Kamis, 11 Februari 2010

SURAT KE : 42 ASY SYUURA ( MUSYAWARAH )

Surat : Asy Syuura (Musyawarah)
Surat : Ke 42 ; 53 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

POKOK-POKOK DA’WAH PARA RASUL ADALAH SAMA

Wahyu Allah Kepada Muhammad S.A.W. Sama Dengan Wahyu-Nya Kepada Rasul-Rasul sebelumnya

01. Haa Miiim
02. “Aiin Siiin Qaaaf
03. Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana mewahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang yang sebelum kamu.
04. Milik-Nyalah apa yang aada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Para Malaikat Memohonkan ampun Kepada Allah Utuk Penghuni Bumi

05. Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahw sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
06. Dan orang-orang yang megambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan ) mereka; dan kamu (Muhammad) bukanlah orang-orang yang diserahi mengawasi mereka.

Al Qur’an Adalah Sebagai Peringatan Untuk Seluruh Umat Manusia

07. Dan demkianlah Kami wahyukan Al Qur’an kepadamu dalam bahasa Arab, agar kamu memberi peringatan kepada penduduk ibu-kota (Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segologan masuk syurga dan segolongan masuk neraka.
08. Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia jadikan mereka satu umat, tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Dan orang orang yang zalim tidak ada bagi mereka pelindung dan penolong.
09. Atau mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia ? Padahal Allah, Dia-lah pelindung (yang sebenarnya), dan Dia menghidupkan orang yang mati, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Perselisihan-Perselisihan Umat Manusia Dikembalikan Penyelesaiannya Kepada Kitab Allah

10. Dan apapun yang kamu sekalian perselisihkan padanya tentang sesuatu, keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhan-ku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.
11. (Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu sekalian pasangan-pasangan dari jenis kamu sekalian sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikann-Nya kamu sekalian berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu-pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
12. Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi ; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Semua Rasul Mengajak Untuk Menyembah Kepada Allah Yang Maha Esa

13. Dia (Allah) telah mensyariatkan kepada kamu sekalian agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada kamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu sekalian berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengkuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya bagi orang yang kembali ( bertaubat kepadaNya).
14. Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi), karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al Qur’an) itu.
15. Maka karena itu serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berda’wah) sebagaimana yang diperintahkan kepada-mu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah ; “Aku beriman kepada Ktab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antra kamu sekalian. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu sekalian. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu sekalian perbuatan kamu sekalian. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu sekalian, Allah megumpulkan antara kirta dan kepada-Nyalah (kita) kembali”.
16. Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima, perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras.
17. Allah yang menurunkan kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat ?
18. Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kimat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh.
19. Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Allah Memberikan Pembalasan Kepada Amal Seseoraang Menurut Niatnya.

20. Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa meghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebahagian darinya (keuntugan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bahagian di akhirat.
21. Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang mensyariatkan (menetapka aturan) agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridhai) Allah ?. Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sesunguhnya orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.
22. Kamu lihat orang-orang yang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh (berada) di dalam taman-taman syurga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah (Muhammad) ; “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah-pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan kepadanya. Sesunggunhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
24. Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah”. Sekiranmya Allah menghendaki niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
25. Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu sekalian kerjakan,
26. dan Dia memperkenankan (do’a) orang-orang yang beriman dan megerjakan amal shaleh serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir akan mendapat azab yang sangat keras.
27. Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
28. Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
29. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki.

Allah Memaafkan Sebahagian Besar Dosa Hamba-Hamba-Nya

30. Dan musibah apapun yang menimpa kamu sekalian adalah karena perbuatan tangan kamu sekalian sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahan kamu sekalian)
31. Dan kamu sekalian tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu sekalian tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah.
32. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar di laut) seperti gunung-gunung.
33. Jika Dia Menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sesungunya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur,
34. atau (Dia akan) menghancurkan kapal-kapal itu karena perbuatan (dosa) mereka, dan Dia memaafkan sebahagian besar (dari mereka),
35. dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).
36. Maka sesuatu apa-pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan (kenikmatan) hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
37. dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf,

Kewajiban Bermusyawarah Tentang Masalah Keduniaan

38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

Bersabar Dan Memberi Maaf Lebih Baik Daripada Mengambil Pembalasan

39. Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri.
40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (terhadap orang yang berbuat jahat kepadanya) maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang zalim.
41. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah dizalimi, maka tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka.
42. Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksaan yang pedih.
43. Dan barangsiapa bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.

Orang-Orang Yang Dibiarkan Sesat Oleh Allah Tidak Akan Menemukan Pemimpin Yang Memberi Petunjuk

44. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata ; “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia) ?”
45. Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata ; “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada hari Kiamat”. Ingatlah sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.
46. Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk).
47. Patuhilah seruan Tuhan kamu sekalian sebelum datang dari Allah sesuatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah). Pada hari itu kamu sekalian tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosa kamu sekalian).
48. Jika mereka berpaling, maka (ingatlah) Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajiban kamu tidak lain hanya menyampaikan (risalah). Dan sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, dia menyambutnya dengan gembira; tetapi jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ihgkar), sesungguhnya manusia itu sangat ingkar (kepada ni’mat).
49. Milik Allah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,
50. atau Dia meganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
51. Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesunguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruhan (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al Qur’an) itu dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk kepada siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,
53. (yaitu) jalan Allah yang milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa semua urusan kembali kepada Allah.

---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar