Selasa, 21 Juli 2009

SURAT KE 8 AL- ANFAL (RAMPASAN PERANG)

Al-Anfal(Harta Rampasan Perang) Madaniyah
Surat ke 8 : 75 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
KISAH PERANG BADAR
Cara Pembagian Ghanimah Terserah Kepada Allah dan Rasul
01. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah ; “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman”.
Sifat-Sifat Orang Mu’min.
02. Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabilah dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
03. (yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
04. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni’mat) yang mulia.
Keengganan Sebahagian Sahabat Untuk Pergi ke Peperangan Badar dan Pertolongan Allah kepada Kaum muslimin.
05. Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu ddengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebahagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
06. mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-seba kematian itu).
07. Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu mengingnkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,
08. agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walau-pun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
09. (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu ; “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang berturut-turut”.
10. Dan tidaklah Allah menjadikannya (mengirim bala-bantuan itu), mmelainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
11. (Ingatlah), ketikaAllah menjadikan kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan menurunkah hujan dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan syaitan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh dengannya telapak kakimu (teguh pendirian)
12. (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat ; “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman”. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
13. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya.
14. Itulah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
Larangan Melarikan Diri dari Pertempuran
15. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
16. Dan barangsiapa yang mundur pada waktu itu -kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain- maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat butuklah tempat kembalinya.
17. Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk mebinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada kepada orang orang yang mu’min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.
18. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu) dam sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
19. Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti, maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukan kamu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit-pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
Larangan Menyalahi Perintah-Perintah Allah
20. Hai orang-orang yang beriman ! Ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jangan kamu berpaling dari pada-Nya, sedangkan kamu mendengarkan,
21. dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata : “Kami mendengarkan”, padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)
22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apa.
23. Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.
Kewajiban Menta’ati Perintah Allah dan Rasul-Nya
24. Hai orang-orang yang beriman ! Penuhilah perintah Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya , dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
25. Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
26. Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekkah), dan kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (di Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan perlindungan-Nya dan diberi-Nya kamu rezki yang baik agar kamu bersyukur.
Larangan Berkhianat dan Faedah Bertakwa
27. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.
28. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah ada pahala yang besar.
29. Hai orang-orang yang beriman ! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Permusuhan Kaum Musyrikin Terhadap Nabi dan Kewajiban Memerangi Mereka Sampai Terpelihara Agama Allah.
30. Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakan kamu atau membunuhmu, atau mengurirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata : “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami meghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu”.
32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata : “Ya Allah, jika (Al Qur’an) ini benar (wahyu) dari Kamu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.
33. Tetapi Allah tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tdak (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.
34. Dan kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukan orang-orang yang berhak menguasainya ? Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
35. Dan shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak-lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
36. Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahannam-lah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,
37. agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebahagiannya di atas sebahagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu : “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”.
39. Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada fitnah dan supaya agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
JUZ 10
Cara Pembagian Ghanimah
41. Dan ketahuilah, sesungguhnya apa yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Rahmat Allah Kepada Kaum Muslimin dalam Peperangan Badar
42. (Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu nengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi Allah berkendak suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti binasa yang nyata, dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
43. (ingatlah) ketika Allah menampakkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah menampakkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam isi hati.
44. Dan ketika Allah menampakkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melakukan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
Kewajiban Berteguh Hati, Bersatu Dalam Peperangan dan Larangan Berlaku Sombong dan Ria
45. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdo’a) agar kamu beruntung.
46. Dan ta’atlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
47. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
Penghianatan Syaitan Terhadap Janjinya kepada Pengikut-Pengikutnya.
48. Dan (ingatlah) ketika syaitan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan : “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya aku ini adalah pelindungmu”. Maka ketika ke dua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan) syaitan balik ke belakang seraya berkata : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
49. (Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata ; “Mereka itu (orang mu’min) ditipu agamanya”, (Allah berfirman) ; “Barangsiapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
50. Dan kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata); “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”.
51. Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekalai-kali tidak menganiaya hamba-Nya.
Kebinasaan Suatu Kaum Adalah Lantaran Perbuatan Mereka Sendiri
52. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksaan-Nya.
53. Yang demikian (siksaaan) itu karena sesungguhnya Allah tidak akan merobah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’
54. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim.
55. Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk disisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.
56. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah).
57. Maka jika kamu (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka, agar supaya mereka mengambil pelajaran.
Syirik Adalah Dosa Yang Paling Besar dan Sikap Menghadapi Kaum Musyrikin dalam Peperangan
58. Dan jika kamu (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
59. Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah),
60. Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu miliki dan dari pasukan kuda yang ditambat untuk berperang yang dapat menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dixzalimi (dirugikan).
Cinta Perdamaian dan Keharusan Mempertebal Semangat Jihad
61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
62. Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dia-lah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mu’min,
63. dan Dia yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
64. Hai Nabi (Muhammad) ! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu.
65. Hai Nabi (Muhammad) ! Kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.
66. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscatya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
67. Tidaklah pantas bagi serang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
68. Kalau tidak ada ketetapan tedahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil.
69. Maka makanlah dari sebahagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
70. Hai Nabi (Muhammad) ! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu; “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
71. Akan tetapi jika meraka (tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu-pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan menjadikan kamu berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Kengetahui lagi Maha Bijaksana.
72. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit-pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Meliahat apa yang kamu kerjakan.
73. Adapun orang-orang yang kafir, sebahagian mereka melindungi sebahagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
74. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni’mat) yang mulia.
75. Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersama kamu maka orang-orang irtu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebahagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Masud CHATIM
(mic.ok1214@gmail.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar