Kamis, 04 Maret 2010

SURAT KE : 58 AL - MUJAADILAH ( PEREMPUAN YANG MENGAJUKAN GUGATAN )

Surat : Al Mujaadilah (Perempuan Yang Mengajukan Gugatan)
Surat : Ke 58 ; 22 Ayat

Juz 28

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang

BEBERAPA KETENTUAN DALAM ISLAM

Hukum Zhihar

01. Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
02. Orang-orang di antara kamu sekalian yang menzhihar isterinya (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) isteri mereka itu bukan ibu mereka. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.
03. Dan orang-orang yang menzhihar isterinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum ke-dua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu sekalian, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
04. Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya) maka dia (wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum ke-duanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan kepada enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang sangat pedih.
05. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan yang telah di dapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat siksaan yang meghinakan.
06. Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Celaan Terhadap Perundingan Rahasia Untuk Memusuhi Islam

07. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang ke empatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang ke enamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesunguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
08. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang megadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untuk mu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu ?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.
09. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu sekalian membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan kembali.
10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) syaitan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

Sopan Santun Menghadiri Majelis Nabi

11. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila dikatakan kepada kamu sekalian ; “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kamu sekalian. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu sekalian”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa kamu sekalian kerjakan.
12. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu sekalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakuakan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu sekalian dan lebih bersih. Tetapi jika kamu sekalian tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Apakah kamu sekalian takut akan (menjadi miskin) karena kamu sekalian memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan rul ? Maka jika kamu sekalian tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepada kamu sekalian, maka laksanakanlah shalat, dan tunaikan zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya ! Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan.

Larangan Berteman Dengan Orang-Orang Yang Memusuhi Islam

14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (munafiq) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimrrkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu sekalian dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah untuk (menguatkan) kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.
15. Allah telah menyediakan siksa yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnya betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka siksa yang menghinakan.
17. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
18. (Ingatlah) pada hari (ketika) manusia semuanya dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kamu sekalian, dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta.
19. Syaitan telah meguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengiat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa golongan syaitan itulah golongan yang rugi.
20. Sesungguhnya orang-orag yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
21. Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
22. Kamu (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam syurga yang megalir di bawahnya sengai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka-pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah (golongan) yang beruntung.

---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar