Rabu, 30 Desember 2009

SURAT KE : 26 ASY-SYU'ARA ( PARA PENYAIR )

SURAT ; ASY-SYU’ARA (PARA PENYAIR)
SURAT KE : 26 ; 227 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

MUHAMMAD SAW TIDAK USAH BERSEDIH HATI TERHADAP KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN.

01. Thaa Siin Miim
02. Inilah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan (menerangkan).
03. Boleh jadi kamu (Muhammad) akanmembinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena (merka (penduduk Mekkah) tidak beriman.
04. Jika Kami menghendaki niscaya Kami turunkan kepada mereka mu’jizat dari langit, yang akanmembuat tengkuk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
05. Dan tidak dating kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al Qur’an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pemurah, kecuali mereka selalu berpaling dari padanya.
06. Sungguh, mereka telah mendustakan Al Qur’an), maka kelak akan dating kepada mereka (kenyataan dari) berita-bwerita mengenai apoa(azab) yang selalu mereka perolok-olokan.
07. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik ?
08. Sesdungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
09. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NABI MUSA A.S.

PerintahNabi Musa Kepada Nabi Musa A.S. Untuk Menyeru Fir’aun.

10. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya).; “Datangilah kaum yang zalim itu,
11. (yaitu) kaum Fir’aun. Mengapa mereka tidak bertakwa ?”
12. Dia (Musa) berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
13. Dan (karenanya) dadaku tersasa sempit dan lidahku tidak landcar maka utuslah kepada Harun.
14. Dan aku berdosa terhadap mereka maka aku takut meereka akan embunuhku”.
15. (Allah) berfirman : “Jangan takut (mereka tidak akan dapoat membunuhmu) ! Maka pergilah kamu berdua denganmembawa ayat-ayat Kami (mu’jizat-mu’jizat) ; sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakana)
16. maka datanglah kemu berdua kepada Fir’aun dan katakana : “Sesungguhnya Kami adalah Rasul Than semesta alam,
17. lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami”.

So’al Jawab Antara Musa A.S. Fir’aun

18. Dia (Fir’aun) menjawab : “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
19. Dan kamu (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk orang-orang yang ingkar (tidak tahu berterima kasih)
20. Dia (Musa) berkata : “Aku telah melakukannya, sedang ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
21. Lalu aku lari dari kamu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara para rasul.
22. Dan itulah kebaikan yang telah kamu berikan kepadaku, (semenatara) itu kamu memperbudak Bani Israil”.
23. Fir’aun berkata : “Siapa Tuhan seluruh alam itu ?”.
24. Dia (Musa) menjawab : “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya”.
25. Dia (Fir’aun) berkata kepada orang-orang disekelilingnya; “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya) ?”.
26. Dia (Muasaa) berkata ; “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek-moyang kamu terdahulu”.
27. Dia (Fir’aun) berkata : “Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila”.
28. Dia (Musa) berkata : “ (Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti”.
29. Dia (Fir’aun) berkata : “Sungguh, jika kamu menyembah Tuhan selain aku, pasti aku akan memasukkan kamu ke dalam penjara”.
30. Dia (Musa) berkata : “Dan apakah (kamu akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata ?”
31. Dia (Fir’aun) berkata : “Datangkanlah sesuatu ( bukti yang nyata) itu, jika kamu termasuk orang yang benar !”
32. Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular besar yang nyata.
33. Dan dia menarik tangannya (dari dalam jubahnya), maka tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bersinar) bagi orang yang melihatnya.
34. Dia (Fir’aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya ; “Sesungguhnya dia (Muasa) ini pasti seorang penyihir yang pandai,
35. dia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya ; maka karena itu apakah yang kamu sarankan ?”
36. Mereka menjawab ; “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah keseluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
37. niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu”.
38. Lalu dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang telah ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,
39. dan diumumka kepada orang banyak ; “Berkumpullah kamu sekalian,
40. semoga kita mengikuti para penyihir itu, jika mereka menang”.
41. Maka tatkala para ahli sihir datang, mereka bertanya kepada Fir’aun : “Apakah sungguh kami mendapat bayaran yang besar jika kami yang menang ?”
42. Dia (Fir’aun) menjawab : “Ya, dan kalau demikian, kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku)”.
43. Dia (musa) berkata kepada mereka : “Lemparkanlah apa yang hendak kamu sekalian lemparkan”.
44. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata ; Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang”.
45. Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
46. Maka menyunggurlah para penyihir itu sambil bersujud (kepada Allah),
47. mereka berkata ; “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
48. (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun”.
49. Dia (Fir’aun) berkata ; “Apakah kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu ? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang megajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sungguh aku akan memotong tangan dan kakimu dan sungguh kamu sekalian akan aku salib semuanya.
50. Mereka berkata ; “Tidak ada kemudharatan (bagi kami), sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. sesungguhnya kami sangat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang-orang yang pertama beriman”.

Perintah Tuhan Kepada Musa A.S. Untuk Menyelamatkan Bani Israil Dari Fir’aun Dan Pembinasaan Fir’aun

52. Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa : “Pergilah dimalam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sungguh kamu sekalian akan disusul”.
53. Kemudian Fir’aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (tentaranya)
54. (Fir’aun) berkata) : “sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar sekelompok kecil,
55. dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kepada kita,
56. dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu berjaga-jaga.
57. Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata-air,
58. dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
59. demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
60. Maka Fir’aun dan bala-tentaranya dapat menyusul mereka di waktu matahari terbit.
61. Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa : “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.
62. Dia (Musa) menjawab : “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.
63. Lalu Kami wahyukan kepada Musa : “Pukullah laut itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
64. Dan di sana Kami dekatkan golongan yang lain.
65. Dan Kami selamatkan Musa dan semua orang-orang yang besertanya.
66. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
67. sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan tanda (mu’jizat), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
68. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NABI IBRAHIM A.S.

69. Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
70. Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya dan kaumnya : “Apakah yang kamu sekalian sembah ?”.
71. Mereka menjawab : “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”.
72. Dia (Ibrahim) berkata : “Apakah mereka (berhala-berhala) itu mendengarkan kamu sewaktu kamu berdo’a (kepadanya)
73. atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau mencelakakan kamu ?”.
74. Mereka menjawab : “(Bukan itu), akan tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.
75. Dia (Ibarahim) berkata ; “Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
76. kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu ?
77. sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.
78. (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
79. dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,
80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
81. dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
82. dan yang sangat aku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat”.
83. (Ibrahim berdo’a) : “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shaleh,
84. dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
85. dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi syurga yang penuh keni’matan,
86. dan ampunilah bapakku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
87. dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
88. (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati tyang bersih,
90. dan syurga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
91. dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat”,
92. dan dikatakan kepada mereka, “Dimana berhala-hala yang dahulu selalu kamu sembah,
93. selain Allah ? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri ?
94. Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
95. dan balatentara iblis semuanya.
96. Mereka berkata (bersumpah) sambil bertengkar di dalamnya (neraka) ;
97. “tallahi (demi Allah) : sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
98. karena kita mempersamakan kamu-sekalian (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam”.
99. Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
100. Maka (sekarang) kami tidak mempunyai(seorang-pun) pemberi syafa’at (penolong)
101. dan tidak pula mempunyai teman akrab.
102. Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), teapi kebayakan mereka tidak beriman.
104. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NUH A.S DENGAN KAUMNYA

105. Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
106. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka ; “Mengapa kamu tdak bertakwa ?
107. Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
108. maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
109. Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
110. maka bertakwalah kamu kepada Allah dan ta’atlah kepadaku”.
111. Mereka berkata :”Apakah kami harus beriman kepadamu, dan (padahal) yang mengikuti kamu itu orang-orang yang hina ?”
112. Dia (Nuh) menjawab; “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
113. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
114. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
115. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang jelas”.
116. Mereka berkata : “Hai Nuh ! Sungguh, jika kamu tidak (mau) berhenti, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam”.
117. Dia (Nuh) berkata : “Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
118. maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku”.
119. Kemudian Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
120. Kemudiana sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
121. Sesunguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
122. Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH HUD A.S.

123. (Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.
124. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka; “Mengapa kamu tidak beriman ?
125. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
126. maka bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku.
127. Dan sekali-kali aku tidak mita upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
128. apakah kamu mendirikan bangunan (gedung-gedung) pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
129. dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia) ?
130. Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis ?
131. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
132. Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
133. Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
134. dan kebun-kebun, dan mata air,
135. sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar”.
136. Mereka menjawab; “Sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,
137. (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu,
138. dan kami (sekali-kali) tidak akan di azab”.
139. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
140. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NABI SHALEH A.S

141. Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul.
142. Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka; “Mengapa kamu tidak bertakwa ?”
143. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
144. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
145. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
146. Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
147. di dalam kebun-kebun dan mata air,
148. dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut;
149. Dan kamu pahat sebahagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;
150. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
151. dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan”.
153. Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;
154. Kamu tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mu’jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar”,
155. Dia (Shaleh) menjawab; “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
156. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang dahsyat”.
157. Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
158. maka mereka ditimpa azab. Sesungguhya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata (kekuasaan Allah). Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
159. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH LUTH A.S. DENGAN KAUMNYA

160. Kaum Luth telah mendustakan para rasul.
161. ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka ; “Mengapa kamu tidak bertakwa ?”
162. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
163. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
164. Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
165. Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homosex),
166. dan kamu tinggalkan isteri isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.
167. Mereka menjawab : “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir”.
168. Dia (Luth) berkata : “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu”.
169. (Luth berdo’a) : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”.
170. Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
171. kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
172. Kemudian Kami binasakan yang lain.
173. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
174. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
175. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH SYU’AIB A.S.

176. Penduduk Aikah (Mad-yan) telah mendustakan para rasul;
177. ketika Syu’aib berkata kepada mereka :”Mengapa kamu tidak bertakwa ?”
178. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
179. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
180. dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
181. Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;
182. dan timbanglah dengan timbangan yang lurus (benar).
183. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;
184. dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu
185. Mereka berkata : “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,
186. dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.
187. Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.
188. Dia (Syu’aib) berkata : “Tuhanku telah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
189. Kemudian mereka mendustakannya (Syu’aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap (dinaungi awan). Sesungguhnya azab itu adalah azab yang besar.
190. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
191. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

AL QUR’AN DIBAWA TURUN OLEH JIBRIL
KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM BAHASA ARAB

Perintah Memberi Peringatan Kepada Keluarga Dan Bersikap Lemah Lembut Terhadap Orang-Orang Yang Mu’min

192. Dan sesungguhnya (Al Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
193. dia dibawa oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril)
194. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi perigatan.
195. dengan Bahasa Arab yang jelas.
196. Dan sungguh (Al Qur’an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
197. Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya ?
198. Dan kalau Al Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,
199. lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir): niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
200. Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) kedalam hati orang-orang yang berdosa,
201. mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
202. maka datanglah azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyaadarinya,
203. lalu mereka berkata ; “Apakah kami dapat diberi penangguhan waktu ?”
204. Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat ?
205. Maka bagaimana pendapatmu jika mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
206. kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,
207. niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang selalu mereka rasakan.
208. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
209. untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
210. Dan Al Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.
211. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Qur’an itu, dan merekapun tidak akan kuasa.
212. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan untuk mendegar (Al Qur’an) itu.
213. Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.
214. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terekat,
215. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
216. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad) : “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”.
217. Dan bertakwalah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
218. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat),
219. dan (melihat pula) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
220. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Syaitan Turun Kepada Pembohong-Pembohong Dan Peringatan Kepada Penyair-Penyair

221. Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun ?
222. Mereka (para syaitan) turun kepada setiap pendusta yang banyak dosa,
223. mereka menghadapkan pandangan (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
224. Dan para penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
225. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,
226. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya ?
227. kecuali orang-orang (para penyair) yang beriman dan beramal shaleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
-mic-

( Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM )
mic.ok1214@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar