Surat : Al Qashash ( Cerita-Cerita)
Surat : Ke 28 : 88 Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KISAH MUSA A.S. DAN FIR’AUN SEBAGAI BUKTI KEBENARAN AL QUR’AN
Kekejaman Fir’aun Dan Pertolongan Allah Kepada Bani Israil Kaum Yang Tertindas.
01. Thaa Siim Miim
02. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang jelas (dari Allah).
03. Kami membacakan kepadamu sebahagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.
04. Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
05. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),
06. dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.
Musa A.S Dicampakkan Ke dalan Sungai Nil Untuk Menyelamatkan Kaumnya Dari Kekejaman Fir’aun
07. Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa ; “Susuilah dia (Musa), dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangalah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
08. Maka ia dipungut oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
09. Dan berkatalah isteri Fir’aun : “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.
10. Dan hati ibu Musa menjadi kosong (lega). Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hastinya, supaya mereka termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
11. Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa : “Ikutilah dia”. Maka kelihatanlah ia (Musa) olehnya dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.,
12. dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang akan menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudara perempuan Musa) ; “Maukan aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya ?”.
13. Maka Kami kembalikan (dia) Musa kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.
Musa A.S Diberi Ilham Dan Hikmat Sebagai Persiapan Untuk Menjadi Rasul
14. Dan setela dia (Musa) cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
15. Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fira’un). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya itu. Lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata : “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya dia (syaitan) itu adalah musuh yang jelas menyesatkan.”
16. Dia (Musa) berdo’a; “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku”. Maka Dia (Allah) mengampuninya, sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
17. Musa berkata : “Ya Tuhanku, demi ni’mat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa”.
18. Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada d kota itu sambil menunggu (akibat perbuatannya), tiba-tiba orang kemarin yang meminta petolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya; “Engkau sungguh, orang yang nyata-nyata sesat”.
19. Maka ketika dia (Musa) hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata : “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seseorang ? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang berbuat sewenang-sewenang di negeri (ini), dan kamu tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”.
Musa A.S. Mendapat Nasehat Supaya Meninggalkan Negeri Mesir.
20. Dan datanglah seorang laki-laki bergegas-gegas dari ujung kota seraya berkata : “Hai Musa, sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu”.
21. Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdo’a : “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.
22. Dan ketika dia menuju kearah negeri madyan ia berdo’a : “Mudah-mudahan Tuhan-ku memberi petunjuk ke arah jalan yang benar”.
23. Dan ketika dia (Musa) sampai di sumber air negeri Madyan dia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan dia menjumpai dibelakang orang banyak itu, dua orang orang perempuan yang sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata : “Apakah maksud kamu berdua (dengan berbuat begitu) ?. Kedua wanita itu menjawab : “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami) sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternak mereka) sedang orang tua kami adalah seorang yang telah lanjut usia.”.
24. Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia (Musa) kembali ke tempat yang teduh lalu berdo’a ; “Ya Tuhank-ku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepada-ku”.
25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, dia (wanita itu) berkata ; “Sesungguhnya orang tuaku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan tentang (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Ketka dia (Musa) mendatangi ayahnya (Syu’aib) dan dia menceriterakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata ; “Janganlah kamu takut ? Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.
26. Dan salah seorang dari kedua (wanita) itu berkata : “Wahai ayahku ? Jadikanlah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesunguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.
27. Dia (Syu’aib) berkata : “Sesungguhnya aku bermaksud inging menikahkan engkau kepada salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) darimu, dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yanga baik”.
28. Dia (Musa) berkata : “Itu (perjanjian) antara aku dan kamu. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yag kita ucapkan”.
Musa A.S. Pulang Ke Mesir Dan Menerima Wahyu Untuk Menyeru Fir’aun.
29. Maka ketika Musa telah meyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berngkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya : “Tunggulah (di sini) , sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”.
30. Maka ketika Musa sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari arah pinggir lembah yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu ; “Hai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam,
31. dan lemparkanlah tongkamu. Maka ketika (tongkat itu mernjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh, (kemudian Musa diseru) : “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.
32. Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih (bercahaya) tanpa cacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu, maka yang demikian itu adalah dua mu’jizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik.
Permohonan Musa Kepada Allah Untuk Mengangkat Harun A.S. Menjadi Pembantunya
33. Dia (Musa) berkata ; “Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhnku.
34. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.
35. Dia (Allah) berfirman : “Kami akan menguatkan kamu (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mu’jizat Kami, kamu berdua dan orang-orang yang mengikuti kamulah yang menang”.
36. Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mu’jizat Kami yang nyata, mereka berkata : “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu”.
37. Dan dia (Musa) menjawab; “Tuhanku lebih mngetahui orang yang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim”.
Kesombongan Fir’aun Dan Keganasannya
38. Dan Fir’aun berkata : “Hai para pembesar kaumku ! Aku tidak megetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku Hai Haman, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat melihat Tuhan(nya) Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa ia termasuk orang-orang yang pendusta”.
39. Dan dia (Fir’aun) dan juga bala tentaranya berlaku sombong, di muka bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
40. Maka Kami siksa dia (Fir’aun) dan balatentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang zalim.
41. Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
42. Dan Kami susulkan la’nat kepada, mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)
Taurat Diturunkan Untuk Menjadi Petunjuk Bagi Bani Israil
43. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka ingat.
Kisah Musa A.S. Menerima taurat Hanya Diketahui Muhammad S.A.W. Dengan Wahyu
44. Dan kamu (Muhammad) tidak berada di sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.
45. Tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat, dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, dan tidaklah kamu tingggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, t etapi Kami telah mngutus rasul-rasul.
46. Dan kamu (Muhammad) tidak berada di dekat (bukit) Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami utus kamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak di datangi oleh pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.
47. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, agar kami mengikuti ayat-ayat-Mu dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mu’min”.
Orang-Orang Kafir Selalu Mengingkari Bukt i Sekalipun Dahulu Dimintanya.
48. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al Qur’an) dari sisi Kami, mereka berkata : “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu ? Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu ?” ; mereka dahulu telah berkata : “(Musa dan Harun) dua ahli sihir yang bantu membantu”. Dan mereka (juga) berkata : “Sesungguhnya kami tidak mempercayai mereka itu”.
49. Katakanlah (Muhammad) : “ Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Qur’an) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sekalian orang-orang yang benar”.
50. Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu (keinginan) mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesunggunya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
51. Dan sesungguhnya Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al Qur’an) kepada mereka agar mereka selalau mengingatnya.
Sebahagian Ahli Kitab Ada Yang Beriman Kepada Muhammad S.A.W. Sesudah Menyaksikan Bukti Kebenaran.
52. Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) kepadanya (Al Qur’an)
53. Dan apabila dibacakan (Al Qur’an) kepada mereka, mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Al Qur’an) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang muslim”.
54. Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka menginfakkan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.
55. Dan apabila mereka mendengar perkatan yang buruk, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata : “Bagi kami amal perbuatan kami dan bagi kamu sekalian amal perbuatan kamu sekalian, semoga selamatlah kamu sekalian, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil”.
Hanya Allah-lah Yang Dapat Memberi Taufik Kepada Hamba-Nya Untuk Beriman
56. Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Ia kehendaki, dan Ia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
57. Dan mereka berkata ; “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. (Allah berfirman) : “Bukankan Kami telah meneguhhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezki (bagimu) dari sisi Kami ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
TUHAN TIDAK AKAN MEMBINASAKAN SESUATU UMAT SEBELUM DI UTUS KEPADA MEREKA SEORANG RASUL
58. Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami-lah yag mewarisinya.
59. Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri ; kecuali penduduknya melakukan kezaliman.
KEHIDUPAN DUNIAWI ADALAH BAYANGAN BELAKA DAN KEHIDUPAN AKHIRATLAH YANG KEKAL DAN ABADI
60. Dan apa saja yang diberikan kepada kamu sekalian, maka itu adalah kenikamatan duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu sekalian mengerti ?
61. Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya sesuatu janji yang baik (syurga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi, kemudian pada hari kamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka) ?
PERMINTAAN PERTANGGUNGAN JAWAB DI HARI KIAMAT KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMPERSEKUTUKAN TUHAN DAN KEMENANGAN BAGI ORANG-ORANG MUKMIN
62. Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman : “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka ?”
63. Orang-orang yang pasti akan mendapatkan hukuman berkata ; “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami”.
64. Dan dikatakan (kepada mereka) : “Serulah sekutu-sekutumu,” lalu mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan mereka melihat azab. (mereka itu berkeinginan) sekiaranya mereka dahulu menerima petunjuk.
65. Dan (ingatlah) pada hari ketika Ia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman ; “Apakah jawaban kamu sekalian terhadap para rasul ?”
66. Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasana pada hari itu, karena itu mereka tidak saling bertanya.
67. Maka adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.
HANYA ALLAH SENDIRILAH YANG BERHAK MENENTUKAN SEGALA SESUATU
68. Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Ia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)
69. Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.
70. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
BUKTI KEBENARAN ALLAH YANG MENGHARUSKAN KITA MEMUJI DAN MENSYUKURINYA
71. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kamu sekalian malam itu terus menerus sampai hari iamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kamu sekalian ? Apakah kamu sekalian tidak mendengar ?”
72. Katakanlah (Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kamu sekalian siang it terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kamu sekalian sebagai waktu beristirahat kamu sekalian padanya ? Apakah kamu sekalian tidak mendengar ?”
73. Dan karena rahmat-Nya, Dia menjadikan untuk kamu sekalian malam dan siang, agar kamu sekalian beristirhat pada pada malam itu dan agar kamu sekalian mencari sebahagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu sekalian bersyukur kepada-Nya.
ORANG MUSYRIKIN MEMPERSEKUTUKAN ALLAH LANTARAN HAWA NAFSUNYA
74. Dan (ingatlah) pada hari ketika Ia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu selaian sangka ?”
75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan; “Kemukakanlah bukti kebenaran kamu sekalian “, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.
KISAH QARUN DAN KEKAYAANNYA YANG HARUS MENJADI PELAJARAN BAGI MANUSIA.
76. Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya : “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
77. Dan carilah (pahala) pada apa yang yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
78. Dia (Qarun) berkata : “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Tidakkah ia tahu, bahwasanya Allah sungguh telah mebinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat dari padanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta ? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.
79. Maka keluarlah ia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata ; “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
80. Berkatalah orang-orang yang dinugerahi ilmu : “Celakalah kamu ! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh orang-orang yang sabar”.
81. Maka Kami benamkanlah ia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah, dan tiadaklah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
82. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukan Qarun itu, berkata : “Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya). Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang megingkari (nikmat Allah)”.
SUATU KEBAJIKAN DIBALAS TUHAN DENGAN BERLIPAT GANDA
83. Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka)bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.
84. Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikannya itu; dan barangsiapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
JANJI ALLAH AKAN MEMENANGKAN MUHAMMAD S.A.W. ATAS KAUMNYA
85. Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atas kamu (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad): “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.
86. Dan kamu (Muhammad) tidak pernah megharap agar Kitab (Al Qur’an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang kafir,
87. dan janganlah sampai kepada mereka menghalang-halangi kamu (Muhammad) untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu, dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik.
88. Dan janganlah (pula) kamu sembah tuhan yang lain, di samping (menyembah) Allah, Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) meliankan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya (Allah). Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
---mic---
H. Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
(mic.ok1214@gmail.com)
Kamis, 28 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar