Kamis, 27 Agustus 2009

SURAT KE : 20 THAAHAA

SURAT THAAHAA
Surat Ke : 20 ; 135 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

AL QUR’AN DITURUNKAN SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA

01. Thaahaa.
02. Kami tidak meurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
03. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
04. yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
05. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di ‘Arasy.
06. Milik-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
07. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
08. (Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).

KISAH NABI MUSA
Nabi Musa A.S. Menerima Permulaan Wahyu

09. DanApakah telah sampai kepadamu kisah Musa ?
10. Ketika dia (musa) melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya : “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudah-an aku dapat emmbawa sedikt dari padamnya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk ditempat api itu”.
11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia di panggil : “Hai Musa!
12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tlepaskanlah kedua terompahmu. Karena sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, (bernama) Thuwa.
13. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)
14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
15. Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang diusahakan.
16. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa”.

Dua Macam Mu’jizat Musa A.S.

17. Dan apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa ?
18. Dia (Musa) berkata : “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada keperluan yang lain padanya”.
19. Dia (Allah) berfirman : “Lemparkanlah ia, hai Musa !”
20. Lalu (Musa) melemparkanlah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
21. Dia (Allah) berfirman : “Pegangglah ia dan janganlah takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
22. dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, nicaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mu’jizat yang lain (pula),
23. untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,

Perintah Allah Kepada Nabi Musa A.S. Dan Permohnan Nabi Musa A.S.

24. Pergilah kepada Fir’aun; dia benar-benar telah melampaui batas”.
25. Dia (Musa) berkata : “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.
26. dan mudahkanlah untukku urusanku,
27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
28. supaya mereka mengerti perkataanku,
29. dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
30. (yaitu) Harun, saudaraku,
31. teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,
32. dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
33. agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
34. dan banyak mengingat-Mu,
35. sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaaan) kami”.
36. Dia (Allah) berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”.

Ni’mat-Ni’mat Allah Kepada Nabi Musa A.S. Sejak Kecil

37. Dan sesungguhnya Kami telah emmberi ni’mat kepadamu pada kali yang lain (sebelum ini)
38. (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
39. (yaitu) “letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya”. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku ; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,
40. (yaitu) ketika saudara-perempuan kamu berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun) : “Bolehkah aku menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya ?”. Maka Kami mengembalikan kamu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan ; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Mad’yan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapan, hai Musa,
41. dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.

Musa A.S. Dan Harun A.S. diperintah Menghadap Fir’aun

42. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku
43. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas;
44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
45. Mereka berdua berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas”.
46. Dia (Allah) berfirman : “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”.
47. Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah ; “Sesungguhnya Kami berdua adalah utusan Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
48. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling (tidak memperdulikan)”.
49. Dia (fir’aun) berkata : “Siapakah Tuhan kamu berdua, hai Musa ?”.
50. Dia (Musa) berkata : “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadiannya kepada setiap sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.
51. Dia (Fir’aun) berkata : “Jadi bagaimana keadaaan umat-umat yang terdahulu ?”
52. Dia (Musa) menjawab : “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
53. Yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit”. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
54. Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
55. Darinya (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali (waktu) yang lain.
56. Dan sesungghnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir’aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

Nabi Musa A.S. Menundukkan Tukang-Tukang Sihir Fir’aun

57. Dia (Fir’aun) berkata : “Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kamii (ini) dengan sihirmu, hai Musa ?
58. Maka kamipun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu (perjanjian) untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak aka menyalahinya dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang yang terbuka (letaknya)”.
59. Dia (Musa) berkata : “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu dhuha (matahari sepenggalan naik)
60. Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengartur tipu dayanya, kemudian dia datang.
61. Berkata Musa kepada mereka : “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan kepada Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
62. Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
63. Mereka (para penyihir) berkata : “Sesungguhnya dua orang ini adalah penyihir yang hendak mengusirmu (Fir’aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak meleyapkan kedudukan kamu yang utama.
64. Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini”.
65. (Setelah mereka bekumpul) mereka berkata : “Hai Musa ! (Pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah yang melemparkan terlebih dahulu ?
66. Dia (Musa) berkata : “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.
67. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
68. Kami berfirman : “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
69. Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang penyihir itu, dari mana saja ia datang.

Para Penyihir Fir’aun Menjadi Orang-Orang Yang Beriman

70. Lalu para penyihir itu tersugkur dengan bersujud, seraya berkata : “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa.
71. Dia (Fir’aun) berkata : “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberikan izin kepada kamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepada kamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian secara bersilang, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesunguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya”.
72. Mereka (para penyihir) berkata : “Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mu’jizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
73. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahn kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)”.
74. Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, dan telah beramal shaleh, maka mereka itulah orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
76. (yaitu) syurga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang mensucikan diri (bersih dari kekafiran dan kemaksiatan).

Pembelahan Laut Dan Pembebasan Bani Israil

77. Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa : “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, maka buatlah (pukullah dengan tongkatmu) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak perlu takut (akan tenggelam)”.
78. Kemudian Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh air laut yang menenggelamkan mereka.
79. Dan Firaun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
80. Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.
81. Makanlah dari rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sesunguhnya binasalah ia.
82. Dan sesunggguhnya Aku Maha Pemngampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

Teguran Allah Kepada Nabi Musa A.S.

83. Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa ?
84. Dia (Musa) berkata : “Itu mereka sedang menyudsul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhan-ku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”.

Pengkhianatan Samiri

85. Dia (Allah) berfirman: “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata (Musa) : “Hai kaumku bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik ? Maka apakah terasa lama masa perjanjian bagimu atau menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjian dengan aku ?”.
87. Mereka berkata : “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir’aun) itu, maka kami telah melemparkannya (ke dalam api), dan demikian juga Samiri pun melemparkannya.
88. kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubag api itu patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata : “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”,
89. Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa patung anak sapi itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan ?
90. Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya : “Hai kaum-ku, sesungghnya kamu hanya diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta’atilah perintahku”.
91. Mereka menjawab : “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) ini, hingga Musa kembali kepada kami”.

Teguran Musa A.S. Kepada Harun A.S. Dan Balasan Harun A.S.

92. Berkatalah dia (Musa) : “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
93. (sehingga) kamu tidak mengikuti aku ? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku ?”.
94. Dia (Harun) menjawab : “Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku) :”Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanahku”.

Hardikan Musa Terhadap Samiri

95. Dia (Musa) berkata : “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri ?”.
96. Dia (Samiri) menjawab : “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku”.

Azab Yang Ditimpakan Kepada Samiri

97. Dia (Musa) berkata : “Pergilah kamu maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan : “Janganlah menyentuh(aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkan (abunya) ke dalam laut (berserakan)
98. Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. PengetahuanNya meliputi segala sesuatu”.

Kisah Umat-Umat Yang Terdahulu Merupakan Peringatan Bagi Manusia

99. Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebahagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al Qur’an) dari sisi Kami.
100. Barangsiapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya mereka akan memikul dosa yang besar pada hari Kiamat,
101. mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban itu bagi mereka pada hari Kiamat,
102. (yaitu) hari (yang diwaktu itu) ditiup sangkakala dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) yang biru muram,
103. mereka berbisik-bisik diantara mereka : “Kamu tinggal di dunia hanyalah sepuluh (hari)”.
104. Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika orang yang lurus jalannya diantara mereka berkata : “Kamu tinggal (di dunia) hanyalah sehari saja”.

Keadaan Pada Hari Kiamat

105. Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah : “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari Kiamat) dengan sehancur-hancurnya,
106. maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
107. tidak ada sedikitpun kamu lihat tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.
108. Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah) dan merendahlah suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.
109. Pada hari tu tidak berguna syafa’at, kecuali syafa’at dari orang yang telah diberi izin Allah Yang Maha Pemurah, dan Dia meridhoi perkataannya.
110. Dia (Allah) mengetahui yang ada di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang ada di belakang mereka (yang telah terjadi) sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
111. Dan semua wajah tertunduk dihadapan (Allah) Yang Hidup lagi Yang Berdiri sendiri. Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.
112. Dan barangsiapa yang megerjakan amal-amal yang shaleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak akan khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu memberikan pengajaran bagi mereka.
114. Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu (Muhammad) tergesa-tergesa (membaca) Al Qur’an sebelum seleai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah : “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

KISAH NABI ADAM A.S. DAN PEMBANGKANGAN IBLIS

115. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
116. Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat : “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.
117. Maka Kami berkata : “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh kamu dan isterimu, maka sekali-kali jangan sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,
119. dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya”.
120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata : “Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa ?”..
121. Lalu keduanya memakan dari buah pohon itu, maka nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
122. Kemudian Tuhanya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
123. Dia (Allah) berfirman : “Turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebahagian (anak-cucu) kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya ia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta:
125. Dia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat.
126. Dia (Allah) berfirman : “Demikianah, dahulu telah dating kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu melupakannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamupun diabaikan”.
127. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itulebih berat dan lebih kekal.
128. BEBERAPA PERINGATAN DAN AJARAN TENTANG MORAL Maka tidaklah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikn) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di beklas-bekas) teinggal umat-umat itu ? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
129. Dan sekiranya tidak ada sesuatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka
130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakana, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum tergbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-wakytu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
131. Dan janganlahkamu tujkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongab dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobia mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
132. Dan tperintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mnengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
133. Dan mereka berkata : “Mengapa ia tidak membawqa bukti kepada kami dari Tuhannya ?”. Dan apakah belum dating kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu ?
134. Dan sekiranya KAmi binasakan mereka dengan sesuatu azab sebelum Al Qur’an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata : “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah ?”
135. Katakanlah (Muhammad) : “Masing-masing (kita) menanti, maka natikanlah oleh kamu sekalan ! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk”.

Masud CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar