Surat : Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
Surat : Ke 33 ; 73 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
HUKUM KEKELUARGAAN HARUS BERDASARKAN KETETAPAN ALLAH DAN RASUL
Takwa dan Tawakal Kepada Allah SWT.
01. Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (kemauan) orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
02. dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepada kamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengeatahui apa yang kamu sekalian kerjakan.
03. dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah sebagai Pemelihara.
Hukum Zhihar Dan Kedudukan Anak Angkat
04. Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan isteri-isteri yang kamu sekalian zhihar sebagai ibu kamu sekalian, dan Dia tidak menjadikan anak angkat kamu sekalian sebagai anak kandung kamu sekalain (sendiri). Yang demikan itu hanyalah perkataan di mulut kamu sekalian saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)
05. Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil disisi Allah, dan jika kamu sekalian tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara kamu sekalian seagama dan maula-maula kamu sekalian. Tidak ada dosa atas kamu sekalian jika kamu sekalian khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hati kamu sekalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kedudukan Hubugan Darah Dalam Hukum Waris
06. Nabi itu lebih itu utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah dari pada orang-orang mukmin dan orang Muhajirin, kecuali kalau kamu sekalian hendak berbuat baik kepada saudara-saudara kamu sekalian (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).
07. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari kamu sendiri (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,
08. agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang yang kafir.
BANTUAN ALLAH KEPADA KAUM MUSLIMIN DALAM PEPRANGAN AHZAB
09. Hai orang orang yang beriman ! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepada kamu sekalian ketika bala tentara datang kepada kamu sekalian, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat oleh kamu sekalian. Allah Maha Melihat apa yang kamu sekalian kerjakan.
10. (Yaitu) ketika mereka datang kepada kamu sekalian dari atas dan dari bawah kamu sekalian, dan ketika penglihatan (kamu sekalian) tak-tetap lagi dan hati kamu sekalian menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu sekalian berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.
11. Disitulah orang-orang mukmin diuji dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.
12. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata; “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanyalah tipu daya belaka”.
13. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata ; “Hai penduduk Yatsrib (Madinah) ! Tidak ada tempat bagimu sekalian, maka kembalilah kamu sekalian”. Dan sebahagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata ; “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.
14. Dan kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar membuat kekacauan, niscaya mereka mengerjakannya (murtad); dan hanya sebentar saja mereka menunggu.
15. Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanian dengan Allah akan diminta pertanggung-jawabannya.
16. Katakanlah (Muhammad) : “Lari itu tidaklah berguna bagi kamu sekalian, jika kamu sekalian melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu sekalian terhidar dari kematian) kamu sekalian hanya akan mengecap kemenangan sebentar saja”.
17. Katakanlah; “Siapakah yang dapat melindungi kamu sekalian dari (ketentuan) Allah jika Ia menghendaki bencana atas kamu sekalian atau menghendaki rahmat untuk diri kamu sekalian ?” Mereka itu tidak akan medapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
18. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi diantara kamu sekalian dan orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka, “Marilah bersama kami”. Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar,
19. mereka kikir terhadap kamu sekalian. Apabila datang ketakutan (bahaya) kamu lihat mereka memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pinsan karena akan mati, dan apabila ketakutan akan hilang, mereka mencaci kamu sekalian dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalan mereka. Dan yang demikaian itu mudah bagi Allah.
20. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu sekalian. Dan sekiranya mereka bersama kamu sekalian, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu sekalian (yaitu), bagi orang yang mengharap rahmat (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
22. Dan ketika orang-orang mu’min melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu mereka berkata; “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita” Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.
23. Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menuggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janji mereka),
24. agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Ia kehendaki, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
25. Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa-pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mu’min dalam peperangan. Dan Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
PERANG DENGAN BANI QURAIZHAH
26. Dan Ia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Ia memasukkan rasa takut kedalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu sekalian bunuh dan sebahagian yang lain kamu sekalian tawan.
27. Dan Ia mewariskan kepada kamu sekalian tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu sekalian injak. Dan Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
KETENTUAN-KETENTUAN ALLAH TERHADAP ISTERI NABI
28. Hai Nabi ! Katakanlah kepada isteri-isteri kamu; “Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar aku berikan kepada kamu sekalian mut’ah dan aku ceraiakan kamu sekalian dengan cara yang baik”.
29. Dan jika kamu sekalian menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri Akhirat, maka sesungguhnya Allah akan menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu sekalian pahala yang besar.
30. Hai isteri-isteri Nabi ! Barangsiapa diantara kamu sekalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
31. Dan barangsiapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan megerjakan amal shaleh, niscaya Kami berikan pahala kepada kamu sekalian dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.
32. Hai isteri-isteri Nabi ! Kamu sekalian tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu sekalian bertakwa. Maka janganlah kamu sekalian tunduk (melemah lembutkan suatra) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.
33. Dan hendaklah kamu sekalian tetap di rumah kamu sekalian dan janganlah kamu sekalian berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahilah dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu sekalian, wahai ahlulbait bebersihlah kamu sekalian sebersih-bersihnya.
34. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah kamu sekalian dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabi) Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.
SIFAT-SIFAT ORANG MU’MIN DAN KEWAJIBAN MEREKA TERHADAP PERINTAH RASUL.
35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuam muslim, laki-laki dan perempuan mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuaan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedakah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatan mereka, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan mereka ampunan dan pahala yang besar.
36. Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mu’min dan perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.
HUKUM ANAK ANGKAT TIDAK SAMA DENGAN ANAK KANDUNG.
37. Dan (ingatlah) ketika kamu (Muhammad) berkata kepada orang yang diberi ni’mat oleh Allah dan kamu (juga) telah memberi ni’mat kepadanya; “Pertahankanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan kamu takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami nikahkan kamu (Muhammad) dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (menikahi) isteri-isteri anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap isterinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.
38. Tidak ada keberatan apapun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,
39. (yaitu) orang-orang yang menyampaikan rilah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa-pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitugan.
40. Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu sekalian, akan tetapi ia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
KEHARUSAN MENGINGAT ALLAH
41. Hai orang-orang yang beriman ! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,
42. dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
43. Dialah yang memberi rahmat kepada kamu sekalian dan para malaikat-Nya (memohonkan ampun untuk kamu sekalian) agar Dia mengeluarkan kamu sekalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
44. Penghormatan kepada mereka (orang-orang mu’min itu) ketika mereka menemui-Nya ialah ; “Salam”, dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
MUHAMMAD ADALAH RASUL YANG DI UTUS UNTUK SEGENAP UMAT MNUSIA
45. Hai Nabi ! Sesunggunya Kamin mengutus kamu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
46. dan utntuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.
47. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnyaa bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
48. Dan jangalah kamu (Muhammad) menuruti orang-orang kafir adan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka adan bertakwalah kepada Allah. aDan cukuplah Allah sebagai pelindung.
BEBERAPA KETENTUAN ISLAM TENTANG HUKUM PERKAWINAN
49. Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu sekalian menikahi perempuan-perempuan mu’min, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu sekalian mencampuri (mensetubuhi) mereka maka tidak ada masa ‘iddah atas mereka yang perlu kamu sekalian perhitungkan. Namun berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka dengan cara yang sebaiak-baiknya.
Wanita Yang Halal Dinikahi Oleh Rasul S.A.W.
50. Hai Nabi ! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagi kamu isteri-isteri kamu yang atelah kamu berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki, termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untuk kamu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saaudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mu’min yang meyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu’min. Kami telah megetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nabi Boleh Memilih Di antara Isteri-Isterinya Siapa Yang Akan Tetap Dipegangnya Dan Siapa Yang Akan Dilepasnya
51. Kamu (Muhammad) boleh menangguhkan (menggauli) siapa saja yang kamu kehendaki diantara mereka (di antara isteri-isteri kamu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang kamu kehendaki. Dan siapa yang kamu ingini untuk mengauilanya kembali dari isteri-isterimu yang telah kamu ceraikan, maka tidak ada dosa bagi kamu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Mengetahui lagi Maha Penyantun.
Nabi Tidak Boleh Kawin Lagi Sesudah Ayat Ini Ditrunkan.
52. Tidak halal bagi kamu (Muhammad) menikah perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
ADAB SOPAN SANTUN DALAM RUMAH TANGGA NABI S.A.W.
53. Ha orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian memasuli rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu sekalian diizinkan urntuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya) tetapi jika kamu sekalian dipanggil maka masuklah dan apabila kamu sekalian telah selesai makan, keluarlah kamu sekalian tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepada kamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu sekalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian tu lebih suci bagi kamu sekalian dan hati mereka. Dan tidak bioleh kamu sekalian menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi isteri-isterinya selama-lamanya setelah dia (wafat). Sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.
54. Jika kamu sekalian menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya AllahMaha Mengetahui segala sesuatu.
55. Tidak ada dosa atas mereka (isteri-isteri Nabi untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang mengghinakan bagi mereka.
58. Dan orang-orang yang menyakiti hati orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata
KEHARUSAN WANITA PAKAI JILBAB, BILA BERADA DI LUAR RUMAH
59. Hai Nabi ! Katakanlah kepada isteri-isteri kamu, anak-anak perempuanmu dan isteri–isteri orang mu’min ; “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
ANCAMAN-ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG MUNAFIK, DAN ORANG-ORANG YANG MEMBUAT KERUSUHAN DI MADINAH
60. Sesungguhnya jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar,
61. dalam keadaan terlaknat. Dimana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun.
62. Sebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu) dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
HANYA ALLAH YANG MENGETAHUI KAPAN TERJASDINYA HARI BERBANGKIT (KIAMAT)
63. Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit (Kiamat). Katakanlah : Sesungguhnya ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.
ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR
64. Sesungguhnya, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
65. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
66. Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balik dalam neraka, mereka berkata; “Alangkah, seandainya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”.
67. Dan mereka berkata ; “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)
68. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar”.
TAKWA KEPADA ALLAH MEMBAWA KEPADA PERBAIKAN AMAL DAN AMPUNAN DOSA
69. Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu sekalian seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat disisi Allah.
70. Hai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,
71. niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah menang dengan kemenangan yang besar.
SEGI KEZALIMAN DAN KEBODOHAN MANUSIA IALAH MAU MENERIMA TUGAS, TETAPI TIDAK MELAKSANAKANNYA
72. Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan dapat melaksanakannya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
73. sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima taubat orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
---mic---
Haji Muhammad MASUD_CHATIM Bani MUHTAROM
( mic.ok1214@gmail.com )
Jumat, 29 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar