Kamis, 25 Februari 2010

SURAT KE : 49 AL HUJARAT ( KAMAR-KAMAR )

Surat : Al Hujarat (Kamar-Kamar)
Surat : Ke 49 ; 18 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

TATAKRAMA TERHADAP RASULULLAH S.A.W.

01. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian mendahului Allah dan RasulNya, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
02. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian meninggikan suara kamu sekalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu sekalian berkata kepadanya dengan suara yang keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu sekalian terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amal kamu sekalian terhapus sedangkan kamu sekalian tidak menyadari.
03. Sesungguhnya orang-orang yang mnerendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertaqwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
04. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
05. Dan sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, itu adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

PERATURAN-PERATURAN TENTANG PERGAULAN UMAT ISLAM

Bagaimana Menghadapi Berita Yang Dibawa Orang Fasik

06. Hai orang-orang yang beriman ! Jika seseorang yang fasik datang kepada kamu sekalian membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu sekalian tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu sekalian menyesali perbuatan kamu sekalian itu.
07. Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu sekalian ada Rasulullah. Kalau dia menuruti kamu sekalian dalam banyak hal, pasti kamu sekalian akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) indah dalam hati kamu sekalian, serta menjadikan kamu sekalain benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
08. sebagai karunia dan ni’mat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Cara Menyelesaikan Persengketaan Yang Timbul Antara Kaum Muslimin

09. Dan apabila ada dua golongan orang mu’min berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga gologan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golonan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
10. Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudara kamu sekalian (yang berselidsih) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu sekalian mendapat rahmat.

Larangan Memperolok-olokkan, Banyak Prasangka Dan Lain-Lain

11. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka ( yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan yang lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu sekalian saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk paggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
12. Hai orang-orang yang beriman ! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu sekalian yang menggunjing sebahagian yang lain. Adakah yang suka di antara kamu sekalian memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu sekalian merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Manusia Diciptakan Berbagai Bangsa Untuk Kenal Mengenal

13. Hai manusia ! Sesungghuhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ciri-Ciri Iman Yang Sebenarnya

14. Orang-orang Arab Badui berkata : “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka) ; “Kamu sekalian belum beriman, tetapi katakanlah : “Kami telah tunduk (islam)”, karena iman itu belum masuk ke dalam hati kamu sekalian. Dan jika kamu sekalian taat kepada Allah dan RasulNya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun (pahala) amal kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
15. Sesungguhnya orang-orang mu’min yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
16. Katakanlah (kepada mereka) ; “Apakah kamu sekalian akan memberitahukan kepada Allah tentang agama (keyakinan) kamu sekalian, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
17. Mereka merasa berjasa kepada kamu dengan keislaman mereka. Katakanlah : “Janganlah kamu sekalian merasa berjasa kepadaku dengan keislaman kamu sekalian, sebenarnya Allah yang melimpahkan ni’mat kepada kamu sekalian dengan menunjukkan kamu sekalian kepada keimanan, jika kamu sekalian orang-orang yang benar”.
18. Sesunggunya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan apa yang ghaib di bumi, Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.

---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar