (munafiq) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimrrkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu sekalian dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah untuk (menguatkan) kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.
15. Allah telah menyediakan siksa yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnya betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka siksa yang menghinakan.
17. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
18. (Ingatlah) pada hari (ketika) manusia semuanya dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kamu sekalian, dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta.
19. Syaitan telah meguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengiat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa golongan syaitan itulah golongan yang rugi.
20. Sesungguhnya orang-orag yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
21. Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
22. Kamu (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam syurga yang megalir di bawahnya sengai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka-pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah (golongan) yang beruntung.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 58 ; 22 Ayat
Juz 28
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
BEBERAPA KETENTUAN DALAM ISLAM
Hukum Zhihar
01. Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
02. Orang-orang di antara kamu sekalian yang menzhihar isterinya (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) isteri mereka itu bukan ibu mereka. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.
03. Dan orang-orang yang menzhihar isterinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum ke-dua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu sekalian, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
04. Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya) maka dia (wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum ke-duanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan kepada enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang sangat pedih.
05. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan yang telah di dapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang meghinakan.
06. Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Celaan Terhadap Perundingan Rahasia Untuk Memusuhi Islam
07. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang ke empatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang ke enamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesunguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
08. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang megadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untuk mu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu ?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.
09. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu sekalian membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan kembali.
10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) syaitan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
Sopan Santun Menghadiri Majelis Nabi
11. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila dikatakan kepada kamu sekalian ; “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kamu sekalian. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu sekalian”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa kamu sekalian kerjakan.
12. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu sekalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakuakan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu sekalian dan lebih bersih. Tetapi jika kamu sekalian tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Apakah kamu sekalian takut akan (menjadi miskin) karena kamu sekalian memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan rul ? Maka jika kamu sekalian tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepada kamu sekalian, maka laksanakanlah shalat, dan tunaikan zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya ! Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
Larangan Berteman Dengan Orang-Orang Yang Memusuhi Islam
14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (munafiq) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimrrkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu sekalian dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah untuk (menguatkan) kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.
15. Allah telah menyediakan siksa yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnya betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka siksa yang menghinakan.
17. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
18. (Ingatlah) pada hari (ketika) manusia semuanya dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kamu sekalian, dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta.
19. Syaitan telah meguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengiat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa golongan syaitan itulah golongan yang rugi.
20. Sesungguhnya orang-orag yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
21. Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
22. Kamu (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam syurga yang megalir di bawahnya sengai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka-pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah (golongan) yang beruntung.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 57 AL - HADIID ( BESI )
Surat : Al Hadiid ( Besi )
Surat : Ke 57 ; 29 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
SEGALA SESUATU PADA HAKIKATNYA MILIK ALLAH MAKA JANGANLAH KAMU MERASA BERAT MENAFKAHKAN HARTA DAN REZEKIMU DI JALAN ALLAH
01. Apa yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia mengidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
03. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
04. Dialah yang mencipatakan langit dan bumi dalam enam masa ; kemudia Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia megetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu sekalian di mana saja kamu sekalain berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
05. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
06. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
07. Berimanlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebahagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sekalian sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan menginfakkan (hartanya d jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
08. Dan mengapa kamu sekalian tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu sekalian beriman kepada Tuhan kamu sekalian ? Dan Dia telah megambil janjii (setia) kamu sekalian, jika kamu sekalian orang-orang yang beriman.
09. Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu sekalian dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguhnya terhadap kamu sekalain Allah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.
10. Dan mengapa kamu sekalian tidak menginfakkan (sebahagian harta kamu sekalian) di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi ? Tidak sama orang yang menginfakkan (harta di jalan Allah) di antara kamu sekalian dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
11. Baraangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,
12. (yaitu) pada hari kamu akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kamu sekalian, (yaitu) syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung”.
13. Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman, “Tunggulah kamu sekalian ! kami ingin mengambil (sebahagian) cahaya kamu sekalian “. (Kepada mereka) dikatakan ; “Kembalialah kamu sekalian kebelakang dan carilah sendiri cahaya (untuk kamu sekalian)”. Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Disebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada siksa.
14. Orang-orang munafik memanggil orang-orang beriman ; “Bukankah kami dahulu bersama kamu sekalian ?” Mereka menjawab ; “Benar, tetapi kamu sekalian mencelakakan diri kamu sekalian sendiri, dan kamu sekalian hanya menuggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (syaitan) datang memperdaya kamu sekalian tentang Allah.
15. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu sekalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu sekalian di neraka. Itulah tempat berlindung kamu sekalian, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
16. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah di wahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang yang fasik.
17. Ketahuilah bahwa Allah yang meghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, Kami telah menjelaskan kepada kamu sekalian tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu sekalian mengerti.
18. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipat-gandakan (balasannya) bagi mereka ; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang –orang Shiddiqiin (pecinta kebenaran) dan (sebagai) saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Dan (adapun) orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.
20. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan persenda-gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu sekalian serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani ; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu sekalian lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
21. Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kamu sekalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
22. Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa diri kamu sekalian sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
23. Agar kamu sekalian tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu sekalian, dan tidak pula gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu sekalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
24. yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
BESI ADALAH KARUNIA ALLAH YANG MERUPAKAN POKOK KEKUATAN UNTUK MEMBELA AGAMA ALLAH DAN MEMENUHI KEPERLUAN HIDUP
25. Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan timbangan (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah megetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Alllah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
26. Dan sungguh, Kami telah megutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan Kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, diantara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasiq.
TIDAK ADA RAHBANIYAH (KERAHIBAN) DALAM ISLAM
27. Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) “Isa putra Maryam ; dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih dalam hati orang-orang yang megikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaaniyyah (kerahiban) padahal tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasiq.
28. Hai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian dua bahagian, dan menjadikan cahaya untuk kamu sekalian yang dengan cahaya itu kamu sekalian dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu sekalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
29. agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikitpun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak iman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com
Surat : Ke 57 ; 29 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
SEGALA SESUATU PADA HAKIKATNYA MILIK ALLAH MAKA JANGANLAH KAMU MERASA BERAT MENAFKAHKAN HARTA DAN REZEKIMU DI JALAN ALLAH
01. Apa yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
02. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia mengidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
03. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
04. Dialah yang mencipatakan langit dan bumi dalam enam masa ; kemudia Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia megetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu sekalian di mana saja kamu sekalain berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
05. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
06. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
07. Berimanlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebahagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sekalian sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan menginfakkan (hartanya d jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
08. Dan mengapa kamu sekalian tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu sekalian beriman kepada Tuhan kamu sekalian ? Dan Dia telah megambil janjii (setia) kamu sekalian, jika kamu sekalian orang-orang yang beriman.
09. Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu sekalian dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguhnya terhadap kamu sekalain Allah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.
10. Dan mengapa kamu sekalian tidak menginfakkan (sebahagian harta kamu sekalian) di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi ? Tidak sama orang yang menginfakkan (harta di jalan Allah) di antara kamu sekalian dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
11. Baraangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,
12. (yaitu) pada hari kamu akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kamu sekalian, (yaitu) syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung”.
13. Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman, “Tunggulah kamu sekalian ! kami ingin mengambil (sebahagian) cahaya kamu sekalian “. (Kepada mereka) dikatakan ; “Kembalialah kamu sekalian kebelakang dan carilah sendiri cahaya (untuk kamu sekalian)”. Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Disebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada siksa.
14. Orang-orang munafik memanggil orang-orang beriman ; “Bukankah kami dahulu bersama kamu sekalian ?” Mereka menjawab ; “Benar, tetapi kamu sekalian mencelakakan diri kamu sekalian sendiri, dan kamu sekalian hanya menuggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (syaitan) datang memperdaya kamu sekalian tentang Allah.
15. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu sekalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu sekalian di neraka. Itulah tempat berlindung kamu sekalian, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
16. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah di wahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang yang fasik.
17. Ketahuilah bahwa Allah yang meghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, Kami telah menjelaskan kepada kamu sekalian tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu sekalian mengerti.
18. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipat-gandakan (balasannya) bagi mereka ; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang –orang Shiddiqiin (pecinta kebenaran) dan (sebagai) saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Dan (adapun) orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.
20. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan persenda-gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu sekalian serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani ; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu sekalian lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
21. Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kamu sekalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
22. Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa diri kamu sekalian sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
23. Agar kamu sekalian tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu sekalian, dan tidak pula gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu sekalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
24. yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
BESI ADALAH KARUNIA ALLAH YANG MERUPAKAN POKOK KEKUATAN UNTUK MEMBELA AGAMA ALLAH DAN MEMENUHI KEPERLUAN HIDUP
25. Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan timbangan (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah megetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Alllah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
26. Dan sungguh, Kami telah megutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan Kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, diantara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasiq.
TIDAK ADA RAHBANIYAH (KERAHIBAN) DALAM ISLAM
27. Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) “Isa putra Maryam ; dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih dalam hati orang-orang yang megikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaaniyyah (kerahiban) padahal tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasiq.
28. Hai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian dua bahagian, dan menjadikan cahaya untuk kamu sekalian yang dengan cahaya itu kamu sekalian dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu sekalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
29. agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikitpun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak iman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com
SURAT KE : 56 AL - WAAQI'AH ( HARI KIAMAT )
Surat : Al Waaqi’ah ( Hari Kiamat )
Surat : Ke 56 ; 96 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KEJADIAN-KEJADIAN BESAR PADA HARI KIAMAT
01. Apabila telah terjadi Kiamat,
02. terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)
03. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
04. Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
05. dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
06. maka jadilah ia debu yang beterbangan,
07. dan kamu sekalian menjadi tiga golongan
Golongan Kanan, Golongan Kiri Dan Orang-Orang Yang Paling Dahulu Beriman
08. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
09. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
10. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk syurga).
Balasan Kepada Orang-Orang Yang Paling Dahulu Beriman
11. Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)
12. Berada dalam syurga kenikamatan,
13. segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
14. dan segolongan kecil dari orang yang kemudian.
15. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
16. mereka bersandar di atasnya saling berhadap-hadapan.
17. Mereka dikelilingi anak muda yang tetap muda,
18. dengan membawa gelas, ceret dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
20. dan buah-buahan apa-pun yang mereka pilih,
21. dan daging burung apa-pun yang mereka inginkan,
22. Dan ada bidadari-bidadari yang bemata indah,
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
24. Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
25. Di sana mereka tidak mendengar (percakapan) yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Balasan Kepada Golongan Kanan
27. Dan golongan kanan, alangkah (bahagianya) golongan kanan itu.
28. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
30. dan naungan yang terbenatang luas,
31. dan air yang mengalir terus-menerus,
32. dan buah-buahan yang banyak,
33. yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
34. Dan (kasur dari) akar-akaran yang tebal lagi empuk.
35. Sesungguhnyaa Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,
36. lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
37. yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,
38. untuk golongan kanan,
39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
Azab Terhadap Golongab Kiri
41. Dan golongan kiri, alangkah (sengsaranya) golongan kiri itu.
42. (mereka) dalam siksaaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
43. dan naungan asap yang hitam,
44. tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,
46. dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar,
47. dan mereka berkata :”Apabila Kami seudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sungguh kami benar-benar akan dibangkitkan kembali ?
48. Apakah nenek moyang kami yang dahulu (dibangkitkan pula) ?”
49. Katakanlah; (Ya) sesungguhnya orang-orang yang terdahlu dan yang kemudian,
50. pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah diketahui.
51. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian, hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan !,
52. pasti akan memakan pohon zaqqum,
53. maka akan penuh perut kamu sekalian dengannya.
54. Setelah itu kamu sekalian akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu sekalian minum seperti unta (yang sangat haus) minum.
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”
57. Kami telah menciptakan kamu sekalian, mengapa kamu sekalian tidak membenarkan (hari berbangkit) ?
58. Maka adakah kamu sekalian perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu sekalian pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya ?
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu sekalian dan Kami tidak dapat dikalahhan,
61. untuk menggantikan kamu sekalian dengan orang-orang yang seperti kamu sekalian (di duni) dan membangkitkan kamu sekalian kelak (di akhitrat) dalam keadaan yang kamu sekalian tidak ketahui.
62. Dan sungguh, kamu sekalian telah mengetahui penciptaan yang pertama, mengapa kamu sekalian tidak megambil pelajaran (untuk penciptaan yang ke dua) ?
63. Pernahkah kamu sekalian perhatikan benih yang kamu sekalian tanam ?
64. Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan ?
65. Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia (kering sampai) hancur , maka kamu sekalian akan heran tercengang,
66. (sambil berkata) ; “Sungguh kami benar-benar menderita kerugian,
67. bahkan kami tidak mendapat hasil apa-apa”
68. Pernahkah kamu sekalian memperhatikan air yang kamu sekalian minum ?
69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan ?
70. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya kami menjadikannya asin, mengapa kamu sekalian tidak bersyukur ?
71. Maka pernahkah kamu sekalian memeperhatikan tentang api yang kamu sekalian nyalakan (dengan kayu) ?
72. Kamu sekalian kah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan ?
73. Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang beguna bagi musyafir (di padang pasir).
74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan kamu Yang Maha Agung.
SUMPAH ALLAH TENTANG KEMULIAAN AL QUR’AN
75. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
76. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu sekalian mengtahui,
77. dan (ini) sesungguhnya Al Qur’an yang sangat mulia,
78. dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh)
79. tidak ada yang menyentuhnya kecuali hamba-bhamba yang disucikan.
80. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
81. Apakah kamu sekalian menganggap remeh berita ini (Al Qur’an) ?
82. dan kamu sekalian menjadikan rezeki yang kamu sekalian terima (dari Allah) justru kamu sekalian mendustakan(Nya).
83. Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai dikerongkongan,
84. dan kamu sekalian ketika itu melihat,
85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu sekalian, tetapi kamu sekalian tidak melihat,
86. maka mengapa jika kamu sekalian memang tidak dikuasai (oleh Allah),
87. kamu sekalian tidak mengembalikannya (nyawa tu) jika kamu sekalian orang-orang yang benar ?
88. Adapun jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepadax Allah),
89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta syurga (yang penuh) keni’matan.
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
91. maka ; “Keselamatan bagi kamu (hai) dari golongan kanan !” (sambut malaikat).
92. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
93. maka dia disambut siraman air yang mendidih,
94. dan dibakar di dalam neraka.
95. Sesungguhnya (yang disebutkan) ini adalah suatu keyakinan yang benar.
96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 56 ; 96 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KEJADIAN-KEJADIAN BESAR PADA HARI KIAMAT
01. Apabila telah terjadi Kiamat,
02. terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)
03. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
04. Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
05. dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
06. maka jadilah ia debu yang beterbangan,
07. dan kamu sekalian menjadi tiga golongan
Golongan Kanan, Golongan Kiri Dan Orang-Orang Yang Paling Dahulu Beriman
08. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
09. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
10. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk syurga).
Balasan Kepada Orang-Orang Yang Paling Dahulu Beriman
11. Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)
12. Berada dalam syurga kenikamatan,
13. segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
14. dan segolongan kecil dari orang yang kemudian.
15. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
16. mereka bersandar di atasnya saling berhadap-hadapan.
17. Mereka dikelilingi anak muda yang tetap muda,
18. dengan membawa gelas, ceret dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
20. dan buah-buahan apa-pun yang mereka pilih,
21. dan daging burung apa-pun yang mereka inginkan,
22. Dan ada bidadari-bidadari yang bemata indah,
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
24. Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
25. Di sana mereka tidak mendengar (percakapan) yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Balasan Kepada Golongan Kanan
27. Dan golongan kanan, alangkah (bahagianya) golongan kanan itu.
28. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
30. dan naungan yang terbenatang luas,
31. dan air yang mengalir terus-menerus,
32. dan buah-buahan yang banyak,
33. yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
34. Dan (kasur dari) akar-akaran yang tebal lagi empuk.
35. Sesungguhnyaa Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,
36. lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
37. yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,
38. untuk golongan kanan,
39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
Azab Terhadap Golongab Kiri
41. Dan golongan kiri, alangkah (sengsaranya) golongan kiri itu.
42. (mereka) dalam siksaaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
43. dan naungan asap yang hitam,
44. tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,
46. dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar,
47. dan mereka berkata :”Apabila Kami seudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sungguh kami benar-benar akan dibangkitkan kembali ?
48. Apakah nenek moyang kami yang dahulu (dibangkitkan pula) ?”
49. Katakanlah; (Ya) sesungguhnya orang-orang yang terdahlu dan yang kemudian,
50. pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah diketahui.
51. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian, hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan !,
52. pasti akan memakan pohon zaqqum,
53. maka akan penuh perut kamu sekalian dengannya.
54. Setelah itu kamu sekalian akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu sekalian minum seperti unta (yang sangat haus) minum.
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”
57. Kami telah menciptakan kamu sekalian, mengapa kamu sekalian tidak membenarkan (hari berbangkit) ?
58. Maka adakah kamu sekalian perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu sekalian pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya ?
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu sekalian dan Kami tidak dapat dikalahhan,
61. untuk menggantikan kamu sekalian dengan orang-orang yang seperti kamu sekalian (di duni) dan membangkitkan kamu sekalian kelak (di akhitrat) dalam keadaan yang kamu sekalian tidak ketahui.
62. Dan sungguh, kamu sekalian telah mengetahui penciptaan yang pertama, mengapa kamu sekalian tidak megambil pelajaran (untuk penciptaan yang ke dua) ?
63. Pernahkah kamu sekalian perhatikan benih yang kamu sekalian tanam ?
64. Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan ?
65. Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia (kering sampai) hancur , maka kamu sekalian akan heran tercengang,
66. (sambil berkata) ; “Sungguh kami benar-benar menderita kerugian,
67. bahkan kami tidak mendapat hasil apa-apa”
68. Pernahkah kamu sekalian memperhatikan air yang kamu sekalian minum ?
69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan ?
70. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya kami menjadikannya asin, mengapa kamu sekalian tidak bersyukur ?
71. Maka pernahkah kamu sekalian memeperhatikan tentang api yang kamu sekalian nyalakan (dengan kayu) ?
72. Kamu sekalian kah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan ?
73. Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang beguna bagi musyafir (di padang pasir).
74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan kamu Yang Maha Agung.
SUMPAH ALLAH TENTANG KEMULIAAN AL QUR’AN
75. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
76. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu sekalian mengtahui,
77. dan (ini) sesungguhnya Al Qur’an yang sangat mulia,
78. dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh)
79. tidak ada yang menyentuhnya kecuali hamba-bhamba yang disucikan.
80. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
81. Apakah kamu sekalian menganggap remeh berita ini (Al Qur’an) ?
82. dan kamu sekalian menjadikan rezeki yang kamu sekalian terima (dari Allah) justru kamu sekalian mendustakan(Nya).
83. Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai dikerongkongan,
84. dan kamu sekalian ketika itu melihat,
85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu sekalian, tetapi kamu sekalian tidak melihat,
86. maka mengapa jika kamu sekalian memang tidak dikuasai (oleh Allah),
87. kamu sekalian tidak mengembalikannya (nyawa tu) jika kamu sekalian orang-orang yang benar ?
88. Adapun jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepadax Allah),
89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta syurga (yang penuh) keni’matan.
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
91. maka ; “Keselamatan bagi kamu (hai) dari golongan kanan !” (sambut malaikat).
92. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
93. maka dia disambut siraman air yang mendidih,
94. dan dibakar di dalam neraka.
95. Sesungguhnya (yang disebutkan) ini adalah suatu keyakinan yang benar.
96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
SURAT KE : 55 AR - RAHMAN ( YANG MAHA PEMURAH )
Surat : Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)
Surat : Ke 55 ; 78 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang
BEBERAPA NI’MAT ALLAH S.W.T. YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA
01. (Allah) Yang Maha Pemurah.
02. Yang telah megajarkan Al Qur’an
03. Dia menciptakan manusia,
04. mengajarnya pandai bicara.
05. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan,
06. dan tetumbuhan dan pepohonan, kedua-duanya tunduk (kepada-Nya)
07. Dan (Allah) telah meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan (keadilan),
08. agar kamu sekalian jangan merusak keseimbangan itu.
09. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu sekalian mengurangi keseimbangan itu.
10. Dan (Allah) telah membenrtangkan bumi untuk makhluk-(Nya),
11. di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
12. dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua (manusia dan jin) yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
16. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
17. Tuhan yang (memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.
18. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
19. Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
20. di antara keduaya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing
21. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
23. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
24. Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
25. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
27. Dan tetap kekal wajah Tuhan-mu yang memiliki kebesaran dan kemulyaan .
28. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
29. Makhluk yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
30. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
ANCAMAN ALLAH TERHADAP PERBUATAN-PERBUATAN DURHAKA
31. Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepada kamu sekalian hai (golongan) manusia dan jin.
32. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
33. Hai golongan jin dan manusia ! Jika kamu sekalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah, kamu sekalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuasaan (dari Allah)
34. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
35. Kepada kamu-berdua (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu-berdua tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)
36. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah wawar seperti (kilauan) minyak.
38. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
39. Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
40. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
41. Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direngut ubun-ubun dan kakinya.
42. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
43. Inilah neraka Jahannam yang disustakan oleh orang-orang yang berdosa.
44. Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih
45. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
PAHALA BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA
46. Dan bagi siapa yang takut akan-saat menghadap Tuhannnya ada du syurga.
47. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
48. Kedua syurga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
49. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
50. Dia dalam kediua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar.
51. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
52. Di dalam ke dua syurga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
53. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
54. Mereka bersandar di atas permadani yang bahagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di ke dua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat
55. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
56. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya
57. Maka ni’mat Tuhan kalian-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
58. Seakan-akan mereka (bidadari) itu permata yakut dan marjan.
59. Maka ni’mat Tuhan kalian-berdua yang manakah yang kalian-berdua dustakan ?
60. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)
61. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
62. Dan selain dari syurga itu ada dua syurga lagi.
63. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
64. Ke dua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnamnya.
65. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
66. Di dalam keduanya (syurga itu) ada dua buah mata-air yang memancar.
67. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakan yang kamu-berdua dustakan ?
68. Di dalam keduanya (syurga itu) ada buah-buahan, kurma dan delima.
69. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
70. Di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik-jelita.
71. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
72. (Bidadari-bidadari) yang jantik putih bersih di(pingit) dalam kemah-kemah.
73. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manaka yang kamu-berdua dustakan ?
74. Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.
75. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
76. Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
77. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manaka yang kamu-berdua dustakan ?
78. Maha Karunia nama Tuhanmu, Pemilik keagungan dan kemuliaan.
---mic---
Haji Muhammad MASUD-CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Surat : Ke 55 ; 78 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang
BEBERAPA NI’MAT ALLAH S.W.T. YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA
01. (Allah) Yang Maha Pemurah.
02. Yang telah megajarkan Al Qur’an
03. Dia menciptakan manusia,
04. mengajarnya pandai bicara.
05. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan,
06. dan tetumbuhan dan pepohonan, kedua-duanya tunduk (kepada-Nya)
07. Dan (Allah) telah meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan (keadilan),
08. agar kamu sekalian jangan merusak keseimbangan itu.
09. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu sekalian mengurangi keseimbangan itu.
10. Dan (Allah) telah membenrtangkan bumi untuk makhluk-(Nya),
11. di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
12. dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua (manusia dan jin) yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
16. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
17. Tuhan yang (memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.
18. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
19. Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
20. di antara keduaya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing
21. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
23. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
24. Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
25. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
27. Dan tetap kekal wajah Tuhan-mu yang memiliki kebesaran dan kemulyaan .
28. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
29. Makhluk yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
30. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
ANCAMAN ALLAH TERHADAP PERBUATAN-PERBUATAN DURHAKA
31. Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepada kamu sekalian hai (golongan) manusia dan jin.
32. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
33. Hai golongan jin dan manusia ! Jika kamu sekalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah, kamu sekalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuasaan (dari Allah)
34. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
35. Kepada kamu-berdua (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu-berdua tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)
36. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah wawar seperti (kilauan) minyak.
38. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
39. Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
40. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
41. Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direngut ubun-ubun dan kakinya.
42. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
43. Inilah neraka Jahannam yang disustakan oleh orang-orang yang berdosa.
44. Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih
45. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
PAHALA BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA
46. Dan bagi siapa yang takut akan-saat menghadap Tuhannnya ada du syurga.
47. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
48. Kedua syurga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
49. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
50. Dia dalam kediua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar.
51. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
52. Di dalam ke dua syurga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
53. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
54. Mereka bersandar di atas permadani yang bahagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di ke dua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat
55. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
56. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya
57. Maka ni’mat Tuhan kalian-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
58. Seakan-akan mereka (bidadari) itu permata yakut dan marjan.
59. Maka ni’mat Tuhan kalian-berdua yang manakah yang kalian-berdua dustakan ?
60. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)
61. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
62. Dan selain dari syurga itu ada dua syurga lagi.
63. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
64. Ke dua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnamnya.
65. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
66. Di dalam keduanya (syurga itu) ada dua buah mata-air yang memancar.
67. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakan yang kamu-berdua dustakan ?
68. Di dalam keduanya (syurga itu) ada buah-buahan, kurma dan delima.
69. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
70. Di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik-jelita.
71. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
72. (Bidadari-bidadari) yang jantik putih bersih di(pingit) dalam kemah-kemah.
73. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manaka yang kamu-berdua dustakan ?
74. Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.
75. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manakah yang kamu-berdua dustakan ?
76. Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
77. Maka ni’mat Tuhan kamu-berdua yang manaka yang kamu-berdua dustakan ?
78. Maha Karunia nama Tuhanmu, Pemilik keagungan dan kemuliaan.
---mic---
Haji Muhammad MASUD-CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Langganan:
Postingan (Atom)