Surat Al Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surat Ke : 21 ; 112 Ayat
JUZ 17
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
OCEHAN KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD S.A.W. SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL QUR’AN TERHADAPNYA
01. Telah semakin dekat kepada manusia hari hisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari akhirat).
02. Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan mereka, mereka mendengarkannya, sedangkan mereka bermain-main,
03. (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka : “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) sepereti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya ?”.
04. (Muhammad) berkata (kepada mereka) : “Tuhanku mengetahui perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
05. Bahkan mereka berkata (pula) : “(Al Qur’an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, atau hasil rekayasa (Muhammad), bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita sesuatu mu’jizat, sebagaimana rasul-rsasul yang telah lalu di utus”.
06. Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka ; maka apakah mereka akan beriman ?
07. Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakan olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.
08. Dan tidak Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
09. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya ?
11. Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya)
12. Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negeri) itu.
13. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada (kesenangan hidup) yang telah kamu rasakan dan ke tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu dapat ditanya.
14. Mereka berkata : “Aduhai celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
15. Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.
16. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.
17. Sekiranya Kami hendak membuat sesutau permainan (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)
18. Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan celaka kamu karena kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).
19. Dab milik-Nya segala apa yang ada di langit dan bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang disisi-Nya, tidak memiliki rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.
20. Mereka selalu bertasbih pada malam dan siang hari tiada berhenti.
BUKTI-BUKTI KESALAHAN KEPERCAYAAN ORANG-ORANG MUSYRIK
21. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat meghidupkan (orang-orang mati) ?
22. Seandainya ada pada di keduanya ( langit dan bumi) tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.
23. Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.
24. Atau mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya ? Katakanlah (Muhammad) : “Tunjukkan alasan-alasanmu ! (Al Qur’an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang sebelumku” Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling.
25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul-pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka kamu sekalian sembahlah Aku.
26. Dan mereka berkata : “TuhanYang Maha Pemurah telah megambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimulyakan,
27. mereka tidak mendahului-Nnya dengan perkataan dan mereka megerjakan perintah-perintah-Nya.
28. Dia (Allah) megetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang dibelakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
29. Dan barang siapa diantara mereka mengatakan : “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
30. Dan apakah orang-orang yang kafir mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman ?
31. Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.
32. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
34. Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum kamu (Muhammad) ; maka jika kamu mati, apakah mereka akan kekal ?
35. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.
36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan) : “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu ?”, padahal mereka adalah orang-orang yang ingkat mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
37. Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku untuk mensegerakan.
38. Dan mereka berkata : “Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar ?”.
39. Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (dimana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah mereka dan tidak (pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka meminta tidak untuk disegerakan)
40. Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
41. Dan sunggguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan (rasul-rasul) itu (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
42. Katakanlah : “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah ?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingat Tuhan mereka.
43. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami ? Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami.
44. Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek-moyang mereka keni’matan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (yang berada dibawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala pemnjurunya. Maka apakah mereka yang menang ?
45. Katakanlah (hai Muhammad) : “Sesungguhnya aku hanyalah memberi peringatan kepadamu sesuai dengan wahyu”. Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan.
46. Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhamu, pastilah mereka berkata : “Aduhai celakalah kami, bahwasanya kami adalah menzolimi (disi sendiri)”.
47. Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat di hari Kiamat, maka tidak seorangpun dirugikan walaupun sedikit; dan jika (amalah itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahalanya). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
KISAH BEBERAPA ORANG NABI
48. Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa dan Haru, Kita Taurat, dan penerang serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa,
49. (yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (datangnya) hari Kiamat.
50. Dan ini (Al Qur’an) adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapa kamu memungkirinya ?
51. Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
52. (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya : “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya ?”.
53. Mereka menjawab : “Kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menyembahnya”.
54. Dia (Ibarahim) berkata : “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.
55. Mereka berkata : “Apakah kamu datang kepada kami dengan kebenaran ataukah kamu termasuk orang yang bermain-main ?”.
56. Dia (Ibarahim) menjawab : “Sebenarnya Tuhan kamu adalah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”.
57. Dan demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya.
58. Maka dia (Ibrahim) membuat (berhala-berhala) itu hancur terpotong berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induk) patung, agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
59. Mereka bertanya ; “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.
60. Mereka berkata : “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela patung berhala ini, namanya Ibrahim”.
61. Mereka berkata :”(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan”.
62. Mereka bertanya : “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim ?”.
63. Dia (Ibrahim) menjawab : “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.
64. Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata : “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang meganiaya (diri sendiri)”’
65. kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata) ; “Sesungguhnya kamu (Ibarahim) telah megetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”.
66. Dia (Ibrahim) berkata : “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu sekalian ?”.
67. Ah, (celakalah) kamu sekalian dan yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kamu sekalian tidak memahami “.
68. Mereka berkata : “Bakarlah dia (Ibarahim) dan bantulah tuhan-tuhan kamu sekalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak”.
69. Kami (Allah) berfirman : “Hai api menjadi dinginlah, dan jadi penyelamat bagi Ibrahim”.
70. dan mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.
71. Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkatinya untuk seluruh alam.
72. Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibarahim) Ishak dan Ya’kub sebagai anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang shaleh.
73. Dan Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka selalau menyembah,
74. dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat dan fasik,
75. dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang yang shaleh.
76. Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ia berdo’a, dan Kami memperkenankan do’anya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar.
77. Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesunggunhya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami menenggelamkan mereka semuanya.
78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu mereka berdua memeberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalahn Kami menyaksikan keputuan (yang diberikan) oleh mereka itu.
79. Maka Kami memberikan pegertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.
80. Dan Kami ajarkan (pula) kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna melindungi kamu sekalian dalam peperangan kalian. Maka apakah kamu sekalian bersyukur (kepada Allah) ?
81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang terhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
82. Dan (telah kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam ( ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu,
83. dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku), sesugguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
84. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan bilangan mereka), sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang meyembah Kami.
85. Dan (ingatlah kisah) Isma’il, Idris dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar.
86. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shaleh.
87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdo’a dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.
88. Maka Kami perkenankan (do’a)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdo’a kepada Tuhannya; “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah Ahli Waris Yang Terbaik”.
90. Maka Kami perkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya (dapat hamil). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.
91. Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) bagi seluruh alam.
92. Sesungguhnya (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
93. Dan mereka telah memotong-motong (memecah belah) urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
94. Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
95. Dan sungguh tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)
96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata ) : “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.
98. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
99. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.
100. Mereka merintih di dalamnya (neraka) dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar.
101. Sesuungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
102. mereka tidak mendengar sedikitpun desis (api neraka), dan mereka kekal dalam meni’mati apa yang diingini oleh mereka.
103. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari Kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata) : “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu”.
104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
105. Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikr (Lauh Mahfuz), bahwasanya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shaleh.
106. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (Al Qur’an) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (kepada Allah).
107. Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.
108. Katakanlah (Muhammad) :”Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”.
109. Jika mereka berpaling, maka katakanlah : “Aku telah menyampaikan kepada-mu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepada-mu itu sudah dekat atau masih jauh ?”.
110. Sesungguhnya Dia Mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.
111. Dan aku tidak mengetahui, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
112. Dia (Muhammad) berkata : “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolongan-Nya atas semua yang kamu katakan”.
Masud CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Kamis, 03 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar