Senin, 13 Juli 2009

SURAT KE 5 AL MA'IDAH (HIDANGAN)

SURAT KE 5 AL MAIDAH ( HIDANGAN )

SURAT : AL MA’IDAH ( Hidangan )
SURAT KE : 5 ; 120 ayat

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
JANJI PRASETIAKEPADA ALLAH DAN PENYEMPURNAAN AGAMA ISLAM
01. Hai orang-orang yang beriman penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
02. Hai orang–orang yang beriman janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) had-ya (binatang-binatang kurban) dan qalaid (binatang kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) menganggu orang-orang yang mengunjungi Baitul Haram; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencianm(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat melampauhi batas (kepada mereka). Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
03. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan (daging binatang) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan Aku telah ridhoi Islam sebagai agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
04. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) : “Apakah yang dihalakan bagi mereka ?” Katakanlah : “Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-bauk dan (binatang buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat siksa-Nya”.
05. Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan wanita piaraan. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalan-amalannya dan dia di hari kamat termasuk orang yang merugi.
WUDHU, MANDI DAN TAYAMUM
06. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata-kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperolah air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar supaya kamu bersyukur.
07. Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan; “Kami mendengar dan kami menaati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
KEWAJIBAN BERLAKU ADIL DAN JUJUR
08. Hai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sebagi penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
09. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.
10. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
11. Hai orang-orang yang beriman ! Ingatlah kamu ni’mat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang beriman itu bertawakal.
PENGINGKARAN JANJI PRASETIA OLEH ORAG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI
12. Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin diantara mereka. Dan Allah berfirman : “Aku bersama-mu. Sesungguhnya jika kamu mengerjakan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti, akan Aku masukkan kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Akan tetapi barangsiapa kafir diantara kamu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
13. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebahagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat penghianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka ma’afkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

14. Dan diantara orang-orang yang mengatakan; “Kami ini orang Nasrani,” Kami telah mengambil janjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
15. Hai Ahli kitab ! Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.
16. Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus.
17. Sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata : “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam.” Katakanlah (Muhammad) ; “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi ?” dan milik Allh-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
18. Orang Yahudi dan Nasrani berkata : “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah : “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?” Tidak, kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya. Dan kepada-Nya (segala sesuatu) akan kembali”.
19. Hai Ahli Kitab ! sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan; “Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”, Sungguh telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
20. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya; “Hai kaumku ! Ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang-pun di antara umat yang lain”.
21. Hai kaumku ! Masukklah ke tanah suci (Palestina) yang ditentukan Allah bagimu, dan janganlaha kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.
22. Mereka berkata : “Hai Musa ! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk”.
23. Berkatalah dua orang laki-laki diantara mereka yang bertakwa, yang telah diberi ni’mat oleh Allah; “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu benar-bemnar orang yang beriman”.
24. Mereka berkata : “Hai Musa ! sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalammnya, karena itu pergilah kamu beserta Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk (menanti) disini saja”.
25. Musa berkata : “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang fasik itu”.
26. Allah berfirman : “(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buar mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu”.
KISAH PEMBUNUHAN PERTAMA DAN BESARNYA MALAPETAKA AKIBAT PEMBUNUHAN.
27. Dan ceriterakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. (Qabil) berkata : “Aku pasti membunuhmu”. Habil berkata : “Sesunguhnya Allah hanya mnerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.
28. “Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”
29. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu dengan membawa dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan itulah pembalasan bagi orang yang zalim”.
30. Maka hawa nafsu (Qabil) menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
31. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata : “Aduhai celaka aku ! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku menguburkan mayat saudaku ini ?” Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal.
32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh yang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak diantara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
HUKUM TERHADAP PERUSUH DAN PENGACAU KEAMANAN.
33. Sesungguhnya hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaaan yang besar.
34. Kecuali orang-orang yang bertaubat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dari azab. pada hari Kiamat, niscaya (terbusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka mendapat azab yang pedih.
37. Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi mereka tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal.
38. Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasana atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
39. Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencurui-pencuri itu) setelah melakukan kejahahatan itu dan memerbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
40. Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa kepada siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
PENGINGKARAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP HUKUM-HUKUM TAURAT DAN KEHARUSAN MEMUTUSKAN PERKARA MENURUT HUKUM YANG DITURUNKAN ALLAH
41. Hai Rasul ! (Muhammad) janganlah kamu disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka; “Kami telah beriman” padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan : “Jika ini diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barangsiapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikitpun kamu tidak mampu menolak sesuatupun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikenhendaki oleh Allah untuk mensucikan hati mereka. Mereka memperoleh kehinaan di dunia, dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.
42. Mereka itu sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan diantara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit-pun. Tetapi jika kamu memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
43. Dan bagaimanakah mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka memiliki Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, nanti mereka berpaling (dari putusanmu) sesudah itu ? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang-orang yang beriman.
44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian pula para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka-pun ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
46. Dan Kami iringkan jejak mereka denga mengutus “Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
47. Dan hendaklah pegikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
48. Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti keninginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantra kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu sekalian dijadikan-Nya satu umat (saja), akan tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah kamu sekalian berbuat kebajikan !. Hanya kepada Allah-lah kamu sekalian kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu, apa yang telah kamu sekalian perselisihkan.
49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa-nafsu keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan kamu terhadap sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik
50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehemdaki ? dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?
DILARANG BERTEMAN AKRAB DENGAN ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI DAN AKIBAT MELANGGARNYA
51. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu) ; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpim, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
52. Maka kamu melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata : “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehinghga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam hati mereka.
53. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan ; “Inikah orang-orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah, bahwa mereka benar-benar beserta kamu ?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.
54. Hai orang-orang yang beriman ! Barangsiapa diantara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum. Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka memncela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
55. Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)
56. Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.
57. Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu menjadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu benar orang-orang yang beriman.
58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) shalat, mereka menjadikannya ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan alkal.
59. Katakanlajh : “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antrara kamu benar-benar orang-orang yang fasik ?”
60. Katakanlah (Muhammad) : “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah ? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thaghut” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
61. Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan; “Kami telah beiman”, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi-pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
62. Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.
63. Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram ? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.
KUTUKAN ALLAH TERHADAP ORANG-ORANG YAHUDI
64. Dan orang-orang Yahudi berkata : “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakana itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi banyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan
65. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam syurga-syurga yang penuh kenikmatan.
66. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (Hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-Nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekolompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
KEWAJIBAN RASULULLAH S.A.W. MENYAMPAIKAN AGAMA
67. Hai Rasul ! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak kamu lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan manusia.
68. Katakanlah (Muhammad) : “Hai Ahli Kitab ! kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan (Al Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah kamu berputus-asa terhadap orang-orang kafir itu.
69. Sesungguhnya orang-orang mu’min, Yahudi, Shabi’in dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati.
70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjajian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebahagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebahagian yang lain mereka bunuh.
71. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu) karena itu mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima taubat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
PERNYATAAN ALLAH TENTANG KEKAFIRAN ORANG YANG MENGI’TIQADKAN ‘ISA A.S. ITU TUHAN
72. Sesungguhnya telah kafir, orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya Allah ialah “Isa putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata : “Hai Bai Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong.
73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selanTuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
74. Mengapa mereka tidak taubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
75. Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa Rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu)
76. Katakanlah (Muhammad) : « Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidaka dapat menimbulkan bencana dan tidak (pula) memberi manfa’at ? » Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
77. Katakanlah (Muhammad) : « Hai Ahl Kitab ! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti (keinginan) hawa nafsu orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus »
SEBAB-SEBAB KUTUKAN ALLAH TERHADAP ORANG-ORANG YAHUDI
78. Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalaui lisan (ucapan) Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
79. Mereka tidak saling mencegah perbuatan munkar yang selalu mereka perbuat. Sesugguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
80. Kamu melihat banyak di antara mereka tolong menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.
81. Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka, orang-orang yang fasik.
ORANG-ORANG YAHUDI DAN ORANG-ORANG NASRANI SERTA HUBUNGAN MEREKA DENGAN ORANG-ORANG MU’MIN
82. Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman , ialah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
JUZ 7

83. Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata : “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad s.a.w.)
84. dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?”.
85. Maka Allah memberi pahala kepada mereka terhadap perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.
86. Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni nereka.
PERINGATAN KEPADA KAUM MUSLIMIN TERHADAP ADAT ISTIADAT JAHILIYAH YANG TERLARANG
Larangan mengharamkan makanan yang halal
87. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
88. Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
Sumpah Dan Kaffaratnya
89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak sengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)
Larangan Meminum Khamar, Berjudi, Berkorban Untuk Berhala Dan Mengundi Nasib.
90. Hai orang-orang yang beriman ! Sesungguhnya (meminum) khamar (arak), berjudi, (bekurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan yang keji dan termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu mendapat keberuntungan.
91. Dengan khamar (minuman keras) dan judi, sesungguhnya syaitan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat kepada Allah dan melaksanakan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) ?
92. Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul-Nya dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
93. Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan(dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman selanjutnya mereka (tetap juuga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Menghormati Ka’bah Sebagai Sokoguru Kehidupan Manusia
94. Hai orang-orang yang beriman ! sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu, dari binatang buruan yang mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, meskipun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.
95. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barangsiapa diantaramu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-yu yang dibawa ke Ka’bah, atau kaffarat (membayar denda dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah mema’afkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasaa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.
96. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang darat selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali)
97. Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu, sebagai pusat ( peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia. Demiian pula bulan haram, had-ya dan qalaid. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
98. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
99. Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.
100. Katakanlah (Muhammad) : “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”.
Larangan Bertanya Tentang Hal Yang Menyebabkan Kemudharatan
101. Hai orang-orang yang berman ! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya di waktu Al Qur”an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
102. Sesungguhnya sebelum kamu telah ada segolongan manusia yang menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka) kemudian mereka menjadi kafir.
103. Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
104. Dan apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab : “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati babak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunnjuk.
105. Hai orang-orang yang beriman ! jagalah dirimu (karena) orang yang sesat itu tidak akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
ANJURAN BERWASIAT DENGAN PERSAKSIAN
106. Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan dengan dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Hendaklah kamu tahan kedua orang saksi itu setelah shalat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu; “Demi Allah kami tidak akan menukar sumpah ini dengan harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhhnya jika kami demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa”.
107. Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, maka dua orang yang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah; “Sesungguhnya persaksian kami lebih layak diterima dari pada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang zalim.
108. Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya kepada ahli waris sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
SALAH SATU PERISTIWA DI HARI KIAMAT
109. (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka); “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu ?”. Para rasul menjawab ; “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib”.
BEBERAPA KISAH TENTANG ISA A.S.
110. Dan (ingatlah), ketika Allah berfirman : “ Hai “Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulqudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika kamu membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kamu meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika kamu mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata : “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.
111. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia : “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-rasul-Ku”. Mereka menjawab ; “Kami telah beriman dan saksikanlah (hai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.
112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa yang setia berkata : “ Hai ‘Isa putra Maryam ! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami ?” ‘Isa menjawab; “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman”.
113. Mereka berkata’; “Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu)”.
114. ‘Isa putera Maryam berdo’a; “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berikanlah kami rezki, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang paling Utama”.
115. Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksa dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umnat manusia”.
116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman : “ Hai ‘Isa putera Maryam ! adakah kamu mengatakan kepada manusia; jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah ?”. (‘Isa) menjawab ; “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan yang bukan hak-ku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada dirku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku. Engkaulah yang yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bjaksana.
119. Allah berfirman : “Ini adalah suatu hari, saat orang yang benar memperoleh manfa’at dari kebenarannya. Mereka memperoleh syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka-pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang paling besar”.
120. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(Masud Ibnu CHATIM©)
mic.ok1214@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar